Kemenkes Gaza: WHO akan hentikan pasokan solar ke 20 rumah sakit
Daftar Isi
Pasokan Solar untuk Fasilitas Kesehatan Gaza Terancam Berhenti
Menggalangkebaikan.com – Lebih dari 20 rumah sakit dan pusat layanan kesehatan di Gaza menghadapi ancaman krisis baru setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) disebut akan menghentikan distribusi solar mulai 19 September. Keputusan itu dikaitkan dengan keterbatasan pendanaan, ketika fasilitas medis di wilayah tersebut sangat bergantung pada generator untuk mempertahankan pelayanan penting.
Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Bursh, menyatakan penghentian pasokan tersebut dapat membawa dampak langsung terhadap layanan yang menyelamatkan nyawa. Dalam kondisi pemadaman listrik yang berkepanjangan, bahan bakar bukan sekadar kebutuhan operasional, melainkan penopang utama bagi peralatan medis dan unit perawatan kritis.
“WHO telah menyampaikan bahwa pasokan solar bagi lebih dari 20 rumah sakit dan pusat kesehatan akan dihentikan pada 19 September karena dana yang tersedia tidak mencukupi,” kata Bursh.
Hingga saat pernyataan itu disampaikan, WHO belum memberikan tanggapan langsung mengenai keputusan yang dikemukakan Kementerian Kesehatan Gaza. Organisasi tersebut dalam beberapa bulan terakhir memang telah menyuarakan kekhawatiran atas menyusutnya pembiayaan bagi kegiatan dan program kemanusiaannya.
Generator Menjadi Penopang Utama Rumah Sakit
Di Gaza, generator listrik memegang peranan yang sangat menentukan bagi kelangsungan kerja rumah sakit. Fasilitas-fasilitas itu telah menghadapi pemadaman total selama tiga tahun berturut-turut sejak perang genosida Israel dimulai pada Oktober 2023. Tanpa pasokan listrik reguler, generator digunakan untuk menyalakan ruang operasi, peralatan pemantauan pasien, ventilator, instalasi oksigen, serta berbagai perangkat lain yang tidak dapat berhenti bekerja.
Bursh menekankan bahwa solar yang tersisa di wilayah tersebut nyaris tidak mencukupi untuk menjaga fasilitas kesehatan tetap berfungsi. Gangguan distribusi bahan bakar berisiko segera memengaruhi pasien dengan kebutuhan perawatan paling mendesak, termasuk bayi yang dirawat dalam inkubator, pasien dialisis, korban luka, dan penderita penyakit kronis.
“Bila bahan bakar dihentikan, persoalannya bukan hanya generator yang padam. Ruang operasi dan perawatan intensif dapat ditutup, ventilator serta sistem oksigen terganggu, dan nyawa bayi dalam inkubator, pasien dialisis, korban luka, maupun pasien kronis berada dalam bahaya,” ujar Bursh.
Dampak krisis energi juga meluas melampaui gedung rumah sakit. Layanan ambulans dapat kehilangan kemampuan beroperasi secara memadai, sementara rantai dingin yang dibutuhkan untuk penyimpanan obat dan vaksin turut terancam. Rantai dingin diperlukan agar produk medis tertentu tetap berada pada suhu yang aman hingga dapat digunakan oleh pasien.
Bursh menggambarkan situasi tersebut sebagai ancaman nyata yang dapat mendorong rumah sakit menuju penutupan menyeluruh. Ia menyebut terhentinya bahan bakar bagi fasilitas medis sebagai bentuk “pembunuhan senyap” terhadap pasien yang tengah berada di tempat tidur mereka.
Kekurangan Minyak dan Suku Cadang Memperburuk Kondisi
Tekanan terhadap sistem kesehatan Gaza telah terlihat sebelum pengumuman mengenai pasokan solar itu. Kementerian Kesehatan Gaza pada Minggu menyatakan sejumlah generator berhenti bekerja dalam beberapa hari terakhir akibat kekurangan minyak, komponen pengganti, dan bahan bakar yang memadai.
“Sejumlah generator telah berhenti dalam beberapa hari terakhir karena minyak, suku cadang, serta bahan bakar yang tersedia tidak memadai,” demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Gaza.
Kekurangan minyak generator semakin menyulitkan rumah sakit untuk menyediakan listrik bagi kebutuhan sehari-hari. Ketika satu generator gagal beroperasi, beban dapat berpindah ke unit lain yang juga memiliki keterbatasan bahan bakar dan usia pakai. Kondisi ini membuat keberlanjutan layanan medis vital semakin rapuh.
Pasokan bahan bakar ke Gaza turut dipengaruhi pembatasan di titik-titik perlintasan. Perlintasan Kerem Shalom antara Gaza dan Israel telah ditutup Israel sejak Oktober 2023. Sementara itu, Israel menguasai secara militer perlintasan Rafah di perbatasan Gaza-Mesir sejak Mei 2024.
Setelah perkembangan tersebut, kedua perlintasan hanya dibuka secara terbatas. Akses itu mencakup pergerakan puluhan pasien, korban luka, dan warga yang kembali ke Gaza, serta masuknya bantuan kemanusiaan, bantuan darurat, dan pasokan medis dalam jumlah terbatas.
Seruan untuk Menjaga Layanan Medis
Kementerian Kesehatan Gaza meminta WHO, negara-negara donor, dan komunitas internasional segera mengambil langkah untuk memastikan pengiriman bahan bakar dan minyak tetap berjalan. Permintaan itu juga mencakup jaminan agar pasokan dapat tiba secara aman, cukup, dan berkelanjutan di seluruh fasilitas kesehatan di Gaza.
Kantor media pemerintah Gaza berulang kali menyatakan Israel belum memenuhi kewajiban dalam perjanjian gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025. Dalam kesepakatan tersebut, bantuan serta bahan bakar dalam jumlah yang disetujui seharusnya dapat masuk untuk memenuhi kebutuhan sektor-sektor vital di wilayah kantong itu.
Situasi rumah sakit mencerminkan dampak luas perang terhadap infrastruktur sipil Gaza. Sejak perang genosida Israel terhadap Gaza dimulai pada 8 Oktober 2023, lebih dari 73.000 warga Palestina telah tewas dan lebih dari 174.000 lainnya terluka. Sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut juga dilaporkan telah hancur.
Dalam keadaan seperti ini, pasokan solar menjadi unsur yang menentukan apakah layanan kesehatan dasar tetap dapat dijalankan. Bagi pasien yang memerlukan bantuan pernapasan, operasi darurat, dialisis, atau perawatan neonatal, gangguan listrik dapat berubah dari persoalan logistik menjadi risiko langsung terhadap keselamatan jiwa.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kemenkes Gaza?
Kemenkes Gaza is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kemenkes Gaza matter?
Kemenkes Gaza matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.