Humaniora

Wagub Sumut: Pembinaan Paskibraka tidak berhenti pada momentum HUT RI

Foto : Fajar Hidayat - menggalangkebaikan.com
Daftar Isi
  1. Wagub Surya: Nilai Paskibraka Harus Hidup Jauh Melampaui 17 Agustus
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Wagub Surya: Nilai Paskibraka Harus Hidup Jauh Melampaui 17 Agustus

Menggalangkebaikan.com – Medan — Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang baru saja usai di Kantor Gubernur Sumatera Utara pada Selasa tidak menjadi titik akhir bagi 74 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat provinsi. Wakil Gubernur Sumut Surya menegaskan bahwa proses pembinaan karakter dan kebangsaan yang telah ditempuh para anggota harus terus berjalan secara berkelanjutan, melampaui momentum seremonial satu hari.

Pernyataan itu disampaikan Surya saat melepas langsung para anggota Paskibraka setelah mereka menyelesaikan tugas pengibaran dan penurunan bendera pada upacara kemerdekaan. Bagi Surya, seragam yang dikenakan selama masa pendidikan dan pelatihan hanyalah simbol sementara; substansi yang sesungguhnya tertanam dalam diri setiap anggota tidak boleh ikut terbuang ketika upacara selesai.

“Hari ini kalian memang kembali ke daerah masing-masing. Seragam Paskibraka mungkin akan dilepas, tetapi nilai-nilai yang telah didapatkan jangan ikut dilepaskan,” ujar Surya.

Ia kemudian merinci daftar nilai yang dimaksud: disiplin, tanggung jawab, integritas, kebersamaan, semangat persatuan, serta kecintaan kepada Indonesia. Menurut Surya, keenam pilar tersebut merupakan bekal yang jauh lebih berharga daripada penghargaan atau pengakuan publik yang menyertai tugas pengibaran bendera.

Kolaborasi Multi-Pihak sebagai Fondasi Pembinaan Berkelanjutan

Surya menekankan bahwa pembinaan Paskibraka tidak dapat ditangani oleh satu instansi saja. Ia menyerukan penguatan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, organisasi purna Paskibraka Indonesia, lembaga pendidikan, keluarga, serta masyarakat luas di seluruh wilayah Sumut. Tanpa jejaring kerja sama yang solid, kata dia, dampak pembinaan akan berhenti pada satu generasi dan satu tahun saja.

Visi yang lebih luas juga disampaikan Surya. Ia menyatakan bahwa pembangunan Sumatera Utara tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi atau pembangunan infrastruktur fisik. Tujuan yang sama pentingnya adalah membentuk generasi yang unggul secara intelektual, berkarakter kuat, dan memiliki kepedulian mendalam terhadap daerah asal. Dalam kerangka itulah, barisan Paskibraka dipandang sebagai salah satu jalur pembentukan kepemimpinan masa depan.

“Saya berharap beberapa tahun yang akan datang, barisan Paskibraka berdiri di hadapan saya hari ini, akan lahir pemimpin-pemimpin Sumatera Utara dan Indonesia,” kata Surya.

Pernyataan tersebut menempatkan program Paskibraka bukan sekadar agenda tahunan yang terikat pada kalender kemerdekaan, melainkan sebagai investasi jangka panjang dalam pembentukan kader kepemimpinan daerah dan nasional. Bagi Pemprov Sumut, setiap anggota yang lulus dari proses seleksi dan pelatihan merupakan calon pemimpin yang sedang ditempa, bukan sekadar peserta upacara.

Proses Seleksi, Pendidikan, dan Pelatihan

Kepala Bidang Bina Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sumut, Andry Simatupang, menjelaskan bahwa 74 anggota Paskibraka tingkat provinsi tahun ini terdiri atas 41 putra dan 33 putri. Mereka menjalani pendidikan dan pelatihan dengan sistem pengasramaan di Wisma Atlet Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Sumut selama periode 6 hingga 17 Agustus 2026.

Selama sebelas hari tersebut, para anggota menjalani rangkaian kegiatan yang mencakup latihan formasi pengibaran, pendidikan wawasan kebangsaan, pembinaan karakter, serta kegiatan kebersamaan yang dirancang untuk membangun solidaritas lintas daerah. Sistem pengasramaan dipilih agar peserta terbebas dari distraksi lingkungan dan dapat fokus penuh pada proses pembentukan sikap dan disiplin.

“Semoga nilai-nilai yang telah didapat selama diklat serta kebersamaan yang telah dibangun terus dijaga sampai kapanpun,” kata Andry.

Dimensi Strategis Program Paskibraka di Sumatera Utara

Program Paskibraka di tingkat provinsi telah menjadi salah satu instrumen utama pemerintah daerah dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda. Di Sumatera Utara, yang memiliki keberagaman etnis, bahasa, dan budaya yang sangat kaya, peran program ini menjadi semakin krusial sebagai ruang pertemuan lintas identitas yang diikat oleh satu cita-cita nasional.

Keberagaman 74 anggota yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Sumut menjadikan setiap periode pelatihan sekaligus laboratorium sosial mini. Para peserta belajar bekerja dalam tim, menghormati perbedaan, dan menginternalisasi bahwa identitas daerah tidak bertentangan dengan identitas nasional. Pengalaman inilah yang, menurut Wagub Surya, tidak boleh berhenti ketika bendera diturunkan untuk terakhir kalinya pada 17 Agustus.

Dengan demikian, pesan utama yang disampaikan Surya dan Andry Simatupang pada Selasa itu bukan sekadar ucapan perpisahan seremonial. Keduanya menegaskan bahwa tanggung jawab pembinaan bersifat lintas waktu dan lintas institusi. Pemerintah provinsi, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, dan masyarakat dipanggil untuk menjadi bagian dari rantai pembinaan yang tidak terputus oleh kalender tahunan kemerdekaan.

Para anggota Paskibraka yang kembali ke daerah masing-masing kini membawa serta tanggung jawab untuk menjadi duta nilai-nilai yang telah mereka tempa. Sebagaimana ditegaskan Surya, selesainya pengibaran bendera bukan berarti berakhirnya pengabdian. Justru dari titik itulah, menurut visi Pemprov Sumut, babak sesungguhnya dari peran mereka sebagai calon pemimpin daerah dan bangsa baru dimulai.

Frequently Asked Questions

What is Wagub Sumut?

Wagub Sumut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Wagub Sumut matter?

Wagub Sumut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Fajar Hidayat - menggalangkebaikan.com

Fajar Hidayat - menggalangkebaikan.com

Fajar Hidayat merupakan konsultan fundraising dan digital campaign strategist yang telah membantu puluhan organisasi sosial mengoptimalkan kampanye donasi mereka. Dengan latar belakang di bidang pemasaran digital, ia menggabungkan teknik SEO, copywriting, dan analisis data untuk meningkatkan performa penggalangan dana.

Fajar dikenal dengan pendekatannya yang berbasis data dalam membangun kampanye yang tidak hanya viral, tetapi juga menghasilkan donasi yang berkelanjutan.