Visit Agenda: KH Zulfa Mustofa sebut siap maju jadi calon Ketum di Muktamar NU

WhatsApp-Image-2026-07-11-at-20.41.15

KH Zulfa Mustofa Siap Jadi Calon Ketum Muktamar NU 2026

Kesiapan Mengemban Amanah Kepemimpinan

Visit Agenda – Jakarta – Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Zulfa Mustofa, secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Umum. Pernyataan ini disampaikan ketika beliau menerima berbagai aspirasi dari tingkat daerah. Meskipun tidak memiliki ambisi pribadi yang kuat untuk menduduki jabatan tertinggi di organisasi tersebut, Kiai Zulfa menegaskan bahwa beliau tidak akan menolak jika pencalonan tersebut merupakan hasil dari aspirasi para pengurus NU di seluruh Indonesia.

Kiai Zulfa menjelaskan bahwa dorongan dari cabang dan wilayah memiliki kekuatan yang sangat besar. Beliau merasa tidak mungkin menolak permintaan yang datang secara tulus dari para pengurus NU di daerah. Pernyataan ini menunjukkan sikap rendah hati namun tetap terbuka terhadap kemungkinan memimpin organisasi terbesar di Indonesia tersebut. Visit Agenda mencatat bahwa sikap terbuka Kiai Zulfa ini mendapat perhatian positif dari berbagai kalangan.

“Kalau aspirasi dari cabang dan wilayah meminta, itu sangat kuat. Saya tidak bisa menolak,” ujar Kiai Zulfa dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dukungan Luas dari Berbagai Tingkatan Organisasi

Menjelang penyelenggaraan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang akan berlangsung di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jawa Timur pada tanggal 27 hingga 31 Agustus 2026, sejumlah nama mulai disebut-sebut sebagai calon potensial untuk Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Salah satu nama yang paling sering disebut adalah KH Zulfa Mustofa.

Dukungan terhadap pencalonan Kiai Zulfa juga disampaikan secara resmi oleh Ketua Lembaga Dakwah PBNU, KH Abdullah Syamsul Arifin atau yang lebih dikenal dengan sebutan Gus Aab. Menurut beliau, dalam beberapa bulan terakhir aspirasi dari berbagai Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) terus mengalir dengan intensif agar Kiai Zulfa ikut serta dalam kontestasi kepemimpinan PBNU pada Muktamar ke-35 NU.

“Beberapa bulan terakhir banyak pengurus wilayah dan pengurus cabang yang datang langsung kepada Kiai Zulfa dan meminta beliau ikut mengambil bagian dalam proses suksesi kepemimpinan di Nahdlatul Ulama,” ujar Gus Aab.

Kiai Zulfa Dipandang Sebagai Ikon Perubahan

Gus Aab menjelaskan bahwa dukungan tersebut muncul dari harapan warga Nahdliyin agar PBNU ke depan semakin kuat melalui agenda pembaruan organisasi. Mereka menyampaikan harapan akan adanya perbaikan pada tubuh Nahdlatul Ulama. Kiai Zulfa dipandang sebagai ikon perubahan yang dibutuhkan NU saat ini. Pandangan ini mencerminkan kepercayaan para pengurus NU terhadap kemampuan Kiai Zulfa dalam membawa organisasi menuju era baru yang lebih dinamis dan responsif terhadap tantangan zaman.

Senada dengan itu, Wakil Katib Syuriyah PWNU DKI Jakarta, KH Taufik Damas, menyebut dorongan kepada Kiai Zulfa untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU datang dari berbagai tingkatan kepengurusan NU. Dorongan ini mencakup mulai dari PCNU, PWNU, hingga kalangan PBNU. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap Kiai Zulfa bersifat lintas generasi dan lintas wilayah. Visit Agenda menambahkan bahwa konsolidasi dukungan ini menunjukkan kematangan proses internal NU.

Proses Penentuan Calon Tetap Bergantung pada Muktamar

Menurut KH Taufik Damas, Kiai Zulfa tidak pernah secara langsung mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Umum PBNU. Namun, aspirasi dari berbagai pengurus terus bermunculan menjelang Muktamar ke-35 NU. Meskipun demikian, beliau menegaskan bahwa proses penentuan calon Ketua Umum PBNU tetap sepenuhnya berada di tangan para pemilik hak suara dalam Muktamar.

“Kita lihat nanti siapa yang akan maju dalam Muktamar. Semuanya tentu bergantung pada aspirasi pengurus wilayah dan pengurus cabang sebagai pemilik mandat,” katanya.

Proses suksesi kepemimpinan di Nahdlatul Ulama merupakan momen penting yang akan menentukan arah organisasi ke depan. Dengan adanya berbagai nama potensial termasuk KH Zulfa Mustofa, Muktamar ke-35 diharapkan dapat menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa perubahan positif bagi seluruh warga Nahdliyin di Indonesia. Visit Agenda akan terus memantau perkembangan terbaru seputar pencalonan dan proses pemilihan Ketua Umum PBNU.