Pertamina tunggu hasil tes struktur kekuatan dermaga Reo pascagempa
Daftar Isi
Dermaga BBM Reo Belum Bisa Diberi Izin Beroperasi Ulang, Pertamina Tunggu Hasil Uji Struktur Pasca Gempa Flores
Menggalangkebaikan.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 meninggalkan dampak yang jauh melampaui kerusakan bangunan rumah dan infrastruktur jalan. Salah satu sektor yang paling terpengaruh adalah rantai pasok bahan bakar minyak di kawasan timur Nusa Tenggara Timur. Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Reo, yang berlokasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, hingga kini belum dapat menerima kapal pengangkut BBM kembali ke dermanya. Penyebabnya sederhana namun krusial: struktur kekuatan dermaga belum dinyatakan aman setelah serangkaian guncangan utama dan gempa susulan yang masih berlangsung.
Uji Struktur Dermaga Jadi Prasyarat Mutlak
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur Bali Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menegaskan bahwa pengoperasian ulang terminal tersebut sepenuhnya bergantung pada hasil pengetesan struktur kekuatan dermaga. TBBM Reo bukan terminal kecil; fasilitas ini dirancang untuk melayani kapal-kapal dengan tonase besar yang melakukan pembongkaran BBM dalam volume signifikan. Artinya, beban yang diterima dermaga saat kapal bersandar jauh lebih berat dibandingkan dermaga biasa. Jika ada retakan, kelelahan material, atau penurunan kapasitas struktural akibat gempa, risiko ambruk menjadi nyata.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan posisi perusahaan saat itu di Kupang pada hari Kamis.
“Untuk TBBM Reo kita masih menunggu pengetesan struktur kekuatan dermaga untuk menerima pembongkaran BBM dari kapal, pascagempa pada tanggal 15 Agustus lalu.”
Ia menambahkan bahwa keputusan untuk membuka kembali dermaga tidak bisa diambil secara terburu-buru. Selama gempa susulan masih tercatat di sekitar episenter Mbay, setiap tambahan beban pada struktur pelabuhan berpotensi memperburuk kondisi yang sudah tertekan. Pertamina memilih jalur konservatif: uji dulu, perbaiki jika diperlukan, baru operasikan.
“Kita tidak ingin, pada saat kapal sandar dermaganya malah ambruk atau roboh. Saat ini kami masih menunggu hasil tesnya, dan jika diperlukan perbaikan akan diperbaiki.”
Alih Suplai Menjaga Kelangsungan Energi Warga
Sementara dermaga Reo masih dalam masa tunggu teknis, kebutuhan harian masyarakat di sekitar Reok dan wilayah Manggarai tidak dibiarkan terganggu. Pertamina mengaktifkan mekanisme alih suplai dengan mengalirkan BBM dari seluruh terminal yang beroperasi di wilayah Flores. Pendekatan ini memastikan bahwa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan konsumen industri tetap mendapat pasokan tanpa harus menunggu satu titik distribusi pulih sepenuhnya.
Untuk wilayah Labuan Bajo, yang juga bergantung pada pasokan BBM dan bahan bakar aviasi (Avtur) bagi aktivitas penerbangan, Pertamina mengambil langkah tambahan. Bahan bakar dialihkan dari Bima, Nusa Tenggara Barat, melalui jalur laut. Sebanyak 16 unit mobil tangki dengan kapasitas tampung masing-masing 15 kiloliter telah tiba di Labuan Bajo pada Rabu, 19 Agustus, untuk mendukung distribusi ke titik-titik konsumsi di kawasan tersebut.
Implikasi bagi Ekonomi dan Logistik Daerah
Keterlambatan operasional satu terminal BBM di kawasan kepulauan seperti Flores bukan sekadar urusan teknis. Labuan Bajo, yang kini menjadi salah satu destinasi wisata utama nasional, sangat bergantung pada ketersediaan bahan bakar aviasi untuk penerbangan charter dan komersial. Setiap hari dermaga tidak berfungsi berarti potensi penumpukan permintaan yang harus diimbangi oleh kapasitas tangki darat yang terbatas. Di sisi lain, sektor perikanan, transportasi laut antarpulau, dan aktivitas konstruksi pascabencana semuanya membutuhkan pasokan solar dan minyak tanah yang stabil.
Gempa susulan yang masih terjadi juga mempersempit jendela waktu untuk pengerjaan perbaikan. Tim teknis tidak dapat melakukan pengelasan, pengecoran ulang, atau penguatan struktur di lokasi yang masih bergetar. Kondisi ini membuat proses pemulihan infrastruktur energi berjalan lebih lambat dibandingkan skenario normal, dan menuntut koordinasi ketat antara tim inspeksi, kontraktor, dan otoritas keselamatan kerja.
Ahad Rahedi memastikan bahwa di tengah seluruh dinamika tersebut, kebutuhan BBM bagi warga di daerah terdampak tetap terpenuhi. Pertamina berkomitmen menjaga kontinuitas pasokan hingga seluruh infrastruktur kembali dinyatakan layak secara struktural dan operasional.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pertamina tunggu hasil tes struktur kekuatan?
Pertamina tunggu hasil tes struktur kekuatan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pertamina tunggu hasil tes struktur kekuatan matter?
Pertamina tunggu hasil tes struktur kekuatan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.