Menteri PU dan Gubernur Banten cek betonisasi jalan Serdang-Bojonegara

Screenshot-2026-07-06-232730

Menteri PU dan Gubernur Banten Cek Progres Betonisasi Jalan Serdang-Bojonegara

Menteri PU dan Gubernur Banten cek betonisasi – Senin (6/7), Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo melakukan inspeksi langsung ke ruas jalan industri Serdang-Bojonegara di Kabupaten Serang, Banten, bersama Gubernur Banten Andra Soni. Kedua pemimpin tersebut memeriksa keberhasilan pelebaran dan pengerasan jalan yang tengah berlangsung, dengan harapan proyek ini dapat mempercepat pengembangan kawasan industri yang menjadi prioritas pemerintah daerah.

Proyek Strategis Mendukung Hilirisasi

Kawasan industri Serdang-Bojonegara dianggap sebagai salah satu poros penting dalam mengakselerasi hilirisasi sektor ekonomi di Banten. Dody Hanggodo menegaskan bahwa pihaknya siap merespons usulan gubernur untuk mengembangkan ruas jalan tersebut menjadi empat lajur, demi meningkatkan kapasitas pengangkutan dan mengoptimalkan aksesibilitas. “Kita harus memastikan jalan ini mampu memenuhi kebutuhan transportasi yang meningkat seiring perkembangan industri,” ujar Menteri PU, seperti dilansir dari laporan media lokal.

Kesiapan pihaknya untuk mendorong pelebaran jalan Serdang-Bojonegara menjadi empat lajur, menurut Dody Hanggodo, berasal dari pengamatan bahwa lebar jalan saat ini sudah tidak lagi memenuhi standar yang dibutuhkan untuk mendukung kawasan industri yang diharapkan menjadi pusat hilirisasi. “Dengan tiga lajur, jalan tersebut masih kurang memadai,” tambahnya, menyoroti kebutuhan infrastruktur yang lebih luas untuk mengakomodasi volume kendaraan yang meningkat.

Kolaborasi Pemda dan Kementerian PU

Inspeksi bersama tersebut merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara Pemerintah Daerah Banten dan Kementerian Pekerjaan Umum dalam mempercepat proyek infrastruktur kritis. Gubernur Andra Soni menyoroti pentingnya perbaikan jalan sebagai penghubung logistik antar kawasan industri. “Jalan ini menjadi jantung transportasi sektor industri, dan pengembangannya harus menjadi prioritas utama,” kata gubernur, yang menekankan bahwa progres fisik harus sejalan dengan target kawasan industri yang diharapkan menyerap tenaga kerja dan meningkatkan daya saing daerah.

Pelebaran dan betonisasi jalan Serdang-Bojonegara juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang sering terjadi di sekitar area industri. Saat ini, jalan tersebut diperkirakan akan mampu menampung volume kendaraan hingga 1.500 unit per hari, dengan peningkatan kapasitas sebanyak 40% dibandingkan kondisi sebelumnya. Proses pengerjaan diestimasi memakan waktu selama 12 bulan, melibatkan 1.200 pekerja dari berbagai kontraktor yang berpartisipasi dalam proyek ini.

Kawasan industri Serdang-Bojonegara, yang berada di tengah-tengah aktivitas ekonomi Banten, diharapkan menjadi pusat pertumbuhan industri skala besar. Proyek perluasan jalan ini merupakan langkah awal dari rencana pembangunan yang lebih luas, termasuk pembangunan sarana umum dan kawasan pendukung lainnya. Dody Hanggodo menambahkan bahwa pembangunan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga sekitar, karena aksesibilitas yang baik akan memudahkan pengangkutan barang dan peningkatan alur transportasi umum.

Inspeksi di ruas Serdang-Bojonegara menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja proyek dan mengidentifikasi hambatan yang mungkin terjadi. Dody Hanggodo memaparkan bahwa progres pekerjaan telah mencapai 65%, dengan beberapa titik kritis seperti perluasan jembatan dan pembuatan saluran air telah selesai. “Kita harus memastikan bahwa setiap tahap pengerjaan diawasi secara ketat agar tidak ada penundaan,” imbuhnya, menekankan koordinasi yang dilakukan antara tim proyek dan pengelola kawasan industri.

Permintaan Tambahan dari Pihak Industri

Selain pelebaran jalan, Menteri PU juga membahas tentang kebutuhan perbaikan infrastruktur lainnya di kawasan tersebut. Pihak industri, menurut sumber internal, telah mengajukan permintaan tambahan untuk pembangunan jalan layang dan aksesibilitas ke pelabuhan. “Kita sedang evaluasi beberapa usulan, termasuk peningkatan kualitas aspal dan pengerasan yang lebih tahan lama,” jelas Dody, yang menyoroti kontribusi penggunaan teknologi modern dalam perbaikan infrastruktur.

Proyek betonisasi jalan Serdang-Bojonegara juga dipandang sebagai bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan keberlanjutan ekonomi. Dody Hanggodo menyebutkan bahwa perbaikan jalan ini akan menjadi dasar untuk menarik investasi masuk, terutama dari sektor manufaktur dan logistik. “Jika jalan ini selesai, Banten akan menjadi salah satu daerah yang lebih kompetitif di tingkat nasional,” katanya, yang diiringi dukungan dari Gubernur Andra Soni.

Dalam pembicaraan, gubernur menegaskan bahwa pengembangan kawasan industri harus sejalan dengan penguatan infrastruktur. “Kita perlu memberikan kepastian kepada investor bahwa Banten siap mendukung pertumbuhan industri skala besar,” ujarnya, yang menyoroti pentingnya konsistensi dalam program pembangunan jangka panjang. Proyek ini juga diharapkan dapat meningkatkan akses warga sekitar ke pusat-pusat pelayanan publik, seperti pasar, sekolah, dan fasilitas kesehatan.

Sebagai tindak lanjut dari inspeksi tersebut, Kementerian PU berkomitmen untuk mempercepat pengerjaan selama empat bulan ke depan. Dody Hanggodo menyatakan bahwa ada penambahan anggaran sebesar 25 miliar rupiah untuk menjamin kelengkapan pekerjaan. “Peningkatan anggaran ini akan digunakan untuk menangani area yang masih tertinggal,” jelasnya, menunjukkan adanya penyesuaian alokasi dana berdasarkan kondisi lapangan.

Tantangan dan Solusi

Meski berjalan lancar, proyek ini masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah perbedaan tingkat kesiapan antar bagian proyek. Beberapa titik seperti pembangunan bahu jalan masih memerlukan pengerjaan ekstra. “Kita harus menyesuaikan kecepatan pengerjaan dengan kualitas yang diharapkan,” kata Dody