Meeting Results: Kemenekraf optimalisasikan bandara dukung promosi IP lokal

1000430022

Optimisasi Bandara Sebagai Pendorong Promosi IP Lokal

Meeting Results – Jakarta, Antaranews – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengungkapkan bahwa bandar udara dianggap sebagai sarana penting untuk memperkuat promosi intellectual property (IP) nasional serta menggerakkan sektor ekonomi kreatif di berbagai wilayah Indonesia. Dalam upayanya, Kemenekraf memprioritaskan peningkatan peran bandara sebagai platform strategis yang mampu memperkenalkan identitas kreatif dan produk-produk unggulan bangsa kepada dunia internasional. Untuk mewujudkan hal ini, ia berdiskusi bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam rangka mengoptimalkan potensi bandara sebagai medan pengembangan ekonomi kreatif.

Bandara: Gerbang Identitas Nasional

Menurut Riefky, bandara tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi tetapi juga menjadi pintu masuk utama yang menampilkan kreativitas dan budaya Indonesia secara langsung. Ia menekankan bahwa fasilitas ini harus menjadi representasi visual dari kekayaan IP lokal, karya seni, serta talenta yang ada. “Dengan menampilkan hasil karya nasional di ruang publik bandara, kita mampu membangun citra Indonesia yang lebih kuat dan menarik bagi pengunjung dari berbagai belahan dunia,” ujar Riefky dalam pernyataan resmi, Jumat lalu.

“Kehadiran karya kreatif dan event di bandara dapat memperkuat citra Indonesia, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas bagi pelaku ekonomi kreatif,”

Menko AHY menyetujui pandangan ini dan menambahkan bahwa pengelolaan ekosistem bandar udara yang terintegrasi dengan promosi IP lokal akan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. Ia menyatakan bahwa pertumbuhan sektor ekonomi kreatif tidak hanya bergantung pada kualitas produk tetapi juga pada kemampuan menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pasar yang semakin dinamis. “Competitiveness menjadi indikator utama kinerja bandara, sehingga harus ditingkatkan melalui penggunaan IP lokal secara efektif,” tambah AHY.

Strategi Kurasi dan Kolaborasi Lintas Sektoral

Kemenekraf menyoroti pentingnya kurasi yang terarah dalam memperkenalkan IP lokal di bandara-bandara utama. Langkah ini mencakup kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan swasta, UMKM, dan lembaga pemerintah. Contohnya, mereka berencana menggandeng pengembang lokal untuk memperkenalkan game karya nasional melalui Game Station di Bandara Soekarno-Hatta. Inisiatif tersebut bertujuan menunjukkan inovasi digital Indonesia sekaligus menciptakan pengalaman interaktif bagi calon penumpang.

Dalam kerangka kolaborasi, Kemenekraf juga menyasar pengembangan produk kreatif bersama pelaku usaha kecil. Misalnya, lisensi karakter untuk merchandise yang menjadi daya tarik bagi pengunjung, serta pemanfaatan fasilitas bandara untuk mempromosikan karya seni atau musik. Pernyataan Riefky menekankan bahwa pemanfaatan ruang publik bandara sebagai media promosi kreatif dapat meningkatkan keberlanjutan sektor tersebut. “Dengan menggabungkan kreativitas dan infrastruktur, kita menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif secara holistik,” katanya.

Kemitraan Dengan InJourney

Kerja sama strategis dengan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) menjadi salah satu langkah konkrit Kemenekraf. InJourney diberikan peran sebagai pelaku pemasaran yang mengintegrasikan produk kreatif ke dalam sistem layanan bandara. Sumber daya dan sarana yang dimiliki perusahaan tersebut dijadikan wahana untuk menyebarkan IP lokal, mempercepat pertukaran data, serta mendukung program ekraf di berbagai titik strategis.

Riefky menambahkan bahwa kolaborasi ini membuka peluang untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif secara lebih sistematis. “Melalui integrasi data dan tren, kita mampu merancang strategi yang tepat sasaran untuk menjangkau audiens yang lebih luas,” ujarnya. Salah satu implementasinya adalah penggunaan fasilitas InJourney untuk promosi dan pameran karya kreatif yang mungkin tidak sempat terwujud dalam skala nasional.

Event dan Aktivitas Kreatif di Bandara

Sebagai bagian dari optimisasi bandara, Kemenekraf mendorong penyelenggaraan event internasional yang terkait langsung dengan ekonomi kreatif. Contohnya, pameran seni, galeri fotografi, pertunjukan musik, serta bazar produk unggulan yang menampilkan keunikan budaya dan inovasi lokal. “Kita ingin menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan dengan sentuhan kreativitas,” kata Riefky. Ia menjelaskan bahwa event ini bukan hanya untuk memanjakan pengunjung tetapi juga sebagai sarana membangun kesadaran global tentang kreativitas Indonesia.

Kemenekraf juga menekankan peran pemerintah daerah dalam memastikan bandara menjadi ruang yang dinamis. Sinergi antara kementerian, lembaga, BUMN, serta industri kreatif akan membentuk ekosistem yang lebih terpadu. “Bandara harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang berkelanjutan, bukan hanya tempat transit,” ujar Riefky. Ia berharap bahwa integrasi IP lokal ke dalam infrastruktur bandara dapat memperkuat daya tarik destinasi pariwisata dan ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Tantangan dan Peluang

Menko AHY mengingatkan bahwa peningkatan daya saing bandara juga bergantung pada regulasi yang tepat. “Pemerintah harus mengatur tata kelola ekosistem bandara agar selaras dengan kebutuhan ekonomi kreatif,” katanya. AHY menambahkan bahwa penggunaan IP lokal secara efektif akan menjadi penentu kunci dalam meningkatkan kualitas layanan dan kepuasan pengguna bandara. Dengan kombinasi inisiatif tersebut, Kemenekraf optimis bahwa bandara dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif yang berdampak luas.

Upaya ini diharapkan tidak hanya meningkatkan penerimaan pendapatan dari sektor pariwisata tetapi juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam industri kreatif. Peningkatan penjualan produk kreatif melalui bandara dianggap sebagai bentuk penguatan ekonomi lokal yang berkelanjutan. Riefky menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor akan menjadi fondasi utama untuk menjangkau pasar yang lebih luas dan menciptakan ekosistem yang mandiri.

Dengan optimisasi bandara, Kemenekraf ingin membangun industri kreatif yang lebih produktif dan menarik. Aktivitas kreatif di ruang publik bandara, di samping memperkenalkan karya unggulan, juga bertujuan membangun kesadaran tentang pentingnya IP lokal dalam perekonomian nasional. Peningkatan ini diperkirakan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa serta pengembangan ekonomi di tingkat daerah.