Key Strategy: Kemendikdasmen perkuat kompetensi guru vokasi seni budaya
Program Pelatihan Guru Vokasi Seni Budaya Mencapai Gelombang Kedua
Memperkuat Fondasi Pendidikan Karakter Melalui Seni dan Budaya
Key Strategy – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa tujuan pendidikan melampaui sekadar persiapan menuju dunia kerja. Lebih dari itu, sistem pendidikan nasional memiliki misi fundamental untuk membangun karakter serta peradaban bangsa melalui pengembangan menyeluruh terhadap seluruh potensi manusia yang ada. Dalam pernyataannya, beliau merujuk kembali pada ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, yang menyatakan bahwa pembentukan karakter merupakan inti dari proses pendidikan.
“Kalau kita kembali ke Undang-Undang Sisdiknas, pendidikan itu tujuannya adalah untuk membentuk atau membangun karakter dan peradaban bangsa. Dan kalau kita bicara tentang penguatan pendidikan karakter, kita bicara mengenai bagaimana pengembangan potensi-potensi fitrah manusia yang dilakukan melalui olah pikir, olah raga, olah rasa, dan olah hati,” katanya.
Menurut pandangan menteri tersebut, seni dan budaya memegang peranan sangat krusial dalam ekosistem pendidikan. Bidang-bidang ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang bagi ekspresi diri dan aktualisasi individu, tetapi juga berkontribusi signifikan dalam pembentukan keadaban serta identitas jati diri bangsa Indonesia. Oleh karena itu, pengembangan pendidikan seni dan budaya harus dilakukan secara proporsional dan seimbang, sehingga mampu menjawab berbagai tantangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya Indonesia yang telah ada sejak lama.
Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa arah kebijakan mengenai seni dan budaya harus mencakup tiga dimensi utama. Dimensi pertama adalah dimensi edukatif yang berfokus pada aspek pembelajaran. Kedua, dimensi kreatif yang mendorong inovasi dan kreativitas. Selanjutnya, dimensi konservatif sebagai upaya pelestarian nilai dan kekayaan budaya bangsa. Terakhir, dimensi progresif untuk menjawab perkembangan masa depan. Keempat dimensi ini harus berjalan secara bersamaan dan sinergis.
Beliau juga menekankan bahwa kreativitas merupakan kompetensi yang akan terus dibutuhkan di tengah perkembangan teknologi yang pesat. Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus membangun kepercayaan diri peserta didik SMK melalui berbagai keunggulan yang dimiliki oleh institusi pendidikan kejuruan.
Implementasi Program Upskilling dan Reskilling Gelombang Kedua
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah memperkuat kompetensi guru vokasi bidang seni dan budaya melalui kegiatan Upskilling dan Reskilling Pola Blended–Magang Gelombang 2. Program ini dirancang untuk mempersiapkan generasi muda yang unggul, kreatif, dan berdaya saing tinggi di era global. Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menyampaikan dalam pernyataan tertulis di Jakarta pada hari Kamis bahwa peningkatan kompetensi guru vokasi merupakan bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Melalui kolaborasi dengan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Seni dan Budaya, program tersebut memungkinkan guru tidak hanya meningkatkan kemampuan mengajar, namun juga memahami secara langsung budaya kerja di dunia usaha dan dunia industri. Tatang Muttaqin menjelaskan bahwa tujuan utama adalah memastikan para guru tidak hanya hebat dalam mengajar, tetapi juga mampu menyelami langsung budaya kerja industri.
“Kami ingin memastikan para guru tidak hanya hebat dalam mengajar. Dengan pemagangan, mereka juga mampu menyelami langsung budaya kerja industri, sehingga mereka betul-betul nanti bisa memperkuat pembelajaran berbasis projek dan sekaligus sebagian menjadi awal untuk memperkuat teaching factory sehingga mendapatkan imbas pendapatan yang bisa digunakan secara bergulir untuk operasional pembelajaran,” ujarnya.
Pada gelombang kedua, pihaknya mencatat sebanyak 177 guru dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti program yang berlangsung pada tanggal 1 hingga 29 Juli 2026. Kegiatan tersebut memadukan pembelajaran daring, pendalaman materi di balai, praktik kejuruan, serta magang di industri yang tersebar dalam 17 konsentrasi keahlian di bidang seni dan budaya.
Selain memperoleh materi mengenai kebijakan pendidikan, para peserta mendapatkan pembelajaran mengenai pemanfaatan kecerdasan artifisial dalam pembelajaran, praktik kejuruan, hingga pengalaman langsung melalui magang industri. Program ini akan ditutup dengan gelar karya dan uji kompetensi sebagai bentuk evaluasi akhir. Melalui berbagai langkah ini, Kemendikdasmen berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi seni dan budaya di Indonesia, sehingga menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan bekal kompetensi yang mumpuni dan karakter yang kuat.
