Key Discussion: Megawati terima kunjungan Dubes Korsel dan UEA di kediamannya

khrisna-edit-1783947414-3bac3f8cf7

Megawati Terima Kunjungan Dubes Korsel dan UEA di Kediaman Menteng

Key Discussion – Presiden kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, telah menerima kunjungan kehormatan dari dua duta besar asing secara terpisah pada Senin petang. Kedua diplomat tersebut adalah Yoon Soon-gu sebagai Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia dan Abdulla Salem Obaid Al Dhaheri yang mewakili Uni Emirat Arab (UEA). Pertemuan-pertemuan ini berlangsung di kediaman resmi Megawati yang berlokasi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Dalam setiap pertemuan, Key Discussion menjadi fokus utama untuk membahas hubungan bilateral Indonesia dengan kedua negara mitra strategis.

Pertemuan dengan Duta Besar Korea Selatan

Dalam pertemuan dengan perwakilan Korea Selatan, Megawati didampingi oleh beberapa tokoh penting. Putra sulungnya, M. Prananda Prabowo yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PDIP, hadir mendampingi. Selain itu, Rokhmin Dahuri dan Ahmad Basarah sebagai anggota DPP PDIP juga turut serta dalam pertemuan tersebut. Key Discussion yang berlangsung mencakup berbagai isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama.

Dubes Yoon tampak sangat terkesan saat mengamati ruangan pertemuan yang merupakan bagian dari kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar. Ia mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan bertemu dengan keluarga Soekarno.

Saya terhormat karena hari ini bisa bertemu Ibu Megawati dan bisa berkunjung ke ruangan ini. Sejarah bangsa Indonesia ada di ruangan ini. Saya melihat banyak foto Presiden Soekarno, foto Ibu Megawati dan saya bertemu dengan Ibu dan anak Ibu secara langsung,

ujar Dubes Yoon dalam keterangan tertulisnya di Jakarta pada hari Senin.

Megawati dan Prananda Prabowo tersenyum mendengar pernyataan tersebut. Pembahasan kemudian beralih ke isu Semenanjung Korea. Dubes Yoon sangat mengapresiasi perhatian Megawati terhadap situasi di dua Korea.

Ibu Mega punya pengalaman, keahlian serta kedekatan dengan dua negara yakni Korea Utara dan Korea Selatan. Sehingga menjadi modal sebagai perantara bagi kedua negara untuk mau bersama melakukan dialog damai di meja perundingan,

jelas Dubes Yoon. Key Discussion ini menunjukkan peran Megawati sebagai tokoh yang memiliki pengalaman diplomatik yang luas.

Dubes Korsel menekankan pentingnya dialog dengan Korea Utara tanpa batasan syarat apapun. Megawati kemudian berbagi pengalamannya sebagai utusan perdamaian Korea Selatan sejak masa pemerintahan Presiden Kim Dae Jung dari Partai Demokrat.

Saya saat itu mengusulkan adanya pertemuan dan reuni antarkeluarga yang terpisah akibat terbelahnya Korea di garis batas Pamunjon. Serta mengusulkan adanya kerjasama ekonomi antara kedua negara serumpun,

paparnya.

Menariknya, Presiden Korea Selatan saat ini juga berasal dari Partai Demokrat, sama seperti Kim Dae Jung. Hal ini membuat posisi kedua negara tentang Semenanjung Korea sejalan. Dubes Yoon menilai Megawati merupakan tokoh ideal sebagai utusan khusus untuk perdamaian kedua Korea berkat pengalamannya dan kedekatannya dengan pihak Korea Utara. Ia berjanji akan menyampaikan seluruh hasil pembicaraan kepada Presiden Lee Jae-myung. Key Discussion ini membuka peluang baru untuk kerja sama yang lebih erat antara Indonesia dan Korea Selatan.

Kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab

Setelah menerima Dubes Korsel, Megawati melanjutkan agenda dengan menerima kunjungan dari Duta Besar UEA, Abdulla Salem Al Dhaheri. Pada kesempatan ini, pendamping Megawati bertambah dengan kehadiran Andi Widjajanto sebagai Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat Partai serta Hilmar Farid sebagai Direktur Eksekutif Megawati Institute. Key Discussion dalam pertemuan ini juga menyoroti potensi kerja sama di berbagai bidang.

Megawati dan Dubes Al Dhaheri memiliki hubungan yang cukup dekat, terutama setelah kunjungan Megawati ke UEA pada awal Februari.

Terima kasih telah mampir berkunjung ke rumah saya di Abu Dhabi pada Februari lalu. Saya meneruskan salam hangat dari Putra Mahkota Abu Dhabi Sheikh Khaled bin Mohamed bin Zayed Al Nahyan. Dia tahu pertemuan ini dan mengirimkan salam hangat kepada Ibu,

kata Dubes Al Dhaheri.

Diskusi antara Megawati dan Dubes UEA mencakup berbagai isu. Tidak hanya geopolitik terkait konflik di Timur Tengah, tetapi juga potensi kerja sama di berbagai bidang. Megawati mendorong penguatan kerjasama antara Pemerintah UEA dengan Megawati Institute, khususnya dalam bidang toleransi beragama, Pancasila, serta kajian pemikiran tokoh pendiri bangsa kedua negara. Key Discussion ini juga membahas peran Megawati Institute sebagai pusat kajian strategis.

Dalam kapasitasnya sebagai Dewan Pengarah BRIN, Megawati juga meminta penguatan kerjasama antara BRIN dengan Pemerintah UEA. Salah satu contoh nyata adalah penelitian mangrove yang telah dilaksanakan di Bali. Pertemuan-pertemuan ini menunjukkan peran Megawati yang aktif dalam diplomasi internasional dan upaya memperkuat hubungan bilateral Indonesia dengan negara-negara mitra strategisnya. Key Discussion yang berlangsung pada hari Senin ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional.