PBB: Warga sipil Palestina terus hadapi aktivitas militer di Gaza

khrisna-edit-1784288086-388b83abc3

Laporan PBB: Situasi Kemanusiaan di Gaza dan Tepi Barat Memerlukan Perhatian Intensif

PBB – Perserikatan Bangsa-Bangsa menyampaikan peringatan penting mengenai kondisi warga sipil Palestina yang semakin memburuk. Berdasarkan data terbaru yang dirilis pada Kamis, 16 Juli, aktivitas militer yang terus berlangsung di Jalur Gaza telah memicu gelombang pengungsian besar-besaran. Sementara itu, di wilayah Tepi Barat, kekerasan yang dilakukan oleh pemukim Israel menjadi faktor dominan yang menyebabkan luka-luka di kalangan penduduk Palestina.

Dampak Aktivitas Militer terhadap Warga Gaza

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menjelaskan bahwa masyarakat Gaza saat ini menanggung beban terberat dari serangkaian operasi militer yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pengungsian paksa yang terjadi berulang kali telah mengganggu kehidupan sehari-hari ratusan ribu orang. Program Pangan Dunia (WFP) pada Rabu, 15 Juli, menyoroti bahwa setiap kali warga dipaksa meninggalkan rumah mereka, mereka menghadapi risiko kehilangan akses terhadap layanan dasar serta bantuan kemanusiaan yang selama ini menjadi penopang hidup mereka.

Sebagai respons terhadap krisis tersebut, OCHA melaporkan bahwa dalam periode 12 hari pertama bulan ini, badan-badan PBB bersama mitra-mitranya telah berhasil menyalurkan bantuan pangan umum kepada lebih dari 250.000 orang. Distribusi bantuan ini dilakukan melalui 36 lokasi yang tersebar di berbagai wilayah Gaza untuk memastikan jangkauan yang lebih luas.

Selain bantuan pangan, upaya untuk mendukung sektor pertanian juga terus digalakkan. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) pada Kamis mengumumkan peningkatan program bantuan tunainya. Program ini dirancang untuk membantu 1.500 petani Palestina mengolah lahan pertanian mereka di seluruh Jalur Gaza selama musim tanam 2026. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi ketahanan pangan masyarakat.

“Hal ini akan membantu para petani menghasilkan cukup sayuran segar untuk lebih dari 100.000 orang dan meningkatkan akses terhadap pangan bergizi bagi masyarakat rentan,” kata FAO.

Bantuan Pendidikan untuk Anak-Anak Palestina

Di sisi lain, OCHA juga menekankan pentingnya menjaga kelangsungan pendidikan bagi generasi muda. Mitra-mitra kemanusiaan terus mendistribusikan perlengkapan belajar dan mengajar kepada para siswa serta guru selama pekan pertama Juli. Upaya ini bertujuan untuk memastikan anak-anak tetap dapat mengikuti kegiatan belajar meskipun dalam situasi sulit.

OCHA menjelaskan bahwa lebih dari 5.440 paket perlengkapan belajar telah disiapkan. Paket-paket tersebut mencakup buku tulis, spidol, dan pensil yang akan membantu sekitar 217.600 anak perempuan dan laki-laki dalam kegiatan belajar musim panas. Kegiatan belajar ini telah dimulai pada Sabtu, 11 Juli, dan diharapkan dapat berjalan lancar hingga akhir musim panas.

Kekerasan Pemukim di Tepi Barat

Sementara itu, situasi di Tepi Barat juga menunjukkan perkembangan yang perlu diperhatikan. OCHA memimpin delegasi tingkat tinggi untuk mengunjungi Desa Deir Nidham di Kegubernuran Ramallah. Dalam kunjungan tersebut, para peserta bertemu langsung dengan keluarga-keluarga Palestina yang terdampak oleh kekerasan pemukim Israel serta ekspansi pos-pos permukiman di wilayah tersebut.

Delegasi tersebut mendengarkan secara langsung dari masyarakat terdampak mengenai berbagai risiko yang dihadapi oleh keluarga-keluarga Palestina. Mereka juga memahami dampak kemanusiaan yang dialami dalam kehidupan sehari-hari maupun mata pencaharian mereka. Data menunjukkan bahwa serangan oleh pemukim Israel menjadi salah satu penyebab utama warga Palestina menderita luka-luka di Tepi Barat. Angka ini menyumbang 55 persen dari seluruh kasus luka-luka pada tahun 2026.

OCHA kembali menegaskan bahwa warga Palestina di Tepi Barat harus dilindungi sesuai dengan ketentuan hukum humaniter internasional. Perlindungan ini mencakup hak-hak dasar mereka untuk hidup aman, bebas dari kekerasan, dan memiliki akses terhadap layanan-layanan penting yang dibutuhkan.