New Policy: Kemendagri: Kompetisi Damkar uji kesiapan personel di lapangan

Kemendagri: Kompetisi Damkar Uji Kesiapan Personel di Lapangan

New Policy – Kota Palembang menjadi tempat penyelenggaraan National Firefighter Skill Competition (NFSC) Tahun 2026, yang dihadiri oleh perwakilan petugas pemadam kebakaran dari berbagai wilayah di Indonesia. Dalam acara tersebut, Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal Zakaria Ali, menegaskan bahwa kompetisi ini bertujuan untuk menguji kemampuan petugas damkar dalam menghadapi situasi darurat di lapangan. “Kemampuan teknis menjadi fokus utama. Petugas damkar bertugas menyelamatkan masyarakat dengan prinsip utama: menjaga keamanan diri sendiri sambil memastikan keselamatan orang lain. Skill harus tinggi, akurat, dan dipertimbangkan secara matang agar tercipta zero risk dan zero accident,” jelas Safrizal dalam pernyataannya di Jakarta, Rabu (29/4).

Event Meriah dan Khidmat

Kegiatan yang diakhiri dengan babak final serta upacara pengangkatan bendera berlangsung dalam suasana yang penuh semangat dan khidmat di pelataran Benteng Kuto Besak, Kota Palembang. Acara ini menjadi ajang pertunjukan profesionalisme para tim pemadam kebakaran, yang menghadirkan performa luar biasa dan menegaskan komitmen mereka untuk menjaga keamanan masyarakat. Sebelum mencapai babak utama, enam tim terbaik dari berbagai kategori perlombaan melewati babak penyisihan yang ketat, menunjukkan dedikasi tinggi dalam mengikuti kompetisi nasional ini.

Sebagai tuan rumah, Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, memberikan apresiasi besar kepada Kemendagri atas kepercayaan yang diberikan. “Kompetisi ini menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas layanan publik, khususnya bagi Damkar Kota Palembang agar terus belajar dari tim lain. Nama Damkar selalu terkenang dalam hati masyarakat Indonesia,” tutur Ratu Dewa. Ia menambahkan bahwa acara ini diadakan di tengah suasana hangat yang menyambut hari jadi Kota Palembang ke-1343 pada bulan Juni, sehingga menjadi momen penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan petugas penyelamatan.

Proses Seleksi dan Kategori Kompetisi

Kompetisi NFSC 2026 menghadirkan serangkaian ujian yang ketat, melibatkan ratusan aparatur pemadam kebakaran dari seluruh penjuru tanah air. Setelah melewati tahap penyisihan, enam tim terpilih berhasil melaju ke babak final, dengan masing-masing representasi dari daerah berbeda. Tim-tim ini bersaing dalam tiga kategori utama: Hose Laying, Survival, dan Ladder Pitching. Kategori Hose Laying menguji kecepatan dan presisi dalam mengatur alat pemadam, sedangkan Survival menilai ketahanan mental dan strategi tindakan dalam kondisi kritis. Di sisi lain, Ladder Pitching menguji keterampilan teknis dalam penggunaan alat seperti pemadam berupa tangga.

Di kategori Hose Laying, para peserta melibatkan perwakilan Kota Bekasi 1, Kota Makassar, Kota Bekasi 2, Kota Bandung, Kota Padang, dan Kabupaten Kebumen. Kategori ini meminta peserta untuk menunjukkan kemampuan operasional yang cepat dan andal. Sementara itu, dalam kategori Survival, tim dari Kota Makassar, Kabupaten Banjar, Kota Bekasi 1, Kota Surabaya, Kota Jambi 1, dan Kota Padang bersaing ketat, menunjukkan kemampuan dalam menghadapi situasi darurat secara strategis. Pada kategori Ladder Pitching, peserta dari Kota Bekasi 1, Kota Bandung, Kabupaten Bogor 1, Kota Bekasi 2, Kabupaten Bogor 2, serta Provinsi Kalimantan Selatan menampilkan teknik yang presisi dan penuh konsentrasi.

Hasil dan Juara Umum

Sebagai hasil akhir, Kompetisi NFSC 2026 menghasilkan pemenang di setiap kategori. Dalam kategori Hose Laying, juara pertama diraih oleh Kota Bekasi 1, diikuti oleh Kota Bandung dan Kabupaten Bogor 1. Kategori Survival berakhir dengan kemenangan Kota Makassar, disusul Kabupaten Banjar dan Kota Bekasi 2. Sementara itu, di kategori Ladder Pitching, Kota Bekasi 1 kembali menjadi pemenang, dianggap lebih unggul dibandingkan Kota Bandung dan Kota Padang. Dengan begitu, Kota Bekasi 1 memperoleh gelar juara umum NFSC 2026.

Penilaian dewan juri dalam acara ini menjadi penentu keberhasilan masing-masing tim. Safrizal Zakaria Ali menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan dan sarana prasarana (sarpras) Damkar di seluruh Indonesia, termasuk relawan pemadam. “Damkar harus terus meningkatkan kapasitasnya, baik dari segi keterampilan maupun peralatan. Mereka menjadi penyelamat masyarakat, yang memiliki peran vital dalam menjaga keselamatan bangsa,” ujarnya. Kehadiran NFSC juga diharapkan mendorong kerja sama antar daerah dan memperkuat standar pelayanan minimal (SPM) sub-urusan kebakaran.

Nilai Kompetisi bagi Masyarakat

Kompetisi NFSC Tahun 2026 tidak hanya menjadi ajang untuk menilai kemampuan teknis petugas damkar, tetapi juga memperkuat citra institusi sebagai penyelamat di tengah masyarakat. Safrizal menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi cerminan dari profesionalisme dan kesiapan petugas pemadam kebakaran. “Kemendagri berkomitmen untuk meningkatkan kemampuan seluruh petugas Damkar, agar mereka bisa memberikan layanan yang optimal dan selamat dalam setiap kesempatan,” katanya.

Sebagai penyelenggara, Kota Palembang menampilkan atmosfer yang menarik dan memperlihatkan kemampuan lokal dalam menghadapi tantangan kompetisi nasional. Ratu Dewa mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Damkar Kota Palembang, menyatakan bahwa acara ini menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi petugas di daerah tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memperluas kualifikasi dan memberikan pengalaman baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada warga.

Penutup dan Harapan Masa Depan

Kemendagri menyatakan bahwa NFSC 2026 adalah salah satu bentuk kegiatan untuk memastikan bahwa seluruh petugas damkar memiliki kapasitas yang sejalan dengan standar nasional. “Kompetisi ini akan menjadi fondasi untuk mendorong peningkatan kualitas layanan di masa depan, serta membangun komunitas pemadam kebakaran yang lebih solid dan profesional,” pungkas Safrizal. Ia menutup pernyataannya dengan salam, “Salam Yudha Brama Jaya,” yang menjadi penegasan komitmen Kemendagri terhadap keberlanjutan program kebencanaan di Indonesia.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, NFSC 2026 diharapkan menjadi model keberhasilan bagi kompetisi serupa di masa depan. Dengan peningkatan keterampilan dan sarpras, petugas damkar akan mampu merespons berbagai jenis kejadian darurat secara efektif. Selain itu, acara ini juga menjadi platform untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya sistem pemadam kebakaran yang handal dan responsif. Melalui kegiatan seperti NFSC, Kemendagri berharap bisa menciptakan lingkungan yang aman dan terjamin bagi seluruh rakyat Indonesia.

Kualitas Layanan Publik dan Dukungan Pemerintah Daerah

Kompetisi NFSC Tahun 2026 bukan hanya mengevaluasi kemampuan petugas damkar, tetapi juga menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas layanan publik. Dengan adanya acara ini, pihak berwenang diharapkan mendorong investasi dalam peralatan dan pelatihan untuk memastikan keberhasilan operasi pemadam kebakaran. Ratu Dewa menyatakan bahwa Kota Palembang siap menjadi contoh dalam memperkuat keberadaan Damkar, serta menunjukkan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh upaya meningkatkan kesiapan darurat di wilayahnya.

Hasil kompetisi juga memberikan gambaran tentang keunggulan beberapa daerah dalam masing-masing kategori. Kota Bekasi 1 menjadi juara utama dalam kategori Hose L