Facing Challenges: Diboyong dari Solo, ayam goreng Kleco yang legendaris ada di Jakarta

ayam-kampung-goreng-kleco-jakarta-antaranews1_1

Ayam Goreng Kleco, Kuliner Legendaris Solo Kini Hadir di Jakarta

Facing Challenges – Dari kota Solo, Jawa Tengah, makanan legendaris bernama ayam goreng Kleco kini dapat dinikmati langsung di Jakarta. Sejak tiga dekade silam, restoran ini telah menyedot perhatian banyak orang. Kini, dengan dibukanya cabang pertama di kawasan Jakarta Pusat, penggemar hidangan ini tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh untuk menikmati kesegaran rasa ayam kampung yang digoreng secara spesial. Lokasi baru restoran ini berada di Jalan Hasyim Asyari, Cideng, dekat area Roxy, dan menawarkan suasana yang nyaman serta menu lengkap yang mirip dengan di Solo.

Sejarah Ayam Goreng Kleco di Solo

Sebelum menyebar ke Jakarta, ayam goreng Kleco telah berdiri di Solo sejak tahun 1989. Awalnya, usaha ini dimulai sebagai warung kaki lima yang berada di depan toko besi Kleco. Seiring waktu, kepopulerannya meningkat, sehingga pada 1995, lokasi bisnis pindah ke daerah Gapuro. Perpindahan ini menjadi titik balik, karena warung tersebut mulai dikenal secara luas oleh warga setempat. Sekarang, tempatnya berada di Jalan Raya Solo Kartosuro (Pabelan), menjadi destinasi kuliner yang terus diminati hingga hari ini.

Proses awal usaha ini cukup sederhana. Pemilik pertama memulai dengan membuka warung kecil, mengandalkan bahan-bahan lokal dan resep tradisional. Ayam kampung, yang menjadi bahan utama, diproses dengan cara khusus agar memiliki tekstur empuk dan rasa yang khas. Seiring bertambahnya waktu, warung ini berkembang menjadi tempat yang lebih terstruktur, dengan menu yang melibatkan variasi lauk tambahan seperti tahu, tempe, dan sate usus.

Jakarta, Lokasi Baru untuk Ayam Goreng Kleco

Dalam Juni 2026, sekelompok penggemar ayam kampung Kleco di Solo memutuskan untuk membuka cabang pertama di Jakarta. Lokasi ini dipilih karena dekat dengan area Roxy, yang merupakan tempat hiburan terkenal. Namun, restoran ini bukan waralaba, melainkan bentuk kemitraan antara pemilik asli di Solo dan tim pengelola Jakarta. Dalam wawancara di restoran tersebut, Anisa Sulandana, salah satu pengelola cabang Jakarta, mengungkapkan kegembiraannya.

“Setiap kali ke Solo, pasti selalu titip,” kata Anisa saat ditemui di lokasi Jakarta, Jumat (13/6).

Kegiatan titip ini menjadi tradisi bagi para penggemar ayam Kleco, yang ingin memastikan bahan-bahan tetap segar dan rasa sesuai dengan yang mereka kenal. Kesepakatan untuk membuka cabang di Jakarta lahir dari keinginan mereka agar bisa mengakses masakan ini dengan lebih mudah tanpa harus melewati jarak antarprovinsi. Setelah memperoleh izin dari pemilik asli, tim Jakarta akhirnya bisa merilis restoran pertama mereka, menjadikan ayam kampung ini lebih mudah dicapai oleh masyarakat ibukota.

Kabarnya, rasa ayam goreng di Jakarta tidak kalah enak dibandingkan di Solo. Hal ini disebabkan karena bahan-bahannya langsung dikirim dari sana dalam kondisi siap digoreng. Anisa menjelaskan, ayam kampung yang dipakai memang tidak terlalu besar, tetapi kemudahan memisahkan daging dan tulangnya membuat pengalaman makan semakin nyaman. Untuk menu tambahan, pemilik restoran Jakarta memberi ruang untuk variasi, meski tetap mempertahankan inti dari hidangan utama.

Variasi Menu dan Rasanya

Di restoran Jakarta, penggemar ayam Kleco bisa memilih dua pilihan rasa: bacem dan gurih. Anisa menyebutkan adanya dua kelompok penyuka ayam goreng di sini. Kelompok pertama memilih ayam bacem, yang memiliki rasa manis dan aromatik. Teknik bacem, yang berasal dari Jawa Tengah, melibatkan perebusan dan rendaman bumbu seperti gula merah, kecap, ketumbar, serta bawang. Proses ini memastikan bahan makanan tetap lembut dan beraroma khas.

Sementara itu, pilihan kedua adalah ayam gurih, yang lebih dominan rasanya asin dan lebih mengutamakan kelezatan daging yang empuk. Bagi yang ingin mencoba kedua jenis tersebut, restoran menyediakan opsi untuk memilih bumbu bacem atau gurih. Selain itu, tersedia juga telur gimbal, yaitu telur dadar yang digoreng dengan tepung maizena dan minyak panas, sehingga memiliki tekstur renyah dan keriting. Menu ini hanya tersedia di Jakarta, mengakui kebutuhan akan variasi.

Untuk sambal, restoran menawarkan pilihan beragam: sambal terasi, sambal bawang, sambal bawang minyak, serta sambal tempe. Para pelanggan bisa mencoba satu jenis atau menggabungkan beberapa untuk pengalaman yang lebih beragam. Proses pembuatan sambal di Jakarta dirancang agar lebih segar, karena bahan-bahannya diracik secara langsung di tempat. Meski begitu, pemilik restoran tetap memastikan kualitas bahan utama dari Solo tetap terjaga.

Restoran di Jakarta memiliki kapasitas sekitar 60 orang, dengan dua lantai dan area parkir yang cukup luas. Suasana di dalam tempat terasa tradisional dan sederhana, cocok untuk pengalaman makan yang kembali ke akar. Dindingnya dihiasi ornamen khas Jawa, seperti motif batik, serta foto-foto tokoh yang terkait dengan Solo dan penggemar kuliner. Dengan adanya cabang ini, ayam Kleco kini bisa dinikmati oleh lebih banyak orang, tanpa harus meninggalkan Jakarta.

Ayam kampung yang digunakan di restoran ini pasti berasal dari Solo, karena keharusan menjaga konsistensi rasa. Pemilik restoran mengirimkan ayam beku siap goreng dari area Fatmawati, yang telah menjadi sumber utama bahan. Dalam Ramadhan 2026, pemesanan daring mulai diadakan untuk memenuhi permintaan pelanggan. Pada Juni, penjualan langsung di tempat dimulai, menjadi bukti keberhasilan dari usaha ini.

Dengan adanya cabang di Jakarta, ayam Kleco kini lebih mudah diakses oleh masyarakat ibukota. Namun, penggemar di Solo tetap menganggapnya sebagai hidangan yang istimewa. Di sana, bagian ayam yang paling laris adalah paha bawah dan paha atas, yang sering habis hanya dalam waktu satu jam setelah buka. Kehadiran cabang Jakarta membawa dampak positif, karena masyarakat bisa mengenal kelezatan ini tanpa harus ke Solo.