Tolak prostetik Rp2 miliar, Denny Sumargo rela botak di film Baby Udon

IMG_20260803_143755_BURST013

Denny Sumargo Memilih Botak Daripada Membayar Prostetik Rp2 Miliar untuk Film Baby Udon

Menggalangkebaikan.com – Aktor ternama Denny Sumargo baru-baru ini mengungkapkan pengalamannya yang cukup unik selama proses syuting film “Baby Udon”. Ia memutuskan untuk mencukur habis seluruh rambutnya hingga benar-benar botak, bukan tanpa alasan. Keputusan ini diambil setelah ia menolak tawaran penggunaan prostetik atau riasan palsu yang menurut sutradara Fajar Bustomi membutuhkan biaya mencapai Rp2 miliar. Penjelasan ini disampaikan oleh Denny dalam sebuah konferensi pers yang diselenggarakan untuk meluncurkan cuplikan trailer sekaligus poster film tersebut di kawasan Senayan, Jakarta, pada hari Senin.

Klaim Biaya Prostetik yang Mengguncang

Denny menceritakan bagaimana awalnya ia bertanya kepada pihak produksi mengenai kemungkinan penggunaan prostetik untuk adegan kebotakan karakternya. Namun, respons yang ia terima cukup mengejutkan. Prostetik yang dimaksud ternyata bukan yang biasa digunakan dalam produksi lokal, melainkan teknologi yang lebih sering ditemui dalam film-film Hollywood. Untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, Denny harus mendatangkan tenaga ahli dari Amerika Serikat, sebuah proses yang tentu saja memakan biaya sangat besar.

“Gue kan bilang ‘ini botaknya bisa pakai prostetik enggak?’ enggak ada bang. Prostetik adanya di film-film Hollywood bang. Jadi kalau mau, gue harus panggil orang Amerikanya. Itu susah bang, biayanya Rp2 miliar. Terus gue gimana botaknya? Ya kau harus botakin bang,” kata Denny.

Mempertimbangkan efisiensi anggaran produksi, terutama mengingat ini merupakan film debut dari rumah produksi milik Denny sendiri, yaitu Sumargo Films, ia memilih jalan yang lebih ekonomis. Denny tidak ingin membebani total biaya produksi dengan pengeluaran yang dianggapnya fantastis untuk sekadar adegan kebotakan. Dengan demikian, ia merelakan rambutnya dicukur habis sebagai solusi praktis untuk kebutuhan syuting adegan di mana karakternya, Hajime Kondoh, sedang dalam kondisi sakit keras.

Penemuan Baru dan Tanggung Jawab Kontrak

Menurut Denny, belakangan ia baru menyadari bahwa sebenarnya teknologi riasan prostetik lokal juga tersedia dan bisa digunakan dengan lebih mudah. Meski sempat terkejut dengan klaim yang disampaikan oleh sang sutradara, yang kemudian menjadi pemicu keputusannya untuk botak, Denny tetap memilih untuk bertanggung jawab. Sebagai seorang profesional, ia merasa harus menyelesaikan proses pengambilan gambar sesuai dengan kesepakatan yang telah ditandatangani sebelumnya.

“Ternyata ada prostetik ya. Baru tahu loh aku ini. Udah tandatangan berarti gue harus ikut kan?” ucap Denny.

Mantan pebasket nasional ini menunjukkan sikap dewasa dengan tetap berkomitmen pada pekerjaannya meskipun merasa ada informasi yang kurang lengkap sejak awal. Sikap ini kemudian mendapat apresiasi dari Fajar Bustomi, sang sutradara.

Sutradara Ikut Botak sebagai Bentuk Apresiasi

Melihat dedikasi tinggi yang ditunjukkan oleh aktor utama dalam merespons situasi tersebut, Fajar Bustomi memberikan tanggapan yang cukup menyentuh. Pada malam yang sama di lokasi syuting, sutradara tersebut ikut menggunduli rambutnya sendiri sebagai bentuk apresiasi dan solidaritas. Fajar menjelaskan bahwa tindakan ini adalah caranya sebagai seorang sutradara untuk mendorong batas totalitas dari seorang aktor yang ia kenal sangat idealis.

“Dan gua menghadiahi dia tuh malam-malam waktu itu, dia botak, gua hadiahin gua botak juga,” tutur Fajar.

Fajar menambahkan bahwa ia sudah sering bekerja sama dengan Denny dan banyak berdiskusi dengannya. Dari pengalaman tersebut, Fajar memahami bahwa Denny adalah seseorang yang perfeksionis dan menginginkan totalitas dalam setiap hal yang dilakukannya.

Film Baby Udon: Kisah Nyata yang Menginspirasi

Film “Baby Udon” diadaptasi dari kisah nyata perjuangan Fanny Kondoh, seorang pembuat konten, bersama mendiang suaminya, Hajime Kondoh. Mereka menjalani program bayi tabung sambil berjuang melawan penyakit kanker. Dalam film yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 3 September 2026, Denny Sumargo berperan ganda sebagai produser sekaligus aktor yang memerankan Hajime Kondoh. Ia berbagi layar dengan aktris Caitlin Halderman yang berperan sebagai Fanny Kondoh.

Denny berharap pesan positif yang terkandung dalam cerita film “Baby Udon” dapat tersampaikan dengan baik kepada para penonton. Melalui pengorbanan fisik dan emosional yang ditampilkan, film ini diharapkan dapat menginspirasi banyak orang yang menghadapi tantangan serupa dalam kehidupan mereka.

Frequently Asked Questions

What is Tolak prostetik Rp2 miliar Denny Sumargo?

Tolak prostetik Rp2 miliar Denny Sumargo is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Tolak prostetik Rp2 miliar Denny Sumargo matter?

Tolak prostetik Rp2 miliar Denny Sumargo matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.