Rencana Khusus: PMI Aceh Tamiang Salurkan Bantuan Alat Kebersihan untuk Sekolah Terdampak Banjir, Percepat Pemulihan Belajar

PMI Aceh Tamiang Salurkan Bantuan Alat Kebersihan untuk Sekolah Terdampak Banjir, Percepat Pemulihan Belajar

Dalam upaya mempercepat pemulihan pasca-bencana banjir, PMI Kabupaten Aceh Tamiang menggelar distribusi bantuan alat kebersihan ke beberapa sekolah yang masih terkena dampak banjir di Kecamatan Seruway. Bantuan ini diberikan guna membantu membersihkan sisa lumpur tebal dan memastikan aktivitas belajar mengajar dapat berjalan normal kembali.

Koordinator Layanan PMI Aceh Tamiang, Waly Umar, menegaskan bahwa langkah ini mencerminkan komitmen organisasi dalam mendukung pemulihan lingkungan pendidikan. “Kita berharap bantuan ini bisa mempercepat proses pembersihan, sehingga siswa dapat kembali belajar dengan nyaman,” ujarnya. Bantuan terdiri dari empat unit gerobak sorong, 40 sapu lidi, 40 sikat lantai, serta 40 kain pel. Selain itu, disediakan juga 10 cangkul, 40 serokan, 10 serokan air, dan 40 sekop.

Bantuan tersebut diberikan kepada empat sekolah dasar, yakni SDN Mabar, SDN Paya Udang, SDN Seruway, dan SDN Gelung. Kepala SDN Mabar, Suryani, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan dari PMI. Ia menjelaskan bahwa kondisi sekolah sebelumnya dipenuhi lumpur akibat banjir, yang menghambat proses belajar. “Alat kebersihan ini sangat membantu masyarakat dan pihak sekolah dalam bersih-bersih secara bersama,” kata Suryani.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Penyaluran bantuan dilakukan di Aceh Tamiang pada hari Sabtu, 7 Maret 2026. Fokus distribusi adalah membersihkan area sekolah yang masih terdampak banjir. Kebijakan **akselerasi BOSP Aceh** juga berperan penting dalam mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan, memastikan kegiatan belajar mengajar kembali optimal.

Sebagai tambahan, PMI Sumut juga berupaya membangkitkan semangat belajar siswa di Tapanuli Tengah setelah banjir November 2025. Sementara itu, pemerintah bersama TNI mempercepat rehabilitasi sekolah dan pesantren di Sumatera Barat yang terkena dampak bencana. Beberapa sekolah terdampak banjir di Aceh Sumut yang lumpuh akibat bencana akhir tahun lalu kini telah pulih.

“Lumpur yang mulai mengeras dikeruk dan dipindahkan ke luar area sekolah,” dengan menggunakan alat sederhana seperti cangkul dan sekop.

Pemulihan pasca-banjir bandang di Aceh Tamiang tidak hanya difokuskan pada pembersihan fasilitas umum, tetapi juga layanan kesehatan warga. Pemerintah Aceh mengerahkan alat berat serta ribuan relawan untuk mempercepat proses normalisasi kondisi sekolah dan lingkungan sekitarnya.