Key Discussion: Kemenhub: LRT Jabodebek ke Bogor tahap kajian KAI dan Adhi Karya

F06EF643-F678-4A92-BEE3-394D7C3D3C6B

Kemenhub: Proyek Perluasan LRT Jabodebek ke Bogor Masih Berada di Tahap Studi

Key Discussion – Jakarta, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan bahwa rencana perluasan layanan LRT Jabodebek ke arah Bogor masih berada dalam tahap evaluasi oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Adhi Karya (Persero). Proyek ini, yang bertujuan menghubungkan kota-kota strategis di Jawa Barat, belum mencapai tahap implementasi karena masih memerlukan analisis lebih lanjut. Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono, menjelaskan bahwa saat ini kedua perusahaan tersebut sedang melakukan penelitian mendalam untuk menentukan keberlanjutan proyek tersebut.

Dasarnya Telah Ada Perpres Tahun 2015

Menurut Allan, proyek perluasan LRT Jabodebek ke Bogor telah memiliki dasar hukum yang jelas melalui Peraturan Presiden yang diterbitkan pada 2015. “Terkait perpanjangan ini, sudah ada Perpres-nya di tahun 2015,” tutur Allan dalam wawancara di Jakarta, Minggu. Ia menambahkan bahwa dokumen tersebut memberikan pengakuan resmi terhadap kebutuhan transportasi publik yang lebih luas, termasuk pengembangan infrastruktur kereta api di wilayah Jabodetabek.

“Proyek ekstensi tersebut, menurut Allan, sedang dalam proses analisis oleh kedua perusahaan tersebut.”

Kemenhub, sementara itu, masih menunggu hasil studi yang disusun oleh PT KAI dan PT Adhi Karya. Selain itu, pihaknya juga ingin mengetahui skema pendanaan yang akan digunakan untuk menggerakkan proyek ini. “Dan kita menunggu rencana dari PT KAI maupun PT Adhi Karya terkait kelanjutannya, skema pendanaannya seperti apa,” kata Allan secara singkat.

KAI dan Adhi Karya Masih Mengkaji Aspek-aspek Penting

Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyampaikan rencana perluasan rute LRT Jabodebek hingga Bogor. Menurut perusahaan tersebut, proyek ini termasuk dalam master plan pengembangan jangka panjang perusahaan. Direktur Portfolio Management dan Teknologi Informasi PT KAI, I Gede Darmayusa, mengonfirmasi bahwa rencana ini sedang dipertimbangkan bersama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kemenhub.

“Secara master plan, dulu memang sudah ada rencana sampai Bogor. Kami dengan DJKA (Kemenhub) tentunya sedang mengkaji kembali potensi bisnis, potensi TOD, dan lain sebagainya sehingga biaya yang besar itu bisa kita justifikasi dengan peningkatan penumpang,” kata Gede di Stasiun LRT Dukuh Atas, Jumat (22/5).

Gede menjelaskan bahwa studi yang dilakukan mencakup berbagai aspek kritis, seperti potensi bisnis yang bisa diharapkan dari proyek, pemilihan jalur yang optimal, serta pengembangan kawasan berbasis transit oriented development (TOD). Strategi TOD sendiri merupakan konsep pembangunan yang menekankan integrasi sistem transportasi dengan kebutuhan perkotaan, seperti pengembangan pusat-pusat komersial atau hunian yang berdekatan dengan stasiun kereta. Selain itu, studi juga mencakup analisis fasilitas pendukung, seperti pengaturan parkir, aksesibilitas, dan keselamatan pengguna.

Perluasan LRT Jabodebek Dipandang sebagai Solusi Transportasi Berkelanjutan

Proyek LRT Jabodebek ke Bogor diharapkan dapat mengurangi beban lalu lintas di kawasan Jabodetabek dan meningkatkan aksesibilitas antar kota. Sebagai bagian dari sistem transportasi terpadu, LRT dianggap sebagai alternatif yang efisien untuk mengatasi masalah kemacetan serta memperkuat koneksi antara wilayah utara Jakarta dan Bogor. KAI mengungkapkan bahwa kajian ini juga melibatkan evaluasi dampak lingkungan dan kelayakan teknis, yang menjadi faktor penting sebelum melanjutkan ke tahap konstruksi.

Kendati demikian, Allan Tandiono mengakui bahwa Kemenhub belum bisa memberikan detail lebih lanjut tentang proyek ini. “Kita masih menunggu hasil kajian yang disusun PT KAI maupun PT Adhi Karya,” ujarnya. Pihaknya menekankan bahwa pengambilan keputusan akan didasarkan pada data yang lengkap dan valid. “Karena biaya yang diperlukan cukup besar, kita perlu memastikan bahwa proyek ini memiliki potensi peningkatan penumpang yang signifikan,” tambah Allan.

Pembangunan Infrastruktur Kereta Api Terus Berjalan

Sementara itu, PT KAI menyatakan bahwa proyek perluasan LRT Jabodebek hingga Bogor adalah bagian dari strategi pembangunan jangka panjang perusahaan. “Proyek ini telah masuk ke dalam master plan pengembangan kami,” kata Gede. Ia menekankan bahwa keputusan akhir tentang jalur dan biaya akan dibuat setelah mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak, termasuk Kemenhub.

Menurut Gede, studi yang sedang berlangsung juga mencakup analisis kebutuhan infrastruktur pendukung, seperti stasiun tambahan, jalur rel, serta sistem kontrol operasional. “Semua aspek ini harus dipastikan agar proyek bisa berjalan efisien dan memenuhi harapan masyarakat,” tambahnya. Dengan perluasan ini, KAI ingin memberikan layanan transportasi yang lebih merata di wilayah Jabodetabek, sekaligus meningkatkan kenyamanan pengguna yang terus meningkat.

Kolaborasi antara Kemenhub dan PT KAI

Collaboration antara Kemenhub dan PT KAI telah menjadi fokus utama dalam beberapa bulan terakhir. Dalam pertemuan terbaru, kedua pihak sepakat untuk mempercepat proses studi agar proyek bisa segera dijalankan. “Kami berharap hasil kajian dapat selesai dalam waktu dekat, sehingga langkah selanjutnya bisa ditentukan,” kata Allan. Ia menegaskan bahwa pemerintah sangat optimis dengan potensi proyek ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Proyek LRT Jabodebek ke Bogor juga menjadi sorotan karena dianggap sebagai bagian dari visi pemerintah untuk membangun sistem transportasi yang lebih ramah lingkungan dan ef