Special Plan: Mazda 6e setir kanan siap dikirim Juli 2026

IMG_1004

Mazda 6e Setir Kanan Siap Dikirim Juli 2026

Special Plan – Peluncuran mobil listrik Mazda 6e dengan konfigurasi setir kanan (RHD) semakin dekat. Berdasarkan laporan terbaru, gelombang pertama kendaraan ini telah terpantau tiba di Thailand. Ini menandai langkah awal persiapan pengiriman ke pasar global, sebelum kemudian melanjutkan ke Australia dan Inggris. Dalam beberapa bulan ke depan, Mazda akan mengirimkan unit lebih banyak ke berbagai negara yang menggunakan sistem setir kanan, termasuk Singapura, Hong Kong, dan Indonesia.

Pengiriman ke Thailand Menjadi Langkah Awal

Menurut informasi dari Carnewschina, 500 unit Mazda 6e sudah sampai di Pelabuhan Laem Chabang, yang terletak di utara Kota Pattaya. Pengiriman ini menjadi penampakan pertama mobil listrik terbaru Mazda di pasar Thailand, sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan telah memulai distribusi ke luar negeri. Diketahui, mobil ini diproduksi di fasilitas Changan-Mazda di Nanjing, Tiongkok, dengan nama lokalnya sebagai EZ-6. Laporan dari Thairath Online menyebutkan bahwa unit tersebut baru saja diterima di Thailand, menegaskan bahwa peluncuran resmi di negara itu akan berlangsung pada Juli 2026.

“Laporan menyebutkan bahwa pengiriman pertama Mazda 6e telah mencapai Thailand, yang menjadi indikasi persiapan peluncuran resmi pada akhir tahun ini,” tulis Carnewschina dalam laporan terbarunya.

Dalam beberapa bulan mendatang, Mazda juga akan mengirimkan unit ke pasar Eropa, dengan target pertama di Australia dan Inggris. Selain itu, negara-negara seperti Malaysia sedang dipertimbangkan untuk menjadi bagian dari jaringan distribusi global model ini. Meski belum ada rencana untuk meluncurkan Mazda 6e di Jepang, keterlibatan dengan pasar ekspor menunjukkan strategi perusahaan untuk menjangkau konsumen di berbagai belahan dunia.

Teknologi dan Platform Mazda 6e

Mazda 6e dan EZ-6 dibangun di atas platform EPA1 yang dikembangkan oleh Changan. Platform ini memiliki hubungan teknis yang erat dengan model Deepal SL03 dan Deepal L07, serta digunakan juga untuk SUV CX-6e atau EZ-60 di Tiongkok. Mazda menekankan bahwa meski berasal dari teknologi Changan, desain dan karakteristik berkendara tetap mencerminkan filosofi “Jinba-Ittai”, yaitu kesatuan antara pengemudi dan kendaraan.

Dalam pengembangan platform, Mazda melakukan penyempurnaan untuk memastikan kenyamanan dan performa yang sesuai dengan standar merek. Suspensi depan MacPherson dan suspensi belakang multi-link menjadi bagian dari konsep ini, mendukung pengalaman berkendara yang stabil dan responsif. Dimensi mobil ini, dengan panjang 4.921 mm, lebar 1.890 mm, tinggi 1.485 mm, dan jarak sumbu roda 2.900 mm, juga dirancang untuk memenuhi preferensi pengguna setir kanan.

Spesifikasi Baterai dan Kinerja

Dalam segi daya, Mazda 6e menggunakan baterai LFP (Lithium Iron Phosphate) yang dibuat oleh CATL-Changan. Untuk varian ekspor, model ini menawarkan kapasitas baterai 78 kWh, yang meningkatkan jarak tempuh hingga 560 kilometer dalam satu pengisian. Di Tiongkok, versi EZ-6 dengan baterai 68,8 kWh dijual mulai 150.800 yuan (sekitar Rp398 juta), sementara harga di pasar ekspor seperti Inggris mencapai 38.995 poundsterling (sekitar Rp923 juta).

Varian mobil listrik ini juga memiliki opsi baterai NMC (Nickel Manganese Cobalt) 80 kWh untuk Long Range, yang menawarkan jarak tempuh lebih jauh. Namun, pilihan ini kurang diminati karena tenaga motor listrik berkurang menjadi 180 kW dan pengisian daya cepat DC dibatasi hingga 90 kW. Sebagai solusi, Mazda mengenalkan baterai LFP 78 kWh yang lebih efisien, sekaligus mengoptimalkan kemampuan pengisian daya.

Konfigurasi mesin Mazda 6e terdiri dari motor listrik tunggal yang mampu menghasilkan tenaga 190 kW (sekitar 255 hp) dan mendorong roda belakang. Untuk versi EREV (Extended Range Electric Vehicle), baterai LFP 28 kWh dipadukan dengan mesin bensin 1,5 liter berkapasitas 70 kW sebagai range extender. Model ini memberikan jarak tempuh listrik sekitar 200 kilometer, dengan performa keseluruhan yang lebih bervariasi.

Distribusi Global dan Tantangan Pasar

Mazda 6e pertama kali diluncurkan di Tiongkok pada Oktober 2024, sebelum menyebar ke pasar ekspor di Brussels Auto Show 2025. Dari sana, model ini mulai dikirimkan ke Eropa, dengan ketersediaan di berbagai negara sebelum akhir tahun 2025. Namun, penjualan EZ-6 di Tiongkok sendiri tidak terlalu menggembirakan. Data dari China EV DataTracker menunjukkan pengiriman mencapai 1.833 unit pada Mei 2026, yang menunjukkan minat pasar belum sepenuhnya memadai.

Sebagai bagian dari kerja sama patungan antara Mazda dan Changan, model ini menawarkan variasi yang beragam, termasuk opsi baterai dan performa yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen global. Di pasar ekspor, Mazda mengklaim bahwa baterai 78 kWh meningkatkan keandalan dan kecepatan pengisian, yang merupakan keuntungan signifikan dibandingkan model sebelumnya.

Sementara itu, mobil ini memiliki berat antara 1.778 kg hingga 2.037 kg, tergantung pada varian dan sistem penggerak. Meski menggunakan teknologi baterai dari Changan, Mazda memastikan bahwa kualitas dan kinerja tetap sesuai dengan standar merek. Konsep “Jinba-Ittai” tetap menjadi fokus utama, menegaskan bahwa mobil ini bukan hanya teknologi canggih, tetapi juga memadukan keselarasan antara pengemudi dan kendaraan.

Dengan peluncuran Juli 2026, Mazda 6e diharapkan dapat menjadi salah satu pelaku utama di pasar ekspor, terutama di negara-negara yang menggunakan setir kanan. Persiapan ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk ekspansi global, sekaligus mencerminkan adaptasi terhadap preferensi lokal. Meski demikian, tantangan seperti kompetisi dari merek lain dan kesadaran pasar akan menjadi faktor kunci keberhasilan model ini.