Visit Agenda: Gubernur Sumut mendukung PRSU masuk Karisma Event Nusantara

khrisna-edit-1783617714-da2aa5928e

Gubernur Sumatera Utara Apresiasi Langkah PRSU Menuju Karisma Event Nusantara

Visit Agenda – Medan — Langkah Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia untuk memasukkan Pekan Raya Sumatera Utara ke dalam daftar Karisma Event Nusantara mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution. Inisiatif ini bertujuan agar ajang tersebut mendapat pengakuan resmi dari Kementerian Pariwisata Republik Indonesia sebagai salah satu event unggulan nasional. Menurut Gubernur, jika PRSU berhasil masuk dalam agenda nasional, maka diyakini akan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah melalui sektor budaya dan pariwisata.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bobby setelah mendampingi kunjungan kerja spesifik yang dilakukan oleh Komisi VII DPR RI. Acara berlangsung di lokasi PRSU ke-50 yang berlokasi di Kota Medan, pada hari Kamis. Gubernur menjelaskan bahwa penyelenggaraan PRSU edisi kelima puluh ini merupakan kali pertama ia memimpin, dan sekaligus menjadi momentum penting untuk kebangkitan pasca pandemi COVID-19.

PRSU sebagai Wadah Potensi Daerah

Bobby menambahkan bahwa PRSU berfungsi sebagai wadah untuk menyatukan berbagai potensi sumber daya manusia, budaya, serta ekonomi kreatif yang ada di Sumatera Utara. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung dari tanggal 3 Juli hingga 2 Agustus 2026. Ia menyoroti keunikan Sumatera Utara dibandingkan daerah lain yang biasanya hanya menampilkan satu jenis tarian. Di provinsi ini, setidaknya lima etnis ditampilkan melalui pakaian adat, kirab budaya, hingga tarian tradisional.

“Di daerah lain mungkin hanya menampilkan satu jenis tarian, sedangkan di Sumatera Utara sedikitnya ada lima etnis ditampilkan melalui pakaian adat, kirab budaya hingga tarian,” ujar Bobby.

Gubernur juga mengingatkan seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Sumatera Utara agar mengesampingkan ego sektoral dalam mendukung penyelenggaraan PRSU. Ia melihat masih ada beberapa daerah yang telah memiliki paviliun di PRSU namun belum dimanfaatkan secara optimal untuk memperkenalkan potensi daerah masing-masing. “Jangan ada ego daerah. Paviliunnya sudah ada, tetapi tidak dibuka atau tidak dimanfaatkan untuk mengenalkan daerah masing-masing kepada masyarakat,” katanya.

Dampak Ekonomi dan Transformasi PRSU

Keberhasilan pelaksanaan PRSU ke-50 bukan hanya menjadi keberhasilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, melainkan juga keberhasilan seluruh masyarakat Sumatera Utara. Evita Nursanty, Ketua Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR RI, menilai bahwa PRSU yang memasuki usia emas perlu terus bertransformasi menjadi ajang yang lebih profesional dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“PRSU harus menjadi etalase budaya, UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), ekonomi kreatif, dan sekaligus media promosi pariwisata serta potensi daerah,” kata Evita.

Pihaknya menyatakan bahwa semangat besar menjadikan PRSU ke-50 ini tidak sekadar sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang yang memiliki dampak ekonomi dan sosial yang sangat luas. Ferry Indra, Direktur Utama PT Pembangunan Prasarana Sumatera Utara, mengapresiasi kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI sebagai bentuk dukungan terhadap PRSU.

Pelaksanaan PRSU ke-50 tahun ini diikuti oleh 33 paviliun kabupaten dan kota se-Sumut serta satu paviliun negara sahabat. Seluruh kegiatan dilaksanakan tanpa menggunakan APBD, melainkan melalui skema kemitraan. “Sebanyak 75 persen konten acara diisi oleh putra-putri daerah sebagai bentuk komitmen menjadikan PRSU sebagai panggung utama pelaku seni, budaya, dan ekonomi kreatif lokal,” ujarnya.

Ferri menyebut, hingga hari keenam pelaksanaan PRSU ke-50 tahun ini, jumlah pengunjung tercatat sebanyak 25.447 orang dengan nilai transaksi ekonomi lebih dari Rp511 juta. “Capaian ini menunjukkan perputaran ekonomi yang positif, dan diyakini akan terus meningkat hingga penutupan PRSU,” ujar dia lagi.