Meeting Results: Tantangan Shareefa Daanish berperan dalam film horor “Cerita Lila”

WhatsApp-Image-2026-06-12-at-21.46.37

Tantangan Shareefa Daanish Berperan dalam Film Horor “Cerita Lila”

Meeting Results – Dalam dunia perfilman, memerankan tokoh yang kompleks sering kali membutuhkan perjuangan ekstra. Aktris Shareefa Daanish kini tengah menghadapi tantangan baru dalam memerankan karakter Rahma dari film horor “Cerita Lila,” yang dirilis di bioskop mulai 18 Juni 2026. Tantangan ini tidak hanya terkait dengan kemampuan akting, tetapi juga dengan kemampuan untuk mengekspresikan emosi negatif yang dalam, seperti kekecewaan, kemarahan, dan kesedihan yang intens.

Menjelajahi Emosi yang Tidak Mudah Dicapai

Shareefa mengungkapkan bahwa memerankan Rahma membuatnya merasa seperti menghadapi dunia yang berbeda. “Aku tidak mungkin melakukan hal tersebut dalam kehidupan nyata, dan aku mencoba memahami cara mengekspresikan emosi yang bisa dianggap kejam,” kata aktor muda ini dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat. Untuk memperkaya pemahaman tentang karakter, Shareefa menggali emosi melalui diskusi mendalam dengan Sara Wijayanto, salah satu produser film, serta tim kreatif lainnya.

“Maaf ya Rahma, bukannya enggak ingin kenal, cuma aku memang penakut,” tutur Shareefa sambil menambahkan, “Aku menghormati, kita berada di dunia yang berbeda.”

Dalam proses ini, Shareefa memutuskan untuk tidak terlalu mengidentifikasi dirinya dengan Rahma. Ia lebih memilih mendengarkan deskripsi karakter dari Sara dan tim, agar bisa fokus pada peran yang diinginkan. “Aku enggak usah ya dikenalin sama Rahma, mending aku dengar karakternya seperti apa dari Mbak Sara dan tim produksi saja,” katanya. Pendekatan ini dianggap membantu agar ia bisa lebih tepat dalam menggambarkan kehidupan tokoh yang berada di dunia maya.

Latihan Teknis untuk Memperkaya Pemeran

Bukan hanya emosi, Shareefa juga menghadapi tantangan teknis dalam memerankan Rahma. Salah satu aspek yang diperhatikan adalah penampilan visual karakter, termasuk tampilan fisik dan gaya berpakaian. Untuk mengekspresikan sisi cerita yang menekankan keinginan Rahma menjadi penjahit andal, aktor ini mempelajari teknik menjahit. “Kalau dulu aku berperan sebagai hantu, aku sudah terbiasa duduk lama untuk didandani,” ujarnya. Namun, kali ini ia menambahkan elemen baru dengan belajar langsung memahami proses kreatif yang dilakukan oleh tokoh tersebut.

Latihan ini tidak hanya memperkaya kemampuan akting, tetapi juga membantu Shareefa merasakan lebih dekat dengan karakter. “Makeup-nya lumayan, sekitar sejam lebih, tapi kalau buat aku, karena ini bukan pertama kalinya aku memerankan hantu, jadi buat aku enggak akan terasa lama banget,” katanya dengan nada santai. Meski demikian, ia tetap merasa terpicu oleh konsep yang terbentuk dari cerita.

Plot dan Skenario yang Menarik

Film “Cerita Lila” mengisahkan kisah arwah seorang gadis kecil yang masih terikat pada masa lalu. Tokoh utama, Lila, mencari saudara kembarnya yang hilang, Lili, setelah mereka berpisah dalam sebuah tragedi yang menyisakan kenangan berdarah. Sebagai teman dekat Lila, Nia membantu proses pencarian ini, meski tidak semua orang menyadari betapa dalamnya hubungan mereka.

Cerita ini dibangun sekitar rasa ingin tahu dan keinginan untuk memperbaiki masa lalu. Kehadiran Nia dalam rumah tempat Lila tinggal menjadi katalis untuk mengungkap rahasia kelam yang selama ini tersembunyi. “Mereka kemudian melakukan upaya pencarian, yang menyebabkan terbukanya rahasia kelam tentang tragedi pada masa lalu,” kata Shareefa. Skenario yang penuh dengan konflik emosional ini dianggap menjadi tantangan menarik bagi para pemain, termasuk dalam membangun kisah yang mampu memikat penonton.

Tim Pemeran dan Kolaborasi Kreatif

Di samping Shareefa Daanish, film ini juga diperankan oleh sejumlah aktor dan aktris lainnya, seperti Lutesha, Firzanah Alya, Myesha Lin, Sara Wijayanto, dan Wisnu Hardana. Masing-masing dari mereka memiliki peran penting dalam membangun dunia fiksi yang menggambarkan kehidupan antara dunia nyata dan dunia maya. “Kita semua memakai kisah Lila dan Rahma sebagai titik temu, agar bisa membangun karakter yang konsisten,” tambah Shareefa.

Kolaborasi antara para pemeran dan tim produksi menjadi fondasi utama dalam menghadirkan kisah yang memikat. Dalam konferensi pers, Shareefa mengakui bahwa diskusi dengan Sara Wijayanto sangat berpengaruh terhadap pemahaman tentang emosi Rahma. “Kita saling memberikan masukan, agar bisa memahami lebih dalam tentang latar belakang karakter dan dinamika hubungan antara tokoh-tokohnya,” jelasnya.

Proses Produksi dan Persiapan

Sebelum memulai syuting, Shareefa dan tim melakukan persiapan ekstra untuk memastikan kualitas akting. Salah satu langkah yang diambil adalah mempelajari teknik menjahit agar tampilan fisik karakter Rahma lebih sesuai dengan karakternya. “Ini bukan hanya tentang ekspresi wajah, tetapi juga tentang tindakan kecil yang bisa mencerminkan sifat tokoh,” katanya. Proses ini dianggap sebagai bagian penting untuk memperkaya kisah yang ingin disampaikan.

Shareefa juga menekankan pentingnya komunikasi dalam tim. “Kita saling berbagi pengalaman dan kritik, agar bisa memperbaiki penampilan setiap hari,” katanya. Hal ini membantu ia merasa lebih percaya diri dalam menghadapi kesulitan memerankan Rahma, yang memiliki keinginan dan harapan yang unik dalam dunia maya.

Antusiasme dan Harapan untuk Kesuksesan Film

Menurut Shareefa, film “Cerita Lila” memperlihatkan sisi lain dari kemampuan aktingnya. “Ini bukan hanya tentang merasa takut, tetapi juga tentang memahami dan mengekspresikan emosi yang kompleks,” katanya. Ia berharap film ini bisa menarik perhatian penonton, terutama mereka yang menyukai genre horor dengan unsur emosional yang dalam.

Bagi Shareefa, peran ini menjadi momen penting dalam kariernya. “Ini membuka jalan baru untuk eksplorasi karakter yang lebih beragam,” ujarnya. Ia juga berharap masyarakat bisa menyukai kisah Lila dan Rahma, serta menikmati proses kreatif yang terlibat dalam pembuatan film tersebut.

Kesimpulan dan Kesan Akhir

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, Shareefa Daanish tetap yakin bahwa proses ini memberikan pengalaman berharga. “Meski ada kesulitan, aku merasa puas karena bisa men