Kunjungan Penting: Lebanon bicarakan gencatan senjata langsung dengan Israel
Lebanon bicarakan gencatan senjata langsung dengan Israel
Istanbul – Duta Besar Lebanon Nada Hamadeh dan Duta Besar Israel Yechiel Leiter mengadakan pertemuan pertama dalam rangka negosiasi gencatan senjata langsung yang dimediasi Amerika Serikat. Pemangku kebijakan Lebanon, Youssef Raggi, menyatakan bahwa jalur ini merupakan pendekatan baru yang terpisah dari perundingan antara AS dan Iran. Raggi, dalam wawancara di X pada Selasa (14/4), menegaskan bahwa negosiasi dilakukan oleh negara Lebanon sendiri.
“Hanya Lebanon yang memiliki wewenang untuk berdiskusi atas nama negara tersebut,” ujar Raggi. “Prinsip kedaulatan nasional akan menjadi inti dari diplomasi dengan Israel.”
Perundingan berlangsung di tengah serangan terus-menerus yang dilancarkan Israel ke wilayah selatan Lebanon, khususnya terhadap anggota Hizbullah. Lebanon berharap melalui proses ini dapat mencapai kesepakatan gencatan senjata, kata Raggi. Selama ini, konflik antara Lebanon dan Israel telah berlangsung lebih dari tiga dekade.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang juga bertindak sebagai penasihat keamanan nasional Presiden Donald Trump, hadir bersama delegasi lain termasuk Michel Issa, Duta Besar AS untuk Lebanon, dan Michael Needham serta Mike Waltz. Dalam sesi tersebut, para delegasi dari kedua pihak mengupas langkah-langkah untuk memperbaiki hubungan bilateral.
Presiden Lebanon optimis
Presiden Lebanon Joseph Aoun mengungkapkan harapan agar pertemuan ini menjadi tanda awal dari akhir penderitaan rakyat Lebanon, terutama di wilayah selatan. Aoun mengatakan stabilitas wilayah tidak akan tercapai jika pasukan Israel masih bertindak secara independen.
“Solusi satu-satunya adalah kembalinya tentara Lebanon hingga garis batas internasional dan tanggung jawab penuh atas keamanan serta keselamatan penduduk wilayah tersebut,” kata Aoun saat bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Italia Luciano Portolano.

