Pemkab Buol usulkan 32 titik SPPG di daerah 3T
Pemkab Buol Usulkan 32 Titik SPPG untuk Daerah 3T
Menggalangkebaikan.com – Pemerintah Kabupaten Buol, Provinsi Sulawesi Tengah, resmi mengajukan usulan pembangunan 32 titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Inisiatif ini merupakan langkah strategis untuk memastikan akses layanan gizi yang lebih merata bagi masyarakat di daerah-daerah yang selama ini memiliki keterbatasan infrastruktur. Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, menyampaikan bahwa usulan tersebut telah diajukan sejak tiga bulan lalu, namun hingga saat ini belum mendapatkan respons lebih lanjut dari pihak terkait.
Menurut penjelasan Bupati Risharyudi, Pemkab Buol berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan dalam hal penyediaan lahan sebagai lokasi pembangunan SPPG. Namun, terkait dukungan anggaran, pemerintah kabupaten masih menghadapi tantangan efisiensi keuangan saat ini. “Saat ini, baru ada sembilan SPPG di Buol, itu pun mandiri,” ujar Bupati. Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat di Buol telah menunjukkan inisiatif tinggi dalam memenuhi kebutuhan gizi anak-anak melalui program yang berjalan secara swadaya.
Proses Pembangunan SPPG di Wilayah 3T
Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palu mengonfirmasi bahwa saat ini terdapat 137 dapur SPPG di wilayah 3T yang masih dalam tahap pembangunan. Kepala Subbagian Tata Usaha KPPG Palu, Muhammad Aril Putra, menjelaskan bahwa pembangunan SPPG 3T ini merupakan bagian integral dari upaya memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dirancang khusus untuk menjangkau masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses pelayanan kesehatan dan gizi.
Dapur SPPG 3T diperuntukkan bagi wilayah dengan jumlah penerima manfaat maksimal 1.000 orang. Selain SPPG yang masih dalam proses pembangunan, terdapat dua SPPG 3T yang telah selesai dibangun, masing-masing berlokasi di Kabupaten Tojo Una-Una dan Kabupaten Banggai Laut. Keberadaan SPPG yang sudah beroperasi ini menjadi bukti nyata bahwa program ini dapat berjalan efektif di daerah-daerah terpencil.
“Dapur SPPG 3T diperuntukkan bagi wilayah dengan jumlah penerima maksimal 1.000 penerima manfaat,” ungkap Muhammad Aril Putra.
Usulan Pemkab Buol untuk 32 titik SPPG ini diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi masalah gizi di daerah 3T. Dengan jumlah titik yang cukup banyak, program ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan gizi berkualitas. Selain itu, keberadaan SPPG juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya nutrisi bagi pertumbuhan anak-anak.
Pemerintah daerah dan pusat terus berkoordinasi untuk memastikan bahwa usulan-usulan dari berbagai kabupaten dapat segera direalisasikan. Melalui program SPPG 3T, diharapkan tidak ada lagi anak-anak di daerah terpencil yang kekurangan asupan gizi akibat keterbatasan akses layanan. Keberhasilan program ini akan bergantung pada dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, swasta, hingga masyarakat itu sendiri.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang SPPG 3T
Apa itu SPPG 3T? SPPG 3T adalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang berlokasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Program ini bertujuan menyediakan layanan gizi bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan akses.
Berapa jumlah penerima manfaat di setiap SPPG 3T? Setiap dapur SPPG 3T melayani maksimal 1.000 penerima manfaat sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Apakah Pemkab Buol memberikan dukungan anggaran? Saat ini, Pemkab Buol belum memberikan dukungan anggaran karena persoalan efisiensi, namun tetap memberikan dukungan penyediaan lahan.
Di mana saja SPPG 3T yang sudah selesai dibangun? Hingga saat ini, terdapat dua SPPG 3T yang telah selesai dibangun, yaitu di Kabupaten Tojo Una-Una dan Kabupaten Banggai Laut.
Berapa total SPPG 3T yang sedang dalam proses pembangunan? Menurut KPPG Palu, terdapat 137 dapur SPPG di wilayah 3T yang masih dalam tahap pembangunan.
