Panglima pastikan TNI AL akan bantu pemerintah perkuat stok kedelai

khrisna-edit-1784288346-ba0e64a097

TNI AL Perkuat Ketahanan Pangan Nasional Lewat Pengembangan Lahan Kedelai

Panglima pastikan TNI AL akan bantu – Jakarta — Komando Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) berkomitmen penuh untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ketersediaan kedelai di dalam negeri. Langkah strategis ini diambil melalui pengelolaan lahan pertanian yang telah disiapkan di berbagai lokasi strategis. Jenderal TNI Agus Subiyanto, sebagai Panglima TNI, menegaskan bahwa seluruh jajaran TNI AL akan berperan aktif dalam upaya tersebut.

Menurut penjelasan yang disampaikan oleh Panglima TNI, pendekatan yang dilakukan TNI AL adalah dengan memanfaatkan lahan-lahan yang ada untuk diubah menjadi kawasan pertanian kedelai. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian pangan bangsa sekaligus menurunkan tingkat ketergantungan terhadap impor produk kedelai dari luar negeri. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Jenderal Agus saat memberikan paparan resmi di hadapan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subiyanto.

Capaian dan Target Produksi Kedelai

Dalam paparannya di depan kepala negara, Panglima TNI menguraikan detail pencapaian yang telah diraih oleh TNI AL. Hingga saat ini, angkatan laut telah mengelola lahan seluas 2.432 hektare yang dialokasikan khusus untuk penanaman kedelai. Lahan-lahan tersebut tersebar di beberapa wilayah di seluruh Indonesia, menunjukkan komitmen yang luas dan terkoordinasi.

“TNI Angkatan Laut mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan total produksi 3.676 ton tersebar di enam wilayah dengan kontribusi sebesar 0,35 persen terhadap target produksi kedelai nasional tahun 2026,” kata Agus.

Meskipun capaian tersebut telah menunjukkan hasil positif, namun menurut Panglima TNI, angka tersebut masih belum optimal. Oleh karena itu, TNI AL memutuskan untuk membuka lahan tambahan sebagai langkah penguatan program. Lahan baru yang dibuka memiliki total luas mencapai 3.110 hektare dan tersebar di tujuh wilayah berbeda di Indonesia.

Manajemen dan Estimasi Hasil Panen

Lahan-lahan yang telah dikembangkan tersebut dikelola secara langsung oleh prajurit-prajurit TNI AL yang ditempatkan di setiap markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral). Penempatan prajurit di setiap daerah memastikan bahwa pengelolaan lahan berjalan efektif dan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Setiap Kodaeral bertanggung jawab penuh atas lahan yang menjadi wilayah kerjanya.

“Estimasi panen mencapai 5.287 ton,” kata Agus.

Panglima TNI juga memastikan bahwa seluruh jajaran TNI AL akan mengelola lahan-lahan tersebut dengan maksimal. Tujuannya adalah untuk menghasilkan produk kedelai yang berkualitas tinggi dan memenuhi standar kebutuhan nasional. Kualitas produk menjadi prioritas utama dalam setiap tahap pengelolaan, mulai dari penanaman hingga panen.

Dengan adanya berbagai upaya yang telah dan sedang dilakukan, Jenderal Agus berharap TNI AL dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pemerintah pusat. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat cadangan kedelai nasional yang menjadi salah satu komoditas pangan strategis bagi rakyat Indonesia. Program ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang untuk mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan dan mandiri.

Acara Panen Raya Serentak yang menjadi momen penyampaian paparan tersebut dilaksanakan di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur pada hari Jumat. Kehadiran Presiden Prabowo Subiyanto dalam acara tersebut menunjukkan tingkat kepentingan program kedelai bagi pemerintah saat ini. Melalui kolaborasi antara TNI AL dan berbagai pihak terkait, Indonesia diharapkan dapat mengurangi defisit kedelai dan meningkatkan swasembada pangan di masa depan.