Mourinho awali periode kedua di Madrid dengan kalahkan Espanyol 2-1
Daftar Isi
Penalti Akhir Mbappe dan Espi Menyelamatkan Periode Kedua Mourinho di Santiago Bernabéu
Menggalangkebaikan.com – Sebuah gol di menit ke-90 mengubah seluruh narasi akhir pekan bagi Real Madrid. Carlos Espi, yang baru saja masuk sebagai pemain pengganti, menjadi pahlawan Los Blancos dengan menjebol gawang Espanyol di RCDE Stadium dan memastikan kemenangan 2-1 pada pekan kedua La Liga. Bagi Jose Mourinho, yang baru saja mengemban tugas periode keduanya di kursi kepelatihan Madrid, hasil ini menjadi fondasi awal yang krusial: tiga poin penuh di kandang lawan, diraih lewat tekanan tanpa henti di menit-menit penutup laga yang berlangsung Minggu malam.
Mourinho pernah memimpin Madrid selama tiga musim (2010–2013) dan membawa klub meraih gelar La Liga serta Liga Champions. Kembalinya sang manajer ke Santiago Bernabéu selalu dibarengi ekspektasi tinggi dari suporter dan media. Kemenangan tipis di markas Espanyol, meski datang lewat gol telat, setidaknya menunjukkan bahwa filosofi permainan yang ia terapkan mampu menghasilkan hasil positif sejak pekan kedua kompetisi.
Alur Pertandingan: Dari Sundulan Bellingham hingga Tekanan Akhir
Madrid tidak menunggu lama untuk mengancam. Baru sembilan menit berjalan, Jude Bellingham sudah mengubah skor menjadi 1-0 untuk tim tamu. Gelandang asal Inggris itu menyundul bola hasil tendangan bebas Arda Guler ke dalam gawang Espanyol. Gol cepat tersebut memberi Madrid kendali awal, meski Espanyol segera merespons dengan intensitas serangan yang meningkat.
Thibaut Courtois tampil sigap di bawah mistar, menggagalkan peluang Clemens Riedel yang mengancam dari jarak dekat. Namun, ketangguhan kiper Belgian itu tidak mampu menahan gempuran tuan rumah selamanya. Pada menit ke-30, Cala menerima umpan Javi Hernandez dan menyelesaikan peluang dengan tenang, menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Skor tersebut bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Peluang Beruntun dan Gol Penentu
Setelah jeda, Madrid kembali menekan. Federico Valverde nyaris membawa tim tamu unggul lagi pada menit ke-78. Tendangan gelandang Uruguay itu sempat mengenai salah satu pemain Espanyol sebelum membentur sisi luar tiang gawang. Bola nyaris masuk, tetapi nasib belum berpihak pada Los Blancos saat itu.
Espanyol sendiri tidak tinggal diam. Omar El Hilali mengirim umpan matang kepada Roberto Fernandez yang berdiri di kotak penalti. Namun, sundulan Fernandez dari jarak sangat dekat meleset tipis dari sasaran, menyisakan penyesalan bagi tuan rumah.
Menit ke-85 menghadirkan momen paling berbahaya bagi Madrid. Kylian Mbappe menerima umpan sentuhan dari Vinicius Junior dan langsung mengancam gawang. Sayangnya, arah bola yang seharusnya mengarah kepada Espi masih terlalu dekat dengan penjaga gawang Espanyol, Marko Dmitrovic, sehingga peluang itu tidak berbuah gol.
Madrid terus menekan tanpa jeda. Pada menit ke-90, Mbappe menunjukkan akselerasinya dengan menerobos kotak penalti Espanyol. Alih-alih menembak sendiri, ia mengalirkan bola kepada Espi yang bergerak di sisi kanan. Espi mengecoh Dmitrovic sebelum melepaskan tembakan ke gawang yang sudah kosong. Bola bersarang di pojok dan mengubah skor menjadi 2-1. Espanyol tidak memiliki waktu untuk membalas. Peluit panjang berbunyi, dan Madrid membawa pulang tiga poin penuh.
Susunan Pemain
Espanyol (4-4-2): Marko Dmitrovic; Omar El Hilali, Unai Nunez, Clemens Riedel, Roger Hinojo; Cala, Urko Gonzalez, Edu Exposito, Tyrhys Dolan; Javi Hernandez, Roberto Fernandez.
Real Madrid (4-2-3-1): Thibaut Courtois; Denzel Dumfries, Ibrahima Konate, Dean Huijsen, Alvaro Carreras; Bernardo Silva, Federico Valverde; Arda Guler, Jude Bellingham, Vinicius Junior; Kylian Mbappe.
Implikasi dan Konteks
Kemenangan ini menempatkan Madrid di posisi yang nyaman di klasemen awal La Liga, sekaligus menjadi pernyataan awal bahwa Mourinho mampu menghidupkan kembali intensitas kompetitif di skuad yang musim lalu mengalami transisi besar. Gol telat Espi, yang masuk sebagai pemain pengganti, juga menegaskan kedalaman skuad Madrid: pemain yang tidak selalu menjadi pilihan utama mampu menentukan hasil ketika dibutuhkan.
Bagi Espanyol, kekalahan di kandang sendiri pada pekan kedua menjadi pengingat bahwa tekanan dari tim-tim besar tidak akan pernah berhenti. Dua peluang emas yang mereka raih di babak kedua menunjukkan bahwa tim ini mampu mengancam balik, namun ketajaman di depan gawang masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diatasi sebelum pekan-pekan berikutnya tiba.
Untuk Mourinho, tiga poin ini bukan sekadar angka di papan klasemen. Ia adalah validasi awal bahwa pendekatan taktisnya mampu menghasilkan kemenangan dalam kondisi tertekan, di stadion lawan, dengan skor tipis. Periode kedua di Madrid baru saja dimulai, dan gol menit ke-90 di RCDE Stadium menjadi catatan pembuka yang sulit diabaikan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Mourinho awali periode kedua di Madrid?
Mourinho awali periode kedua di Madrid is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Mourinho awali periode kedua di Madrid matter?
Mourinho awali periode kedua di Madrid matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.