Gus Ipul beri motivasi siswa baru saat sambangi Sekolah Rakyat Jakarta

khrisna-edit-1784478944-972f3f3cdc

Gus Ipul Semangati Pelajar Sekolah Rakyat di Jakarta

menggalangkebaikan.com – Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab dipanggil Gus Ipul, melakukan kunjungan khusus kepada para siswa baru di Sekolah Rakyat DKI Jakarta. Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan pesan motivasi secara langsung kepada para pelajar agar tetap percaya diri dan tidak merasa minder dalam menghadapi masa depan mereka. Kegiatan ini berlangsung pada malam hari, Sabtu (18/7), yang merupakan bagian dari akhir pekan pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau MPLS.

Sebagai momen yang berharga, Menteri Sosial memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan dialog interaktif dengan para siswa prasejahtera. Tujuannya adalah untuk memahami bagaimana proses adaptasi mereka di lingkungan sekolah baru. Gus Ipul menekankan bahwa setiap siswa memiliki nilai dan potensi yang sama, sehingga tidak ada alasan untuk merasa rendah diri. Ia juga memastikan bahwa para siswa akan dibimbing oleh guru-guru berkualitas yang siap membantu mereka berkembang.

“Oleh karena itu tidak perlu kecil hati, tidak perlu rendah diri semuanya harus semangat karena nanti akan dibimbing oleh para guru-guru yang hebat,” kata dia memberi motivasi ratusan siswa baru usai jam makan malam.

Lebih lanjut, Gus Ipul menjelaskan bahwa setiap siswa Sekolah Rakyat memiliki harga diri yang setara. Hal ini didasarkan pada keyakinan bahwa setiap manusia adalah ciptaan Tuhan yang memiliki bakat dan kelebihan masing-masing. Tidak ada perbedaan perlakuan antara satu siswa dengan siswa lainnya, karena semua dianggap berharga. Pesan ini disampaikan dengan penuh kehangatan kepada para pelajar yang hadir.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial membuka ruang bagi siswa dan siswi untuk menyampaikan pengalaman mereka. Calysta, seorang siswi berusia 12 tahun, menjadi salah satu yang berani berbicara di depan umum. Ia menceritakan perasaannya saat pertama kali masuk sekolah, mulai dari menangis, kangen orang tua, hingga akhirnya merasa nyaman dan terbiasa dengan lingkungan baru. Cerita ini disambut dengan tepuk tangan hangat dari teman-temannya.

“Pertama nangis, kedua kangen orang tua, ketiga sudah terbiasa,” ujarnya disambut tepuk tangan teman-temannya.

Selain Calysta, Jessi juga berbagi pengalamannya. Sebelumnya, Jessi sempat merasa putus asa karena tidak bisa melanjutkan pendidikan. Kondisi keluarganya yang kurang mampu menjadi tantangan tersendiri. Ayahnya bekerja sebagai pengemudi ojek online, sementara ibunya adalah ibu rumah tangga. Namun, kehadiran Sekolah Rakyat memberikan harapan baru bagi Jessi untuk terus belajar dan meraih cita-citanya.

“Sebelum masuk ke sini saya berdoa apakah saya masih punya masa depan yang layak untuk ke depannya atau saya berhenti sampai di titik ini saja. Tapi ketika saya berdoa kemudian ditemukan jawabannya dengan Sekolah Rakyat ini,” ucapnya.

Jessi mengakui bahwa sejak masuk Sekolah Rakyat, ia mulai bangkit dan kembali bermimpi untuk masa depan yang lebih baik. Salah satu kekhawatirannya sebelumnya adalah sebagai minoritas karena memiliki keyakinan yang berbeda dari teman-temannya. Namun, ia merasa sangat disambut dengan baik oleh teman-teman sekelasnya. Mereka menunjukkan sikap ramah dan terbuka meskipun ada perbedaan keyakinan.

“Jadi waktu awal ke sini jujur saya kenal teman-teman pada hari pertama, mereka sangat welcome sama saya padahal bisa dibilang kami berbeda keyakinan, tapi mereka sangat merangkul dan baik,” ucapnya.

Jessi juga menceritakan kebiasaan baru yang ia pelajari di sekolah, yaitu bangun untuk shalat tahajud bersama teman-temannya. Kebiasaan ini tidak hanya membuatnya lebih dekat dengan Tuhan, tetapi juga membantu ia mengobati rasa rindu terhadap keluarganya. Dari pengalaman ini, Gus Ipul kembali mengingatkan seluruh siswa agar tidak melakukan perundungan, menghina suku atau agama, serta tidak melakukan kekerasan fisik maupun seksual. Ia juga menekankan pentingnya sikap toleransi dan menghormati siapa pun tanpa terkecuali.

“Tidak boleh juga melakukan tindakan intoleransi yang tidak mau menghormati siapapun,” katanya.

Setelah memberikan motivasi, Gus Ipul mengajak para siswa dan siswi untuk berdoa bersama. Ia juga meninjau asrama serta gedung permanen yang digunakan oleh Sekolah Rakyat. Saat ini, jumlah siswa baru yang berhasil ditjangkau di Sekolah Rakyat DKI Jakarta mencapai 90 siswa untuk jenjang SMA, 90 siswa untuk jenjang SMP, dan 27 siswa untuk jenjang SD. Kunjungan ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pendidikan anak-anak dari keluarga prasejahtera.