Visit Agenda: Gubernur NTT: Festival Fulan Fehan jadi penggerak ekonomi perbatasan

WhatsApp-Image-2569-06-28-at-19.15.35

Gubernur NTT: Festival Fulan Fehan Menjadi Penggerak Ekonomi di Wilayah Perbatasan

Visit Agenda – Kupang, Minggu – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, menekankan peran Festival Fulan Fehan sebagai alat diplomasi budaya, promosi pariwisata, serta penggerak ekonomi masyarakat di kawasan perbatasan Indonesia dan Timor Leste. Acara yang diadakan pada Sabtu, 27 Juni, ini menurutnya tidak hanya menampilkan keindahan seni, tetapi juga menjadi jembatan antar budaya dan peningkatan solidaritas antar bangsa.

Kegiatan Budaya yang Membawa Pesan Global

Dalam keterangan yang diterima di Kupang, Melki Laka Lena mengungkapkan langsung bagaimana Savana Fulan Fehan berubah menjadi ruang megah yang dipenuhi oleh manusia, tradisi, dan persahabatan. “Hari ini saya menyaksikan secara langsung bagaimana lautan manusia ini menjadi simbol kerja sama dan kebersamaan, bukan sekadar pertunjukan,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa festival ini membawa pesan kuat tentang kekuatan budaya dalam menghubungkan dan menyatukan komunitas, bahkan di tingkat internasional.

“Di hamparan savana yang luar biasa ini, ribuan penari menghadirkan Tari Likurai Kolosal. Suara tifa, langkah kaki, dan gerakan penuh makna membawa cerita leluhur Pulau Timor ke mata dunia,” ujarnya.

Festival bertema “Dance for Friendship” tersebut menampilkan Tari Likurai Kolosal, yang dibawakan oleh ribuan penari dengan latar belakang Savana Fulan Fehan dan Gunung Lakaan. Acara ini juga dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Muhammad Tito Karnavian. Kehadiran Tito Karnavian menegaskan perhatian pemerintah pusat terhadap upaya pembangunan di daerah perbatasan.

Dukungan untuk Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Pada hari Minggu, gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengungkapkan bahwa Festival Fulan Fehan kini telah berkembang menjadi ajang bertaraf internasional. “Kemampuan acara ini mempertemukan berbagai budaya serta memperkuat persaudaraan lintas daerah dan negara membuatnya layak diakui secara global,” terangnya. Ia menilai kekuatan NTT tidak hanya terletak pada keindahan alamnya, tetapi juga pada kekayaan budaya yang tetap hidup dan diwariskan oleh masyarakat.

“NTT bukan hanya tentang alam yang indah. NTT adalah tentang budaya yang hidup, masyarakat yang ramah, dan tradisi yang mampu menghubungkan dunia,” katanya.

Festival ini juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi warga perbatasan melalui promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), seperti tenun ikat, kuliner, kerajinan tangan, serta berbagai hasil lokal lainnya. Melki menyebut bahwa kegiatan tersebut menjadi etalase budaya yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekspor dan kerja sama ekonomi antarnegara.

Kemitraan Internasional dan Persahabatan

Kegiatan tersebut diikuti oleh delegasi dari Timor Leste dan Australia sebagai simbol persahabatan serta kerja sama yang terus diperkuat. “Kehadiran mereka menunjukkan bahwa festival ini menjadi wadah dialog yang mengakar di antara bangsa-bangsa tetangga,” lanjut Melki. Ia menambahkan bahwa pertunjukan Tari Likurai Kolosal tidak hanya memperkenalkan sejarah dan nilai persaudaraan masyarakat Pulau Timor, tetapi juga mewakili harmoni antara tradisi lokal dan inovasi modern.

“Saya sudah menyampaikan kepada Pak Menteri Dalam Negeri bahwa ke depan acara festival ini kami dukung penuh agar bisa lebih hebat lagi. Proficiat untuk Pemerintah Kabupaten Belu dan masyarakat Belu. Kami berkomitmen mendukung festival ini terus berjalan setiap tahun,” katanya.

Dalam perjalanan festival ini, Melki Laka Lena menyebut bahwa NTT menjadi contoh nyata bagaimana budaya dapat menjadi penggerak ekonomi. “Pertumbuhan festival ini menunjukkan bahwa kekayaan budaya kita tidak hanya untuk dipertahankan, tetapi juga bisa menjadi sumber daya yang produktif,” tuturnya. Pemerintah Provinsi NTT, menurutnya, terus berupaya mendukung pertunjukan budaya tersebut sebagai bagian dari agenda tahunan yang meningkatkan keterlibatan masyarakat dan menjaga keberlanjutan pembangunan di wilayah perbatasan.

Penjelasan Lebih Mendalam tentang Makna Festival

Menurut Melki, festival ini menjadi wahana untuk memperkenalkan nilai-nilai kehidupan masyarakat perbatasan yang unik. “Budaya adalah jembatan antara generasi, antar daerah, dan antar bangsa. Festival Fulan Fehan mampu menembus batas-batas tersebut,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pengenalan produk unggulan NTT ke pasar internasional.

Festival tersebut juga menjadi bentuk ekspresi kebanggaan masyarakat NTT atas warisan budaya yang mereka pegang. “Dengan pertunjukan kolosal ini, kita menegaskan bahwa budaya tidak pernah lekang, bahkan menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh,” tegas Melki. Ia berharap dukungan pemerintah pusat terus diberikan untuk menjadikan festival ini sebagai platform yang lebih luas bagi promosi budaya dan pariwisata.

Pengembangan Berkelanjutan dan Masa Depan

Menurut Melki Laka Lena, Festival Fulan Fehan kini sudah mampu menarik perhatian dari berbagai belahan dunia. “Pertunjukan ini menunjukkan bahwa NTT tidak hanya bisa dikenal sebagai daerah yang indah, tetapi juga sebagai pusat kreativitas dan pertukaran budaya yang dinamis,” kata gubernur. Ia menegaskan bahwa peran BNPP dan pemerintah daerah sangat penting dalam memastikan festival ini terus berkembang.

Kehadiran Menteri Tito Karnavian di acara tersebut memperkuat komitmen pemerintah pusat dalam mendorong pengembangan kawasan perbatasan. “Pertemuan ini menjadi momentum untuk melihat bagaimana budaya dan ekonomi bisa saling mendukung,” ujarnya. Melki berharap tahun depan festival ini akan lebih berkembang, dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.

Dengan konsistensi pemerintah daerah dalam menyelenggarakan festival ini, Melki yakin bahwa kawasan perbatasan NTT akan menjadi lebih sejahtera. “Budaya adalah identitas kita, dan dengan memperkuatnya, kita juga memperkuat ekonomi,” jelasnya. Ia menutup pidatonya dengan harapan bahwa Festival Fulan Fehan akan menjadi referensi bagi acara serupa di daerah lain, serta mendorong kolaborasi yang lebih luas dalam mewujudkan keberlanjutan pembangunan.