Key Strategy: Menhub dukung holding BUMN logistik perkuat daya saing global

245CAA69-D4F9-44C7-BFB5-64110A196FA5

Menhub Dukung Pembentukan Holding BUMN Logistik untuk Tingkatkan Daya Saing Global

Key Strategy – Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan kinerja sektor logistik nasional, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memberikan dukungan penuh terhadap rencana pembentukan holding BUMN logistik yang diinisiasi oleh Danantara. Menurutnya, sebagai regulator transportasi, Kementerian Perhubungan akan memastikan kebijakan dan fasilitas yang dibutuhkan untuk mendukung proses restrukturisasi ini. Dudy menyampaikan pendapat tersebut saat diwawancara di Jakarta pada hari Minggu, menanggapi langkah integrasi beberapa perusahaan logistik milik negara ke dalam satu entitas terpadu.

Percepatan Transformasi dengan Keterlibatan BUMN

Kementerian Perhubungan memandang bahwa pembentukan holding BUMN logistik merupakan bagian penting dari transformasi perusahaan-perusahaan milik negara agar lebih kompetitif di pasar global. “Kami siap memfasilitasi berbagai kebijakan yang diperlukan agar proses perubahan berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi industri logistik,” jelas Dudy. Ia menegaskan bahwa dukungan pemerintah dalam bentuk ini adalah komitmen untuk memperkuat ekosistem logistik nasional, yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.

“Jadi kita fully support apa yang menjadi agenda atau harapan dari Bapak Presiden maupun dari Danantara,” ujarnya.

Dudy juga menyoroti bahwa merger, konsolidasi, dan langkah strategis lainnya yang dilakukan BUMN logistik adalah cara untuk meningkatkan efisiensi operasional. Menurutnya, BUMN tidak hanya perlu menjadi pelaku utama dalam perekonomian lokal, tetapi juga harus mampu bersaing secara internasional. “Harapan kita adalah BUMN mampu menjadi pemain dunia dengan kondisi terbaru dan lebih modern,” tambah Menhub.

Langkah Konsolidasi Dalam Tahap Awal

Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero) Daud Joseph menjelaskan bahwa pembentukan holding BUMN logistik akan dimulai dengan penggabungan tujuh perusahaan. Mereka termasuk PT Multi Terminal Indonesia (MTI), PT Prima Indonesia Logistik (PIL), PT Pos Logistik Indonesia (Poslog), PT Sarana Bandar Logistik (SBL), PT KBN Prima Logistik (KPL), PT Varia Usaha Dharma Segara (VUDS), dan PT Krakatau Jasa Logistik (KJL). Konsolidasi ini dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli 2026, dengan MTI menjadi entitas utama yang menggabungkan sembilan BUMN logistik.

“Nah ini adalah tujuh perusahaan yang pada 1 Juli nanti akan bergabung dalam satu perusahaan yang namanya PT MTI,” ujar Daud dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR.

Daud menuturkan bahwa rencana ini bertujuan menciptakan satu badan logistik yang terintegrasi dan lebih efisien. “Konsolidasi ini adalah langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dan daya tahan sektor logistik,” katanya. Ia menambahkan bahwa keputusan bisnis seperti merger dan konsolidasi merupakan bagian dari upaya transformasi yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan dan keandalan perusahaan-perusahaan pelat merah.

Komposisi Saham dan Rekayasa Struktur

Dalam tahap awal, Daud menyebutkan bahwa kepemilikan saham pada MTI akan didistribusikan secara proporsional. PT Pelindo akan menguasai 73 persen, sementara PT Pos Indonesia memiliki 9 persen, dan 17 persen sisanya dikelola oleh lima perusahaan lain. Komposisi ini dianggap sebagai dasar untuk memastikan konsistensi arah pengembangan logistik nasional.

Konsolidasi lanjutan pada 2027 akan melibatkan masuknya PT Semen Indonesia Logistik (Silog) dan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) ke dalam holding tersebut. “Nantinya, ada sembilan BUMN logistik yang bergabung di bawah Pos Indonesia,” ujarnya. Daud menekankan bahwa penggabungan ini diharapkan bisa menghasilkan sinergi antarperusahaan, sehingga mampu menyelesaikan tantangan yang dihadapi sektor logistik saat ini.

Peran Danantara dalam Penataan BUMN Logistik

Daud menjelaskan bahwa Danantara, sebagai entitas yang mengelola dan menyelaraskan kebijakan BUMN, memiliki peran kunci dalam proses konsolidasi ini. Ia menyampaikan bahwa rencana pembentukan holding telah diakui oleh berbagai pihak, termasuk Kementerian Perhubungan. “Kami berkomitmen untuk melibatkan semua pihak, baik BUMN maupun instansi terkait, dalam mencapai tujuan ini,” tambahnya.

Daud juga memaparkan bahwa keputusan untuk menggabungkan perusahaan logistik milik negara ke dalam satu holding merupakan respons atas dinamika pasar yang semakin kompetitif. “Dengan struktur yang lebih terpadu, BUMN logistik akan lebih mampu menghadapi persaingan global,” kata Daud. Menurutnya, penggabungan ini juga membantu meningkatkan koordinasi antarperusahaan, sehingga operasional logistik bisa berjalan lebih terarah dan efektif.

Koordinasi Pemerintah untuk Keberhasilan Transformasi

Menhub Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan akan terus berkoordinasi dengan Danantara dan BUMN lainnya guna memastikan proses restrukturisasi berjalan lancar. “Kami akan mendukung sepenuhnya setiap langkah yang diambil, baik dalam hal regulasi maupun fasilitasi operasional,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dukungan ini tidak hanya berupa komitmen verbal, tetapi juga implementasi kebijakan yang konkret.

Dalam konteks ini, Menhub menjelaskan bahwa transformasi BUMN logistik tidak hanya membawa dampak langsung pada operasional perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat untuk pengembangan ekonomi nasional. “Dengan holding yang terbentuk, ekosistem logistik Indonesia akan lebih siap menghadapi tantangan global,” katanya. Ia juga menyoroti bahwa keberhasilan reformasi ini memerlukan kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan pihak swasta.

Tantangan dan Peluang dalam Proses Konsolidasi

Menurut Dudy, proses konsolidasi BUMN logistik akan membutuhkan penyesuaian mekanisme kerja dan penguatan kapasitas SDM. “Kita harus memastikan bahwa seluruh perusahaan yang bergabung memiliki visi dan misi yang selaras,” ujarnya. Daud menambahkan bahwa langkah ini juga membuka peluang ekspansi bisnis ke luar negeri, terutama melalui integrasi teknologi dan inovasi.

Menhub memperkuat pandangan ini dengan menyatakan bahwa keberhasilan holding logistik akan menjadi tolak ukur keberhasilan transformasi BUMN secara keseluruhan. “Kami akan memastikan bahwa kebijakan yang diambil oleh Danantara mendukung visi pemerintah dalam membangun ekosistem logistik yang tangguh dan berkel