Latest Program: OJK sebut perkembangan pasar modal Jatim dalam tren positif

7e6baf84-9324-4305-8220-f042d7cc9bda-0

Perkembangan Pasar Modal Jawa Timur Dinilai OJK dalam Tren Positif

Latest Program – Surabaya, Jawa Timur (ANTARA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur menyatakan bahwa pasar modal di daerah tersebut terus berkembang dalam arah yang membaik. Peningkatan jumlah investor, nilai transaksi, kepemilikan saham, serta industri penghimpunan dana melalui securities crowdfunding menjadi indikator kuat yang menunjukkan kondisi pasar yang dinamis. Kepala OJK Jatim, Yunita Linda Sari, mengatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pasar saham nasional tetap terjaga, yang menjadi dasar dari pertumbuhan tersebut.

Kenaikan Basis Investor yang Signifikan

Dari segi jumlah investor, OJK mencatat bahwa jumlah Single Investor Identification (SID) terus mengalami peningkatan. Pada Januari 2026, SID saham mencapai 1.205.606, naik 39,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, SID Surat Berharga Negara (SBN) tercatat sebanyak 193.665, tumbuh 18,09 persen secara tahunan. Di sisi lain, jumlah SID reksa dana mencapai 2.252.901, meningkat 32,64 persen dibandingkan Januari 2025. Kenaikan tersebut mencerminkan pergeseran perilaku masyarakat Jawa Timur dalam mengelola dana, didukung oleh kemudahan akses layanan keuangan digital.

“Peningkatan SID menunjukkan transisi masyarakat Jawa Timur menjadi lebih terbuka terhadap berbagai instrumen investasi,” ujar Yunita Linda Sari, dalam wawancara di Surabaya, Jumat.

Transaksi Saham Naik Drastis

Di sektor perdagangan saham, OJK melaporkan bahwa nilai transaksi beli Januari 2026 mencapai Rp37,2 miliar, naik 225,91 persen dibandingkan Januari 2025. Angka ini menggambarkan tingginya kepercayaan investor terhadap pasar saham, yang didorong oleh kondisi pasar yang lebih bullish. Peningkatan imbal hasil juga menjadi faktor pendorong utama.

Transaksi jual pada bulan yang sama mencapai Rp35,54 miliar, tumbuh 224,35 persen tahunan. Kenaikan ini menunjukkan intensitas aktivitas perdagangan yang semakin tinggi, seiring dengan meningkatnya partisipasi investor ritel. Total transaksi saham Januari 2026 mencapai Rp72,74 miliar, naik 225,15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mencerminkan pemulihan kuat setelah masa penurunan.

Kepercayaan Investor dan Diversifikasi Portofolio

Kenaikan kepemilikan saham pada Februari 2026 mencapai Rp159,28 miliar, melonjak 73,82 persen dibandingkan Februari 2025. Peningkatan ini dipengaruhi oleh perbaikan sentimen pasar, stabilitas kondisi ekonomi, dan kepercayaan yang semakin membaik di kalangan investor. Yunita menjelaskan bahwa transparansi dan kepercayaan pada instrumen investasi profesional menjadi penentu utama.

Platform digital juga berperan besar dalam membuka akses cepat bagi investor. Kemudahan bertransaksi melalui aplikasi atau website keuangan memungkinkan masyarakat lebih mudah memasukkan aset ke pasar modal. Selain itu, peningkatan literasi keuangan membuat para investor lebih percaya diri dalam mengatur portofolio.

“Kemudahan bertransaksi dan peningkatan kesadaran masyarakat mendorong pertumbuhan pasar modal yang kuat,” tambah Yunita.

Pertumbuhan Industri Crowdfunding

Di segmen securities crowdfunding (SCF), Jatim mencatat 34 penerbit hingga Februari 2026, dengan jumlah pemodal mencapai 7.938 investor. Total dana yang terhimpun melalui SCF mencapai Rp61,7 miliar, di mana sektor primer consumer goods menjadi yang paling dominan. Faktor-faktor seperti rasa percaya terhadap transparansi serta ketersediaan instrumen keuangan fleksibel turut menggerakkan partisipasi masyarakat.

Nasabah dan Perkembangan Ekosistem

Pertumbuhan nasabah di Jatim terus menguat, terutama pada segmen institusi. Jumlah nasabah institusional meningkat 73,26 persen sepanjang 2025, menunjukkan kepercayaan yang semakin kuat terhadap reksa dana sebagai alat pengelolaan dana. Sementara itu, nasabah perorangan juga terus bertambah, meskipun laju pertumbuhan mulai melambat. Hal ini mengisyaratkan bahwa investor ritel di Jawa Timur mulai memasuki fase yang lebih matang.

Perkembangan ekosistem digital keuangan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pasar modal. Aplikasi transaksi yang ramah pengguna, akses internet yang memadai, serta edukasi terus dilakukan oleh OJK untuk meningkatkan partisipasi masyarakat. Semua faktor ini membentuk lingkungan investasi yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Analisis OJK: Tren yang Berkelanjutan

Yunita Linda Sari menegaskan bahwa pelaku pasar modal Jawa Timur telah melalui fase pemulihan setelah mengalami tekanan sebelumnya. “Perkembangan ini menunjukkan peningkatan kepercayaan, kebutuhan diversifikasi portofolio, serta peningkatan minat terhadap instrumen investasi yang fleksibel dan mudah diakses,” katanya. Ia menambahkan bahwa digitalisasi layanan keuangan menjadi katalis utama di balik dinamika positif tersebut.

Kenaikan nilai transaksi, SID, serta kepemilikan saham di Jatim menggambarkan pertumbuhan yang konsisten. OJK berharap tren ini dapat berlanjut, dengan dukungan dari berbagai inisiatif edukasi dan inovasi dalam industri keuangan. Terlebih, kondisi pasar yang stabil dan potensi pertumbuhan ekonomi regional memberikan peluang besar bagi peningkatan partisipasi investor.

Kenangan dan Harapan untuk Masa Depan

Dari sisi pasar modal secara keseluruhan, OJK menilai bahwa Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang menunjukkan perkembangan signifikan. Peran investor ritel yang semakin aktif, ditambah keberhasilan industri crowdfunding, membantu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas. Yunita juga menyebut bahwa peningkatan literasi keuangan mengurangi risiko kesalahan dalam pengambilan keputusan investasi.

OJK berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan, mengoptimalkan infrastruktur digital, serta memberikan edukasi kepada masyarakat. Dengan upaya tersebut, diharapkan pasar modal Jatim dapat tetap menjadi pusat pertumbuhan investasi yang sehat. Harapan ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat untuk mengelola dana secara lebih efisien di tengah dinamika ekonomi yang semakin kompleks.