Special Plan: Jaring delegasi nasional, Pemprov Banten gelar MTQ ke-23

IMG-20260706-WA0063

Jaring Delegasi Nasional, Pemprov Banten Menggelar MTQ ke-23

Special Plan – Kota Serang menjadi panggung utama bagi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-23 tingkat provinsi, yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Banten (Pemprov Banten). Acara ini bertujuan memilih para pelajar dan masyarakat yang mewakili daerah ini dalam kompetisi nasional. Gubernur Banten, Andra Soni, mengungkapkan harapan besar agar MTQ menjadi momentum untuk membangkitkan semangat qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta lainnya dalam meraih prestasi di tingkat nasional. “Kita harus terus berusaha agar Banten bisa kembali menduduki posisi teratas dalam MTQ Nasional,” ujarnya.

Pelaksanaan MTQ ke-23 di KP3B, Kota Serang, diselenggarakan selama lima hari, mulai Senin (6/7) hingga Jumat (10/7). Sebagai ajang kompetisi, MTQ ini melibatkan 14 cabang lomba yang diadakan sesuai standar nasional. Kementerian Agama (Kemenag) RI turut memberikan dukungan penuh terhadap upaya Pemprov Banten dalam meneguhkan keberadaan MTQ sebagai platform untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam di daerah tersebut.

Komitmen Gubernur dan LPTQ

Andra Soni menekankan bahwa Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Banten perlu terus meningkatkan pembinaan dan pengelolaan acara agar bisa mencapai target juara umum. “Harapan kami adalah MTQ bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan para peserta sekaligus memperkuat identitas religius masyarakat Banten,” jelasnya. Ia juga mengapresiasi konsistensi jajaran pemerintah daerah dalam menjadikan MTQ sebagai agenda rutin yang tidak terlewatkan, sehingga menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat.

“Pesan kepada Ketua Umum LPTQ agar ke depan MTQ bisa lebih baik lagi adalah sinyal bahwa prestasi kita di tingkat nasional harus semakin baik,” tegas Andra Soni.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen Pemprov Banten dalam menyelenggarakan MTQ. Menurutnya, acara ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga sarana untuk mendekatkan umat Islam dengan Al Quran, baik melalui pemahaman maupun implementasi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. “MTQ menjadi wasilah untuk meningkatkan kualitas bacaan dan tafsir Al Quran, serta memperkuat keimanan masyarakat,” imbuh Abu Rokhmad.

Apa yang dilakukan Pemprov Banten, lanjut Abu Rokhmad, menunjukkan sinergi yang kuat antara gubernur, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para bupati dan wali kota. Sinergi ini menjadi bukti bahwa seluruh pihak memiliki visi sama untuk mewujudkan Banten sebagai provinsi yang religius dan memiliki nilai-nilai Islam yang dihayati secara utuh. “Dengan MTQ, kita bisa meneguhkan bahwa Banten memiliki potensi besar dalam mengukir prestasi di tingkat nasional,” ujarnya.

Kategori dan Tujuan MTQ ke-23

Masih dalam rangkaian pelaksanaan MTQ ke-23, sejumlah kategori lomba akan diadakan secara serentak. Kategori tersebut meliputi Seni Baca Al-Qur’an, Qira’at Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Al-Qur’an, Syarhil Al-Qur’an, Seni Kaligrafi Al-Qur’an, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Hafalan Hadits, Qiraatul Kutub, serta beberapa golongan lainnya. Kemenag RI mengatakan bahwa semua kategori dirancang untuk mencakup berbagai aspek keilmuan dan keagamaan, sehingga bisa mengeksplorasi potensi peserta secara komprehensif.

“Semoga dengan penyelenggaraan MTQ ini, Banten akan betul-betul meneguhkan diri sebagai provinsi yang sangat religius dan senantiasa mengedepankan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Abu Rokhmad.

Pemprov Banten menyadari bahwa MTQ bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga alat untuk membangun generasi Qurani yang mampu menjadi pilar agama di masa depan. Melalui MTQ, para peserta diharapkan bisa berkembang secara spiritual, intelektual, dan kreatif. “Target kami adalah menemukan kafilah terbaik yang bisa merepresentasikan Banten secara optimal di tingkat nasional,” kata Andra Soni. Dalam mencapai tujuan tersebut, LPTQ diberikan peran penting untuk memastikan proses seleksi dan pembinaan berjalan secara transparan dan profesional.

Pelaksanaan MTQ ke-23 ini juga menjadi momen penting dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pendidikan Al Quran. Dengan adanya kompetisi yang rutin diadakan, masyarakat Banten diharapkan lebih terlibat dalam mencari tahu dan mengapresiasi nilai-nilai yang terkandung dalam kitab suci tersebut. Sebagai contoh, cabang lomba seperti Seni Kaligrafi dan Karya Tulis Ilmiah memberikan ruang bagi peserta untuk mengekspresikan kreativitas dan pemahaman mereka tentang Al Quran.

Menurut Andra Soni, MTQ menjadi bukti bahwa Banten memiliki keunggulan dalam mengembangkan talenta keagamaan. “Kita pernah meraih juara umum MTQ Nasional, dan kita harus terus meningkatkan kemampuan untuk bisa kembali mengukir sejarah,” imbuhnya. Kemenag RI juga mengungkapkan bahwa keberhasilan MTQ ke-23 akan menjadi fondasi bagi prestasi di tingkat nasional. “Dengan kompetisi yang solid, Banten bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menggalang kekuatan keagamaan,” tambah Abu Rokhmad.

Proses seleksi peserta MTQ ke-23 dilakukan dengan ketat, agar hanya yang terbaik yang diwakili. LPTQ Provinsi Banten turut menjelaskan bahwa mereka telah mempersiapkan berbagai tahap pelatihan dan evaluasi untuk memastikan kualitas peserta. “Kita juga terus memperbaiki standar penyelenggaraan, agar semua peserta memiliki kesempatan yang sama dan kompetisi berjalan adil,” ujar salah satu perwakilan LPTQ. Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov Banten untuk menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan keagamaan secara terencana.

Dalam konteks pembangunan daerah, MTQ ke-23 diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah tantangan globalisasi. “MTQ tidak hanya membentuk qari dan qariah, tetapi juga menciptakan masyarakat yang memiliki pemahaman mendalam tentang Al Quran dan hadis,” jelas Andra Soni. Dengan begitu, program ini bisa memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi muda yang religius, bermoral, dan berprestasi.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi ajang silaturahmi antar daerah, sekaligus meningkatkan kerja sama dalam bidang pendidikan keagamaan. MTQ ke-23 akan menjadi wadah bagi para pelajar, masyarakat, dan institusi pendidikan untuk saling berbagi pengalaman dan metode pembinaan. Dengan berbagai kategori yang meliputi teknik bacaan, hafalan, tafsir, dan kaligrafi, MTQ kali ini dirancang untuk mengeksplorasi potensi maksimal peserta.

Di sisi lain, Kemenag RI menilai bahwa MTQ ke-23 bisa menjadi model bagi daerah lain dalam mengintegrasikan pendidikan keagamaan ke dalam kehidupan sehari-hari. “Banten menjadi provinsi yang menunjukkan komitmen kuat terhadap nilai-nilai Islam, dan ini harus terus dipertahankan,” kata Abu Rokhmad. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, MTQ ke-23 akan menjadi batu loncatan untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama di B