Basarnas pastikan 46 penumpang kapal tenggelam di Sulsel selamat
Operasi SAR Basarnas: 46 Penumpang Kapal Tenggelam di Sulawesi Selatan Ditemukan Selamat
Basarnas pastikan 46 penumpang kapal tenggelam – Jakarta — Tim SAR gabungan berhasil menemukan 46 orang dari total 70 penumpang dan awak kapal KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Informasi ini diumumkan oleh Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso, pada hari Kamis di Jakarta. Penyelamatan tersebut merupakan hasil dari operasi cepat yang dilakukan setelah kapal mengalami kecelakaan akibat mati mesin pada Rabu (15/7). Basarnas pastikan 46 penumpang kapal selamat setelah melakukan pencarian intensif selama beberapa hari.
Detail Evakuasi dan Penemuan Korban
Menurut keterangan Edy Prakoso, sebanyak 41 orang berhasil dievakuasi oleh KM Harapan Kita dari lokasi yang berada sekitar 18 nautical mile dari titik kejadian. Kelompok ini mencakup awak kapal serta penumpang. Sementara itu, sisanya dievakuasi menggunakan kapal nelayan setempat. Proses evakuasi ini dilakukan dengan koordinasi yang baik antara berbagai pihak yang terlibat dalam operasi SAR.
Sebanyak 41 orang berhasil dievakuasi oleh KM Harapan Kita, termasuk awak kapal, dari lokasi sekitar 18 nautical mile dari titik kejadian, selebihnya dievakuasi oleh kapal nelayan.
KM Nurul Salsa awalnya bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu pagi sekitar pukul 05.00 WITA. Kapal tersebut mengangkut puluhan penumpang dalam perjalanannya. Namun, di tengah perjalanan, kapal mengalami gangguan mesin yang menyebabkan kematiannya. Posisi kejadian terjadi di perairan barat Pulau Polassi atau berjarak sekitar 43 nautical mile dari Pelabuhan Benteng Selayar. Setelah mengalami mati mesin, kapal terombang-ambing sebelum akhirnya tenggelam. Kondisi cuaca yang kurang mendukung juga mempengaruhi proses evakuasi.
Koreksi Data dan Status Korban
Berdasarkan perkembangan data manifestasi riil yang berhasil dihimpun oleh Kantor SAR Makassar, jumlah keseluruhan penumpang dan awak kapal diketahui mencapai 70 orang. Angka ini berbeda dari data awal yang menyebutkan hanya 50 orang. Hingga saat ini, total korban yang telah berhasil dievakuasi berjumlah 47 orang. Dari jumlah tersebut, 46 orang dinyatakan selamat dan satu orang penumpang dilaporkan meninggal dunia. Basarnas pastikan 46 penumpang kapal selamat setelah melakukan verifikasi data secara menyeluruh.
Selain 41 korban yang diselamatkan KM Harapan Kita pada Kamis (16/7) subuh, terdapat enam orang penumpang lainnya yang berhasil dievakuasi oleh kapal nelayan setempat menuju Pulau Polassi. Dengan perubahan jumlah manifestasi tersebut, tim SAR gabungan saat ini masih memfokuskan pencarian terhadap 23 orang penumpang lainnya yang dilaporkan masih hilang di sekitar perairan laut Selayar. Pencarian ini terus dilakukan dengan menggunakan berbagai metode dan teknologi terkini.
Partisipasi Institusi dalam Operasi SAR
Operasi SAR berskala besar ini melibatkan berbagai unsur terintegrasi. Mulai dari Tim Rescue Basarnas Makassar, TNI AL menggunakan KRI Marlin 877, BPBD Selayar, Syahbandar, Polairud, hingga puluhan kapal nelayan lokal. Semua pihak bekerja sama untuk memastikan pencarian dilakukan secara menyeluruh. Koordinasi antar institusi menjadi kunci keberhasilan operasi SAR kali ini.
Pencarian masih berlangsung dengan fokus di sekitar lokasi kejadian dan area yang telah ditentukan berdasarkan perhitungan Search and Rescue Planning atau Sarmap.
Tim SAR terus melakukan pencarian intensif di wilayah perairan yang telah ditetapkan. Berbagai alat dan teknologi digunakan untuk meningkatkan efektivitas pencarian. Kondisi cuaca dan arus laut menjadi faktor penting yang dipertimbangkan dalam perencanaan operasi. Para relawan dan petugas terus berkoordinasi untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal. Operasi ini diharapkan dapat segera menemukan seluruh penumpang yang masih hilang dalam waktu dekat. Basarnas pastikan 46 penumpang kapal selamat dan terus memantau perkembangan pencarian.
