Key Issue: Era populasi menua, lansia diajak paham literasi keuangan

Screenshot-2026-07-03-001059

Era Populasi Menua, Lansia Diajak Paham Literasi Keuangan

Kegiatan Kolaborasi DBS Foundation dan Langit Bumi Pertiwi di Depok

Key Issue – Kamis (2/7), sebuah acara bertajuk “People of Purpose: Together for the Golden Age” diadakan di Depok, Jawa Barat, yang turut melibatkan 120 orang lansia. Acara ini dirancang sebagai upaya memperkaya pengalaman para lansia melalui berbagai kegiatan, seperti interaksi kreatif dengan relawan, latihan fisik, serta pembelajaran tentang literasi keuangan. Dengan demografi Indonesia yang terus berubah, program ini bertujuan untuk membantu lansia menghadapi tantangan baru di era populasi menua.

Langit Bumi Pertiwi dan DBS Foundation menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen mereka untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, banyak lansia menghadapi kesulitan dalam mengelola keuangan. Dengan memahami literasi keuangan, mereka diharapkan dapat lebih mandiri dan siap menghadapi perubahan kehidupan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk membangun komunitas yang lebih inklusif, di mana lansia tidak hanya diberikan pengetahuan, tetapi juga didorong untuk berpartisipasi aktif.

“Kami ingin mengajak lansia memahami pentingnya literasi keuangan agar mereka mampu mengatur dana pribadi dengan lebih baik, bahkan di usia lanjut,” kata salah satu relawan dalam program tersebut. Acara ini juga mencakup elemen kreativitas untuk mengurangi rasa kesepian dan meningkatkan keterlibatan lansia dalam lingkungan sosial.

Dalam sesi interaksi kreatif, para lansia dibimbing relawan untuk membuat karya seni dari bahan daur ulang. Aktivitas ini bertujuan melatih keterampilan baru, memperluas wawasan, dan meningkatkan rasa percaya diri. Sementara itu, latihan fisik disusun secara ringan dan disesuaikan dengan kemampuan fisik peserta, termasuk gerakan yang menguntungkan kesehatan jantung dan otot. “Dengan program seperti ini, lansia bisa tetap sehat dan aktif,” tambah relawan lainnya.

Di sisi lain, sesi literasi keuangan berupa diskusi interaktif tentang pengelolaan uang, tabungan, serta manfaat investasi sederhana. Materi ini disampaikan oleh para ahli keuangan yang terlibat dalam program, yang memastikan penjelasan jelas dan mudah dipahami. “Saya belajar cara mengatur uang saya lebih baik. Ini sangat berguna,” kata salah satu peserta setelah acara berakhir.

Sebagai latar belakang, Indonesia sedang menghadapi pergeseran demografi yang signifikan. Dengan meningkatnya usia rata-rata penduduk, lansia menjadi bagian penting dari populasi. Namun, banyak dari mereka kurang memahami konsep keuangan modern, seperti investasi, asuransi, atau pengelolaan dana pensiun. Program ini bertujuan mengatasi masalah tersebut dengan pendekatan holistik, yang menggabungkan pendidikan, kesehatan, dan sosial.

Kolaborasi antara DBS Foundation dan Langit Bumi Pertiwi dianggap sebagai langkah strategis dalam merespons tantangan era populasi menua. Kedua organisasi ini memiliki visi yang selaras, yaitu memastikan lansia tidak hanya hidup harmonis dengan usia mereka, tetapi juga berperan aktif dalam masyarakat. “Kami percaya bahwa lansia adalah sumber daya yang sangat berharga, dan literasi keuangan adalah kunci untuk mengoptimalkan potensi mereka,” jelas perwakilan DBS Foundation.

Sejumlah data menunjukkan bahwa jumlah lansia di Indonesia akan terus meningkat hingga tahun 2050. Hal ini memerlukan perhatian khusus dari pemerintah dan masyarakat. Kegiatan seperti ini berperan penting dalam memberikan kesadaran dan keterampilan finansial yang diperlukan bagi lansia. “Program ini tidak hanya membantu lansia, tetapi juga memperkaya wawasan generasi muda tentang pentingnya keuangan,” tambah relawan yang hadir dalam acara.

Sebagai bentuk penguatan, program ini juga melibatkan partisipasi masyarakat lokal. Masyarakat diharapkan menjadi mitra dalam membangun lingkungan yang mendukung kesejahteraan lansia. “Kami ingin menciptakan keterlibatan yang lebih luas, sehingga lansia tidak hanya menjadi penerima, tetapi juga pengambil bagian aktif dalam proses pembelajaran,” kata perwakilan Langit Bumi Pertiwi.

Di samping itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk menyoroti pentingnya pendidikan keuangan sejak dini. Dengan menanamkan kesadaran finansial di kalangan lansia, program ini berkontribusi pada pengurangan risiko keuangan di masa depan. “Kami ingin mengubah persepsi bahwa lansia hanya butuh perawatan, tetapi juga perlu dukungan pengetahuan finansial,” kata salah satu peserta acara.

Program “People of Purpose: Together for the Golden Age” di Depok menjadi contoh nyata bagaimana komunitas dan organisasi dapat bekerja sama dalam menciptakan solusi untuk tantangan sosial. Dengan berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan lansia, acara ini tidak hanya memberikan manfaat langsung, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kemandirian finansial di usia lanjut.

Harapan utama dari kegiatan ini adalah menginspirasi lansia untuk terus belajar dan berkembang. “Saya merasa lebih percaya diri dalam mengelola uang saya. Ini mengajarkan saya hal-hal baru yang sangat bermanfaat,” ujar salah satu peserta. Dengan demikian, program ini menjadi batu loncatan untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Di era populasi menua, pemahaman literasi keuangan menjadi aspek kritis dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Acara seperti ini memberikan kesempatan bagi lansia untuk mengembangkan kemampuan yang mungkin terabaikan seiring bertambahnya usia. Dengan pendekatan kreatif dan interaktif, partisipasi lansia terhadap pembelajaran finansial meningkat, sehingga mereka dapat menghadapi tantangan di masa depan dengan lebih siap.

Kolaborasi antara DBS Foundation dan Langit Bumi Pertiwi menunjukkan bahwa pendekatan multidisiplin sangat efektif dalam mengatasi masalah demografi. Dengan menggabungkan aspek kreativitas, kesehatan, dan pendidikan keuangan, acara ini memberikan dampak yang lebih luas dari sekadar pemberian informasi. “Kami ingin menciptakan ruang yang nyaman dan menarik bagi lansia untuk belajar dan berinteraksi,” tambah perwakilan program tersebut.

Dengan jumlah lansia yang terus bertambah, program seperti ini perlu diadakan secara rutin untuk memastikan kebutuhan mereka terpenuhi. Selain itu, peningkatan literasi keuangan juga dapat berkontribusi pada pengurangan beban ekonomi keluarga lansia, serta memperkuat ekonomi lokal. Kegiatan di Depok menjadi awal dari upaya-upaya yang lebih luas, di mana keterampilan finansial menjadi alat untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi lansia.

Sebagai bagian dari komunitas dan masyarakat, lansia tidak hanya berperan sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai bagian dari solusi. Program ini membuka peluang bagi lansia untuk berkontribusi dalam pengembangan ekonomi dan sosial. “Lansia adalah bagian dari kemajuan bangsa, dan kami ingin memberikan mereka alat untuk menciptakan dampak positif,” kata perwakilan DBS Foundation.