Drama lima gol warnai kemenangan Inggris atas Meksiko

XxjpbeE000250_20260706_PEPFN0A001

Drama Lima Gol Warnai Kemenangan Inggris atas Meksiko

Drama lima gol warnai kemenangan Inggris – Di Stadion Banorte, Mexico City, pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, tim nasional Inggris menghadirkan pertunjukan spektakuler dengan skor 3-2. Pertandingan ini diingat sebagai momen penuh emosi, dengan tiga gol yang dicetak Inggris dan dua gol Meksiko yang membuat penonton terus berdecak kagum. Dalam pertandingan yang berlangsung pada Senin WIB, kedua tim saling menguji strategi, dan permainan berjalan cukup menegangkan.

Laga Sengit di Babak Pertama

Sejak menit awal, Meksiko menunjukkan intensitas tinggi dengan serangan yang berani dan tekanan terus-menerus terhadap pertahanan Inggris. Para pemain tim berjaket biru mengusahakan kontrol bola di sektor pertahanan, sementara Inggris berusaha membangun permainan dari belakang. Pada menit ke-3, Raul Jimenez menjadi pusat perhatian saat melesatkan tendangan yang mengarah ke gawang, namun masih mampu diblok oleh Jordan Pickford. Kemudian, di menit ke-12, Jimenez kembali menyumbang ancaman, tetapi sundulan dari dalam kotak penalti gagal diantisipasi Rangel, yang kembali menjadi kunci pertahanan Meksiko.

Dalam permainan yang berjalan ketat, Inggris akhirnya menciptakan peluang emas di menit ke-26. Anthony Gordon membawa bola dari sisi kiri, tetapi tendangan kerasnya masih bisa diantisipasi oleh Rangel. Namun, ketegangan berlanjut di menit ke-36, ketika Bukayo Saka mengirimkan umpan akurat ke area kotak penalti. Bola langsung disambut sundulan Jude Bellingham, yang membuat Rangel kewalahan. Gol ini mengubah skor menjadi 1-0 untuk Inggris, menggembirakan para pemain dan penonton.

Pertandingan semakin sengit saat babak pertama berakhir. Meksiko mencoba bangkit dengan tendangan bebas di menit ke-42, tetapi sepakan kaki kanan Julian Quinones gagal mengubah keadaan. Skor tetap 2-1 untuk Inggris, dan kedua tim memasuki babak kedua dengan semangat yang berbeda.

Pertandingan Menegangkan di Babak Kedua

Babak kedua memperlihatkan intensitas yang lebih tinggi, dengan kedua tim memainkan serangan terbuka. Namun, kejutan terjadi di menit ke-53, ketika Jarrel Quansah melakukan pelanggaran keras yang mengakibatkan kartu merah untuk Gallardo. Inggris kini bermain dengan sepuluh pemain, dan Meksiko langsung memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk menyerang sementara.

Dalam upaya menggandakan keunggulan, Meksiko berhasil memperkecil ketertinggalan di menit ke-58. Gordon, yang bergerak di dalam kotak penalti, dilanggar oleh pemain Meksiko, dan Harry Kane langsung mengambil kesempatan dengan tendangan keras dari titik putih. Bola mengenai sisi kiri gawang, dan Rangel gagal menghalaukannya. Skor berubah menjadi 3-1, menghadirkan harapan baru bagi Meksiko.

Tapi, keunggulan Inggris tak mudah dipatahkan. Di menit ke-68, wasit menunjuk titik putih setelah Marc Guehi melakukan pelanggaran terhadap Jimenez. Pemain Meksiko yang diberi kesempatan langsung memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3, menegangkan para penonton yang bersemangat. Meski demikian, Inggris tetap unggul, dan tiga menit sebelum peluit akhir, Edson Alvarez mendapat peluang emas, tetapi tendukannya melebar dari gawang Pickford.

Kemenangan Inggris berlangsung dramatis, dengan tim asuhan Thomas Tuchel mampu menjaga dominasi mereka hingga akhir. Serangan balik menjadi senjata utama, dan keberhasilan Inggris dalam menjaga ketenangan di babak akhir membawa mereka ke babak perempat final. Dalam pertandingan ini, konsistensi tim Inggris dan keberanian mereka menghadapi tekanan membuat hasil ini terasa lebih istimewa.

Peluit Akhir dan Impak Kemenangan

Setelah tiga jam permainan yang penuh emosi, Inggris akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 3-2 atas Meksiko. Hasil ini menjadi langkah penting bagi tim berjaket biru, yang akan melangkah ke babak perempat final untuk menghadapi Norwegia. Norwegia sebelumnya mengalahkan Brasil 2-1 di babak 16 besar, dan pertandingan antara Inggris dan Norwegia diharapkan menjadi lebih menarik.

Kemenangan Inggris tidak hanya menunjukkan ketahanan mereka di bawah tekanan, tetapi juga menegaskan kualitas taktik dan mental tim. Meksiko, meski gagal memperoleh hasil yang diinginkan, menunjukkan permainan yang cukup apik, terutama dalam menit-menit akhir. Pertandingan ini menjadi contoh bagaimana satu gol bisa membalikkan keadaan, dan bagaimana skala dramatis dapat tercipta dalam satu pertandingan sepak bola.

Dalam hal kinerja pemain, Harry Kane menjadi penentu dalam beberapa momen kritis. Dua gol yang dicetaknya di babak pertama menegaskan peran sebagai striker utama. Sementara itu, Jude Bellingham menghadirkan ketajaman dari lini tengah, dan Bukayo Saka menunjukkan ketepatan umpan yang menjadi elemen penting. Di sisi lain, Raul Jimenez dan Julian Quinones memberikan kontribusi signifikan bagi Meksiko, meskipun hasil akhir tidak sesuai ekspektasi mereka.