Rilis Pers

“Toy Story | PEACEMINUSONE: THE FIRST FAN” Hadir di Harbour City sebagai Persinggahan Keempat dalam Tur Globalnya

Foto : Indah Ananda - menggalangkebaikan.com
Daftar Isi
  1. Disney dan PEACEMINUSONE Bawa Pengalaman Multisensoris ke Pesisir Victoria Harbour
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Disney dan PEACEMINUSONE Bawa Pengalaman Multisensoris ke Pesisir Victoria Harbour

Menggalangkebaikan.com – Sebuah kolaborasi lintas industri yang jarang terjadi antara raksasa hiburan Disney dan label mode Korea PEACEMINUSONE—brand milik penyanyi-aktor G-DRAGON—resmi menginjakkan kaki di Hong Kong. Pameran bertajuk “Toy Story | PEACEMINUSONE: THE FIRST FAN” dibuka di kawasan Harbour City pada 14 Agustus hingga 6 September 2026, menandai persinggahan keempat dalam rangkaian tur global yang telah menyapa sejumlah kota besar sebelumnya. Bagi para penggemar animasi Pixar sekaligus pengamat budaya pop Asia, kehadiran instalasi ini di jantung distrik hiburan Kowloon bukan sekadar atraksi musiman, melainkan titik temu antara nostalgia sinematik dan bahasa visual streetwear yang selama ini mendominasi lanskap mode Seoul.

Tiga Pilar Pengalaman di Ocean Terminal

Pengelola Harbour City mengemas acara ini ke dalam tiga zona utama yang tersebar di berbagai titik kawasan Ocean Terminal. Masing-masing zona dirancang agar pengunjung dapat menjelajah secara terpisah maupun berurutan, menciptakan narasi pengalaman yang berlapis dari ruang dalam hingga area terbuka menghadap laut.

Dream House: Gerbang Setinggi Lima Meter ke Dunia Andy

Titik paling ikonik dari seluruh pameran adalah “THE FIRST FAN” Dream House, yang menempati Ocean Terminal Forecourt dengan latar panorama Victoria Harbour. Pintu masuknya—sebuah struktur bercahaya yang meniru siluet rumah Andy dari film Toy Story—mencapai ketinggian lebih dari 5,5 meter, menjadikannya salah satu instalasi vertikal terbesar yang pernah dipasang di area publik Hong Kong selama beberapa dekade terakhir.

Di dinding pesan yang melingkupi area ini, figur Buzz Lightyear dan Jessie dipajang berdampingan dengan sebuah kutipan yang menjadi inti emosional seluruh pameran:

“We may have been small, but our dreams were big. It was the friendships we formed then that made us who we are today.”

Di dalam Dream House, pusat perhatian jatuh pada Daisy PEACEMINUSONE—mascot bercahaya setinggi tiga meter yang menjadi simbol visual kolaborasi ini. Sekelilingnya, berbagai instalasi karakter Toy Story disusun membentuk ekosistem naratif. Menariknya, sejumlah instalasi yang sebelumnya hanya dapat dinikmati di persinggahan Seoul kini hadir untuk pertama kalinya di Hong Kong, antara lain laci raksasa setinggi tiga meter yang mereplikasi kamar Andy, patung Woody setinggi 1,6 meter, serta bola Pixar Ball yang telah menjadi ikon budaya pop global sejak era awal studio animasi tersebut.

Daisy Garden: Lanskap Bunga sebagai Jembatan Naratif

Dari interior Dream House, pengunjung dialirkan ke Daisy Garden. Tangga-tangga di area ini disulap menjadi lanskap bunga warna-warni yang dihiasi figur-figur favorit dari semesta Toy Story. Transisi visual dari ruang tertutup ke area terbuka ini berfungsi sebagai jeda emosional, memberi napas bagi mata sebelum memasuki zona berikutnya sekaligus memperkuat kesan bahwa seluruh kawasan telah diubah menjadi satu panggung seni kontemporer yang kohesif.

Pop-up Store: Tujuh Puluh Produk Eksklusif

“THE FIRST FAN” Official Pop-up Store menempati Ocean Terminal Lobby dan mengadopsi kembali konsep artistik yang telah dipamerkan di Seoul. Gerai ini menawarkan sekitar 70 item yang mencakup kategori fesyen, gaya hidup, dan koleksi dari lini Toy Story x PEACEMINUSONE. Sebagian dari produk tersebut bersifat eksklusif—hanya tersedia selama periode pameran berlangsung di Hong Kong—sehingga menciptakan urgensi kolektor bagi pengunjung yang datang dari daratan Tiongkok, Jepang, maupun negara-negara ASEAN.

Photo Zone: Menjelajah Waktu di Tepi Pelabuhan

Di Gallery by the Harbour, “THE FIRST FAN Photo Zone” menghadirkan patung Woody dan Buzz Lightyear dengan tinggi hampir dua meter, menjadikannya titik foto yang sulit dilewatkan. Instalasi lift di area ini dirancang agar pengunjung merasakan sensasi seolah-olah menjelajahi garis waktu—sebuah metafora visual tentang perjalanan dari masa kecil menuju dewasa. Lebih dari 20 karya seni bertema Daisy yang khusus diproduksi untuk pameran Hong Kong turut dipajang di sini, menegaskan bahwa setiap persinggahan tur global membawa konten orisinal tersendiri.

Dream Wall dan Interaksi Kreatif

Sebagai penutup pengalaman, “THE FIRST FAN” Dream Wall mengundang penggemar untuk meninggalkan pesan bagi karakter Toy Story favorit mereka maupun bagi PEACEMINUSONE secara langsung. Instalasi mewarnai interaktif yang menyertai dinding ini memungkinkan pengunjung menuangkan ekspresi kreatif secara fisik, mengubah peran mereka dari pengamat menjadi partisipan aktif dalam narasi pameran.

Konteks Tur Global dan Implikasi Lokal

Sebagai persinggahan keempat, pameran ini menegaskan bahwa kolaborasi Disney–PEACEMINUSONE telah menjadi format tur internasional yang terstruktur, bukan sekadar pop-up satu kota. Bagi Hong Kong, yang selama ini mengandalkan daya tarik belanja dan hiburan keluarga sebagai pilar ekonomi wisatanya, kehadiran instalasi berskala besar di tepi Victoria Harbour menambah satu lagi alasan bagi wisatawan regional untuk memperpanjang kunjungan. Durasi pameran sekitar tiga minggu juga memberi ruang bagi kampanye pemasaran lintas platform digital, sebagaimana terlihat dari deretan tagar dan akun media sosial yang menyertai peluncuran acara.

Bagi pengamat budaya populer, pertemuan antara estetika Pixar—yang berakar pada sentimentalitas keluarga Amerika—dan bahasa visual PEACEMINUSONE—yang lahir dari subkultur streetwear Korea—menjadi studi kasus menarik tentang bagaimana dua ekosistem kreatif yang sangat berbeda dapat menghasilkan pengalaman multisensoris yang koheren tanpa mengorbankan identitas masing-masing pihak.

Frequently Asked Questions

What is Toy Story?

Toy Story is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Toy Story matter?

Toy Story matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Indah Ananda - menggalangkebaikan.com

Indah Ananda - menggalangkebaikan.com

Indah Ananda adalah relawan kemanusiaan sekaligus content researcher yang fokus pada topik transparansi donasi dan kredibilitas platform fundraising. Ia sering melakukan analisis terhadap berbagai model penggalangan dana untuk memastikan keamanan dan kepercayaan publik.

Tulisan Indah membantu pembaca memahami cara menilai kampanye donasi yang benar-benar terpercaya dan berdampak.