Anwar titip pesan jaga gotong royong saat pamit dari Pemkot Jaksel

effc45b3-f6e5-4d02-8e73-dd85b1b3ca6c-0

Anwar Titip Pesan Jaga Gotong Royong Saat Pamit dari Pemkot Jaksel

Anwar titip pesan jaga gotong royong – Di tengah perayaan akhir masa jabatannya, Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar mengimbau kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan jajaran pemerintahan untuk terus memperkuat semangat gotong royong. Pernyataan ini disampaikannya di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (15/4), saat berpamitan dari jabatannya. “Apa pun hal baik yang pernah saya tanamkan, mohon dilanjutkan terus. Jaga selalu kebersamaan, semangat gotong royong, termasuk kemitraan dengan rekan-rekan media,” kata Anwar dalam sambutan yang diucapkan di hadapan ribuan pegawai. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan masyarakat serta media massa tetap menjadi fondasi penting dalam membangun wilayah tersebut.

Kerja Sama yang Dikenang

Dalam pidatonya, Anwar mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan dan kerja sama yang telah dijalin selama menjabat. “Bapak ibu yang saya cintai dan banggakan, hari ini menjadi langkah terakhir saya di tengah keluarga Pemkot Jakarta Selatan sebagai wali kota,” ujarnya. Ia menyebut bahwa Jakarta Selatan bukan hanya lingkungan kerja, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupannya sehari-hari. “Bagi saya, Jakarta Selatan tidak sekadar tempat bekerja dan mengabdi, tetapi sudah seperti rumah. Semua di sini sudah saya anggap sebagai keluarga,” tambah Anwar, yang menunjukkan perasaan personal dalam perpamitan ini.

“Pak Anwar bukan sekadar sosok pemimpin. Beliau adalah orang tua, senior, dan abang bagi kami. Banyak teladan serta ilmu yang beliau ajarkan,”

ucap Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murtadho, yang turut hadir dalam acara tersebut. Ali menegaskan bahwa Anwar tidak hanya memimpin secara administratif, tetapi juga membentuk lingkungan kerja yang harmonis dan penuh kepercayaan. Bagi Ali, kehadiran Anwar selama masa kepemimpinannya membawa dampak positif pada dinamika kelembagaan dan hubungan sosial antarpegawai.

Rotasi dan Promosi Pejabat

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno melakukan pelantikan 11 pejabat tinggi pratama dalam rangka rotasi dan promosi jabatan. Acara ini diadakan di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (15/4). Masa efektif jabatan para pejabat beragam, mulai dari mulai berlaku sejak pelantikan hingga 1 Agustus 2026. Ada satu pejabat yang menunggu pengangkatan sebagai fungsional utama. Dalam pelantikan ini, Syafrin Liputo ditunjuk sebagai Wali Kota Kota Administrasi Jakarta Selatan, setelah sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta. Sementara itu, Ali Murtadho diangkat sebagai Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Barat, menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Anwar.

Komitmen Gotong Royong dalam Pemimpinan

Gotong royong dianggap Anwar sebagai nilai inti yang perlu dipertahankan meskipun ia telah pensiun dari jabatannya. Dalam pidatonya, ia membandingkan hubungan antara ASN dan masyarakat dengan kekeluargaan, yang sejatinya menjadi prinsip utama dalam pembangunan wilayah. “Kebersamaan dan kolaborasi tidak hanya berlaku di lingkungan kerja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Anwar. Ia menekankan bahwa semangat gotong royong tidak bisa dipisahkan dari visi pembangunan Jakarta Selatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai mantan wali kota, Anwar menyadari bahwa peran ASN sangat vital dalam menjaga konsistensi program pemerintahan. Ia berharap mereka tetap menjaga kemitraan dengan media sebagai sarana transparansi dan komunikasi yang efektif. “Media adalah mitra penting dalam memperkuat kepercayaan publik,” imbuhnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Anwar sadar akan peran media dalam memantau dan mendukung tugas pemerintah. Dengan meninggalkan posisi tersebut, ia menitipkan harapan agar kebersamaan yang terjalin selama ini tidak terganggu.

Pengaruh Pemimpinan Anwar

Ali Murtadho, yang sekarang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Jakarta Barat, mengakui bahwa Anwar memainkan peran yang sangat besar dalam menumbuhkan kebersamaan di Pemkot Jaksel. “Selama masa kepemimpinan Pak Anwar, kami belajar banyak tentang kepemimpinan yang penuh empati dan tanggung jawab,” katanya. Ia menambahkan bahwa Anwar selalu berupaya membangun komunikasi yang terbuka dengan semua pihak, termasuk para rekan media. “Beliau mendorong kami untuk selalu jujur dan terbuka dalam memberikan informasi kepada masyarakat,” ujar Ali, yang menilai kebijakan gotong royong tersebut membawa perubahan positif.

Pelantikan baru ini juga mencerminkan keberlanjutan pola kepemimpinan yang diterapkan selama ini. Syafrin Liputo dan Ali Murtadho dianggap sebagai penerus yang mampu menjaga kesinambungan program-program yang telah berjalan. Dengan perpindahan ini, pemerintah kota berharap dapat terus menghadirkan inovasi dan kinerja yang optimal. Anwar, meski telah berpamitan, tetap optimis bahwa ASN akan tetap menjaga semangat gotong royong sebagai fondasi kerja yang utama.

Kehidupan Sebagai Bagian dari Jakarta Selatan

Anwar mengungkapkan bahwa jabatan sebagai wali kota bukan sekadar tanggung jawab, tetapi juga pengalaman yang membentuk dirinya. Ia menyebut bahwa Jakarta Selatan telah menjadi tempat yang tak hanya berisi pekerjaan, tetapi juga nilai-nilai kehidupan. “Dalam setiap langkah kecil, saya merasakan keberhasilan bersama masyarakat,” ujarnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa selama memimpin, Anwar tidak hanya fokus pada pencapaian administratif, tetapi juga hubungan antarmanusia yang harmonis.

Ali Murtadho mengungkapkan rasa kehilangan terhadap sosok Anwar, yang dinilai sebagai panutan bagi seluruh jajaran Pemkot Jaksel. “Beliau membawa pengaruh besar dalam mengubah cara kerja kita,” katanya. Selain itu, Ali juga menekankan bahwa semangat gotong royong yang diterapkan Anwar menjadi inspirasi bagi seluruh pegawai ASN untuk tetap berkomitmen. Dengan meninggalkan posisinya, Anwar berharap pesan yang diberikan akan terus dihayati oleh para pejabat dan masyarakat Jakarta Selatan.

Acara perpamitan Anwar tidak hanya menjadi ajang penutup jabatan, tetapi juga momentum untuk membangun peran baru. Dengan meninggalkan Pemkot Jaksel, ia berharap kinerja ASN tetap stabil dan berkelanjutan. “Kami akan terus bekerja sama, memperkuat gotong royong, dan memberikan layanan terbaik untuk masyarakat,” pungkas Anwar. Pesan ini diharapkan menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong tidak bisa dipisahkan dari pembangunan daerah yang berkualitas.