Topics Covered: Kemlu siapkan revitalisasi kawasan bersejarah Museum KAA Bandung
Topics Covered: Kemlu RI Galakkan Revitalisasi Museum KAA Bandung
Topics Covered – Jakarta — Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia kini tengah menggenjot persiapan revitalisasi Museum Konferensi Asia Afrika (MKAA) yang merupakan situs bersejarah kelahiran Dasasila Bandung pada tahun 1955. Upaya besar ini bertujuan untuk menghidupkan kembali nilai-nilai historis yang lahir dari pertemuan para pemimpin negara-negara Asia dan Afrika lima dekade silam. Sebagai bagian dari agenda strategis nasional, revitalisasi ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai penjaga warisan diplomasi multilateral.
Topics Covered – Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi bahwa institusi yang dipimpinnya saat ini berada dalam fase persiapan pengembangan masterplan kawasan sejarah Konferensi Asia Afrika. Langkah strategis ini akan menjadi fondasi kuat bagi transformasi MKAA menjadi pusat informasi dan diplomasi yang lebih modern. Pengembangan kawasan bersejarah ini tidak hanya mencakup aspek fisik bangunan, tetapi juga melibatkan digitalisasi dan modernisasi sistem pengelolaan arsip.
“Kemlu RI saat ini sedang dalam tahap persiapan pengembangan ‘masterplan’ mengenai kawasan sejarah Konferensi Asia Afrika,” kata Yvonne Mewengkang dalam taklimat media di Jakarta, Kamis.
Peremajaan Ekosistem Museum KAA
Topics Covered – Peremajaan ekosistem MKAA mencakup berbagai aspek penting, mulai dari preservasi fisik bangunan hingga digitalisasi koleksi arsip. Optimalisasi pemanfaatan arsip dan koleksi terkait Konferensi Asia Afrika juga menjadi prioritas utama dalam rencana revitalisasi ini. Melalui pendekatan holistik tersebut, museum diharapkan dapat melayani pengunjung dengan lebih efektif dan memberikan pengalaman edukasi yang lebih mendalam bagi generasi muda.
Topics Covered – Selain itu, rencana revitalisasi juga akan meliputi pengembangan kawasan sejarah terhadap titik-titik utama dalam Konferensi Asia Afrika 1955. Jubir Kemlu memastikan upaya peremajaan MKAA tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi dengan beberapa negara sahabat, khususnya negara yang terlibat dalam pelaksanaan Konferensi Asia Afrika. Kerjasama internasional ini menjadi kunci keberhasilan program revitalisasi jangka panjang yang akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Rencana pengembangan ini merupakan upaya nyata untuk melestarikan Semangat Bandung dan nilai-nilai dari Konferensi Asia Afrika itu sendiri,” kata Yvonne.
Kerja Sama Internasional dengan Jepang
Topics Covered – Diketahui pada 17—19 Juni 2026, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI Heru Subolo melakukan kunjungan ke Jepang untuk menjajaki kerja sama sosial budaya. Salah satu fokus utama kunjungan tersebut adalah pengembangan kawasan bersejarah MKAA dengan mitra di Jepang. Langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat hubungan bilateral melalui warisan sejarah bersama yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Topics Covered – Dalam kunjungan tersebut, Dirjen Heru melakukan pertemuan dengan Kemlu Jepang, Yayasan Japan Foundation (JF), Arsip Nasional Jepang (NAJ) dan Pusat Catatan Sejarah Asia Jepang (JACAR). Pertemuan-pertemuan strategis ini membuka peluang baru bagi Indonesia dalam bidang preservasi dan digitalisasi arsip sejarah. Kedua negara sepakat untuk berbagi teknologi dan pengetahuan dalam pengelolaan koleksi museum.
Topics Covered – Heru menambahkan pihak NAJ dan JACAR menyambut baik peluang kerja sama dengan Indonesia, khususnya terkait preservasi, digitalisasi, dan pemanfaatan arsip Konferensi Asia Afrika untuk kepentingan penelitian, edukasi dan diplomasi publik. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghasilkan produk-produk digital yang bermanfaat bagi masyarakat luas dan akademisi di seluruh dunia.
Sementara itu, Kepala MKAA Noviasari Rustam mengatakan Jepang siap mendukung pengembangan kapasitas museum, termasuk dari aspek sumber daya manusia hingga akses informasi bagi wisatawan asing. Dukungan teknis dari Jepang akan memperkuat posisi MKAA sebagai museum berstandar internasional yang mampu menarik minat pengunjung dari berbagai negara.
“MKAA juga akan menjalin kerja sama dengan NAJ dan JACAR terkait digitalisasi dan pemanfaatan arsip KAA untuk kepentingan edukasi dan diplomasi publik,” katanya.
Topics Covered – Ia pun memastikan MKAA menjajaki kerja sama teknis dengan Museum Nasional Tokyo, termasuk dalam hal berbagi pengalaman mengenai program publik. Pertukaran pengetahuan ini akan memberikan manfaat signifikan bagi pengembangan museum di Indonesia. Melalui berbagai inisiatif tersebut, MKAA diharapkan dapat menjadi pusat pembelajaran sejarah yang inspiratif bagi generasi mendatang dan simbol persahabatan Asia-Afrika yang abadi.
