Program Terbaru: Menteri PKP tinjau HWB Purwakarta, prototipe perumahan terjangkau

Menteri PKP Tinjau Proyek HWB Purwakarta, Model Hunian Terjangkau Nasional

Kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, ke proyek Hunian Warisan Bangsa (HWB) Purwakarta menjadi bagian dari upaya mewujudkan program nasional pembangunan 3 juta unit rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Tujuan utamanya adalah memperluas akses kepemilikan rumah untuk masyarakat luas, meningkatkan kualitas hidup, serta mendorong pergerakan sosial. Saat inspeksi di Purwakarta, Selasa, Maruarar Sirait mengungkapkan pentingnya inovasi ini. “Hunian berkualitas dengan harga terjangkau seperti ini adalah kunci untuk membuka akses kepemilikan rumah bagi masyarakat luas. Ini bukan hanya tentang rumah, tetapi tentang masa depan dan martabat,” tegasnya dalam

blockquote

.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Fakta Proyek

HWB Purwakarta menawarkan opsi hunian dengan kualitas tinggi dan harga lebih rendah dibandingkan pasar. Untuk unit satu kamar tidur, harga mulai dari Rp98 juta, sedangkan dua kamar tidur dipasarkan mulai Rp115 juta. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan rumah subsidi FLPP yang biasanya di atas Rp160 juta. Proyek ini berada di kawasan terencana dengan infrastruktur lengkap dan konsep komunitas terpadu, serta menyediakan skema pembiayaan yang mudah. Cicilan per bulan dirancang sekitar Rp500 ribu, sementara unit satu kamar tidur memiliki program cicilan Rp170 ribu selama 15 bulan awal.

Proyek ini dimulai sejak Juli 2025 dan secara resmi diluncurkan pada Maret 2026 melalui skema pre-selling. Dalam waktu singkat, lebih dari 1.500 unit terjual, menjadikannya salah satu model yang dapat diadopsi secara nasional untuk mendukung percepatan program perumahan pemerintah.

Lokasi Strategis dan Kebutuhan Hunian

Purwakarta dinilai memiliki posisi strategis di antara Jakarta dan Bandung, serta dikelilingi kawasan industri yang menyediakan ribuan lapangan kerja. Faktor ini meningkatkan kebutuhan hunian bagi pekerja di daerah tersebut. HWB Purwakarta hadir sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan ini.

Proyek investasi senilai Rp1,5 triliun ini juga diproyeksikan menciptakan lebih dari 3.000 lapangan kerja pada pertengahan 2026. Mayoritas material dan tenaga kerja berasal dari dalam wilayah Jawa Barat, sehingga memberikan dampak langsung bagi ekonomi lokal.

Kolaborasi dan Dukungan

Proyek ini merupakan hasil kerja sama antara HWB Group, Lippo Cikarang, dan pengembang lokal Iwang Prejadi. Sinergi antar-pihak ini dianggap sebagai contoh pemberdayaan pengusaha daerah dalam pembangunan skala besar.

Ketut Wijaya, perwakilan Lippo Cikarang, mengapresiasi kolaborasi ini sebagai model kerja sama yang berdampak luas. “Kami bangga dapat berkontribusi dalam menghadirkan solusi perumahan yang nyata bagi masyarakat,” katanya.

Iwang Prejadi menyampaikan rasa syukur atas dukungan pemerintah, pemerintah daerah, dan Lippo. “Ini adalah kesempatan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat,” ujarnya.

Dukungan Pemimpin Daerah

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, menyebut Purwakarta siap menjadi contoh pengembangan perumahan berbasis kebutuhan masyarakat. “Ini adalah pembangunan yang tidak hanya membangun rumah, tetapi membangun kehidupan dan masa depan masyarakat Jawa Barat,” tuturnya.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau kerap disapa Om Zein, juga menegaskan dukungan penuh terhadap proyek tersebut. “Ini membawa manfaat nyata, seperti lapangan kerja, investasi, dan harapan baru bagi masyarakat Purwakarta,” ujarnya.

Respon Masyarakat

Respon positif juga datang dari warga setempat. Ina Tiya, seorang pekerja pabrik, mengaku tidak pernah membayangkan bisa memiliki rumah sendiri dengan harga terjangkau. Perspektif serupa diungkapkan Sunarsih dan Talita Yulia Fadila, yang melihat proyek ini sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas hidup.