Key Strategy: ‘BPJS Keliling’ mudahkan masyarakat akses informasi layanan JKN

BPJS Keliling Membantu Masyarakat Mengakses Layanan JKN

Key Strategy – Kota Palu, Sulawesi Tengah, menjadi tempat acara Car Free Day (CFD) yang diisi oleh kehadiran ‘BPJS Keliling’ pada Jumat, 26 April. Acara ini menjadi ajang untuk mengedukasi masyarakat mengenai program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), sekaligus memudahkan mereka dalam mengurus layanan kesehatan. Sejumlah peserta mengapresiasi inisiatif ini, yang menurut Sukira, warga Kelurahan Duyu, memberikan solusi praktis bagi kebingungan mereka sebelumnya.

Masyarakat Antusias Mengikuti BPJS Keliling

Sukira, yang tinggal di Kota Palu, mengungkapkan kehadiran ‘BPJS Keliling’ pada saat CFD sangat tepat. “Kehadiran mereka di sini memudahkan kami untuk memahami informasi seputar layanan kesehatan,” katanya. Ia mengakui sebelumnya sering mengalami kesulitan dalam mengakses layanan JKN karena prosedur administrasi yang rumit. Kini, dengan adanya BPJS Keliling, masyarakat bisa mendapatkan penjelasan langsung tanpa harus ke kantor atau menghabiskan waktu berjam-jam menunggu.

“Saya bingung apakah perlu memindahkan puskesmas ibu saya atau harus kembali ke kampung untuk kontrol rutin. Tapi setelah berdiskusi dengan petugas, semua jadi jelas,” ujar Sukira.

Dalam kesempatan tersebut, Sukira memperoleh penjelasan tentang rujukan pelayanan kesehatan. Ibunya, yang tinggal di Kabupaten Donggala, baru saja selesai menjalani rawat inap di salah satu rumah sakit Kota Palu. Karena memiliki riwayat asam lambung dan batu empedu, kondisi kesehatannya membutuhkan pengawasan terus-menerus. “Sebelumnya, saya takut ke rumah sakit karena biayanya mahal dan administrasinya banyak. Tapi kini, cukup menunjukkan KTP saja, semua terlayani tanpa biaya tambahan,” tambahnya.

Kemudahan Pelayanan melalui Konsep Jemput Bola

BPJS Kesehatan menghadirkan layanan ‘BPJS Keliling’ sebagai upaya menjawab tantangan akses pelayanan kesehatan yang sering dihadapi masyarakat. Konsep jemput bola ini memungkinkan peserta program JKN mendapatkan bantuan langsung di lokasi strategis, seperti acara CFD yang dihadiri ribuan orang. Kegiatan ini, menurut HS Rumondang Pakpahan, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palu, merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan layanan yang efisien dan mudah dijangkau.

“Kami menargetkan kegiatan ini meningkatkan pemahaman masyarakat tentang JKN, terutama bagi yang masih bingung dengan prosedur administrasi. Dengan berada di tempat keramaian, peserta merasa lebih dekat dan terlayani,” jelas Rumondang.

Rumondang menambahkan, ‘BPJS Keliling’ juga memberikan kesempatan untuk mengatasi hambatan yang mungkin terjadi selama penggunaan layanan digital. Masyarakat yang kesulitan memahami sistem online atau memiliki kendala waktu bisa langsung berkonsultasi dengan petugas. “Ini sangat bermanfaat bagi lansia, ibu-ibu, dan masyarakat umum yang ingin memperoleh informasi, tapi belum terbiasa dengan teknologi,” ujarnya.

Layanan JKN Lebih Lancar Setelah BPJS Keliling

Sukira mengakui perubahan signifikan terjadi sejak program JKN diintegrasikan dengan layanan BPJS Kesehatan. “Kini, administrasi lebih sederhana. Ibu saya bisa terus menjalani kontrol rutin di Kota Palu, tanpa harus pindah ke Kabupaten Donggala. Ini memudahkan biaya transportasi dan waktu,” katanya. Menurut Sukira, sebelumnya proses pendaftaran dan klaim klaim biaya kesehatan membutuhkan banyak dokumen dan pengujian kelayakan. Kini, dengan petugas yang berkeliling, segala sesuatu bisa diselesaikan secara cepat.

“Sekarang, urusan BPJS Kesehatan jadi lebih rapi. Petugas tidak hanya berada di kantor, tapi proaktif menyambangi masyarakat yang butuh bantuan. Saya sangat puas dengan penjelasan mereka, karena jelas dan memudahkan,” ungkap Sukira.

Rumondang menjelaskan, ‘BPJS Keliling’ tidak hanya mempercepat akses informasi, tetapi juga memperkuat hubungan antara institusi dan peserta. “Kami berupaya membuat masyarakat merasa dihargai dan paham hak-haknya. Ini memberi ruang bagi mereka untuk bertanya, berdiskusi, dan merasa didukung,” kata Rumondang. Ia juga menyoroti bagaimana layanan JKN telah berkembang, baik di puskesmas maupun rumah sakit. “Kini, semua prosedur jadi lebih ringkas. Masyarakat tidak perlu repot-repot mengurus dokumen berulang kali,” lanjutnya.

Harapan untuk Pengulangan Acara BPJS Keliling

Sukira berharap ‘BPJS Keliling’ tetap hadir di lokasi keramaian seperti pasar, pertunjukan, atau kegiatan komunitas lainnya. “Mereka seharusnya tidak hanya berada di acara CFD, tapi rutin mengunjungi tempat-tempat masyarakat berkumpul. Dengan demikian, lebih banyak orang bisa memanfaatkan informasi dan bantuan ini,” katanya. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap petugas yang turun langsung, karena membuat layanan kesehatan lebih dekat dan menyentuh.

“Menjadi peserta JKN sekarang jadi lebih mudah. Ibu saya bisa menikmati fasilitas kesehatan di Kota Palu, dan kami tidak perlu repot lagi. BPJS Kesehatan benar-benar memberikan keadilan bagi masyarakat,” ujar Sukira.

Kegiatan ‘BPJS Keliling’ pada CFD di Lapangan Vatulemo menurut Rumondang bukanlah langkah sementara. “Ini adalah bagian dari strategi kami untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat JKN. Kami ingin layanan ini tidak hanya disampaikan secara formal, tapi juga diakses secara langsung dan praktis,” kata Rumondang. Ia menegaskan, keberadaan BPJS Keliling berdampak besar bagi peserta yang sebelumnya mengeluhkan kebingungan dalam mengurus layanan kesehatan.

Menurut data BPJS Kesehatan, jumlah peserta JKN terus meningkat. Namun, banyak dari mereka masih merasa kesulitan memahami detail program. Kehadiran BPJS Keliling diharapkan bisa mengurangi hambatan tersebut. Rumondang menyebutkan, kegiatan ini sekaligus memperkenalkan layanan sehari-hari seperti klaim biaya perawatan, pendaftaran ulang, dan pembaruan data kepesertaan. “Dengan jemput bola, kami bisa menjangkau masyarakat yang lebih rentan mengalami kesulitan, seperti lansia atau warga pedesaan,” terangnya.