Key Strategy: Menbud edukasi masyarakat jaga kelestarian Situs Liangkabori

7b054fb1-db4d-4fe3-9637-9f9b50b2b770

Menbud RI Fadli Zon Tekankan Pentingnya Edukasi Pelestarian Situs Liangkabori

Key Strategy – Kabupaten Muna menjadi sorotan nasional setelah Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau langsung situs prasejarah yang telah ditetapkan sebagai lukisan cadas tertua di dunia. Kunjungan tersebut berlangsung pada hari Sabtu dengan fokus utama memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat lokal serta wisatawan mengenai pentingnya menjaga kelestarian warisan budaya yang berusia sekitar 67.800 tahun tersebut. Lokasi yang menjadi pusat perhatian adalah kawasan Situs Goa Liangkabori yang terletak di Kecamatan Loghia, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Peringatan Keras Terhadap Sentuhan Langsung Dinding Gua

Saat ditemui oleh awak media di Muna, Fadli Zon menyampaikan pesan penting bahwa edukasi merupakan kunci utama dalam upaya pelestarian. Ia menekankan bahwa kawasan ini masih bersifat terbuka sehingga memerlukan perlindungan khusus serta sosialisasi yang intensif kepada seluruh pengunjung. Salah satu aturan yang paling ditekankan adalah larangan mutlak menyentuh dinding gua. Hal ini bertujuan untuk mencegah kerusakan pada pigmen lukisan purba yang telah bertahan selama puluhan ribu tahun.

“Karena ini adalah kawasan yang boleh dibilang masih terbuka, memang perlu ada satu perlindungan dan juga edukasi. Terutama bagi para pengunjung, tidak boleh sama sekali memegang dinding gua, apalagi melakukan vandalisme. Coret-coret itu sudah jelas pelanggaran hukum,” kata Fadli Zon usai meninjau langsung lukisan cadas yang ditetapkan tertua di dunia berusia sekitar 67.800 tahun di kawasan Liangkabori.

Menurut penjelasan Menbud, kontak fisik langsung dari tangan manusia menjadi ancaman serius bagi kelangsungan lukisan cadas. Residu minyak, keringat, maupun kotoran yang menempel pada permukaan dinding dapat mempercepat proses degradasi dan merusak struktur visual dari cave art tersebut. Oleh karena itu, pendekatan edukatif mengenai tata cara menikmati wisata sejarah tanpa merusak objek cagar budaya harus diperketat secara bertahap.

Strategi Edukasi dan Jarak Aman Pengunjung

Fadli Zon menambahkan bahwa pemahaman masyarakat tentang cara menikmati keindahan gua harus ditingkatkan. Ia menjelaskan bahwa pengunjung disarankan untuk hanya melihat lukisan tanpa menyentuhnya secara langsung. Selain itu, jarak pandang yang tidak terlalu dekat juga menjadi pertimbangan penting untuk meminimalisir potensi kerusakan. Langkah-langkah ini akan membantu menjaga integritas visual dan fisik dari warisan budaya yang sangat berharga tersebut.

“Memegang itu harus ada edukasi karena bisa merusak lukisannya. Jadi hanya dilihat saja, dan itu pun kalau bisa jaraknya jangan terlalu dekat,” ujarnya.

Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah

Guna memperkuat upaya edukasi dan sistem proteksi di kawasan situs, Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Muna hingga pemerintah desa setempat. Kolaborasi ini bertujuan untuk merumuskan regulasi kunjungan yang lebih terukur dan efektif. Fadli Zon mengungkapkan bahwa langkah konkret yang akan segera disiapkan oleh pemerintah pusat meliputi penyediaan fasilitas edukasi sekunder. Fasilitas ini akan membantu mengurangi beban kunjungan fisik ke dalam gua secara bertahap.

“Nanti bersama dengan Pak Bupati (Muna) dan Pak Kepala Desa (Loghia), kita formulasikan apa saja yang diperlukan, misalnya untuk pengamanan dan peraturan aturan kunjungannya,” sebutnya.

Selain regulasi kunjungan dan penegakan aturan jarak aman, Kementerian Kebudayaan juga berencana membangun ruang edukasi khusus serta menempatkan personel ahli di lapangan. Inisiatif ini menunjukkan komitmen serius pemerintah dalam melestarikan situs bersejarah tersebut untuk generasi mendatang.

“Kita juga perlu membuat satu pusat informasi, tadi saya sudah bicara untuk membuat satu museum kecil di sini. Selain itu, kita siapkan juru pelihara dari Kementerian Kebudayaan yang bisa membantu memelihara gua-gua yang ada di sekitar Kepulauan Muna,” tambahnya.

Upaya komprehensif ini diharapkan dapat memberikan perlindungan optimal bagi lukisan cadas tertua di dunia. Dengan kombinasi edukasi masyarakat, fasilitas pendukung, dan penegakan regulasi, situs Liangkabori dapat terus menjadi kebanggaan nasional yang terjaga kelestariannya. Masyarakat dan wisatawan diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga warisan budaya yang telah berusia ribuan tahun ini agar tetap utuh dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.