Topics Covered: China-ASEAN luncurkan program ubah warisan budaya jadi produk kreatif
China dan ASEAN Segera Luncurkan Program Transformasi Warisan Budaya ke Produk Kreatif
Topics Covered menjadi tema utama dalam peluncuran program kolaboratif baru yang dilakukan oleh China dan ASEAN pada hari Kamis, 2 Juli. Program ini, yang diberi nama “Inkubator Peningkatan Kapasitas IP Warisan Budaya,” bertujuan untuk memperluas potensi kekayaan budaya sebagai sumber daya ekonomi. Acara diadakan di Kota Dunhuang, Provinsi Gansu, dan menarik partisipasi dari berbagai kalangan, termasuk peneliti, pembuat kebijakan, jurnalis, dan kreator konten dari berbagai negara.
Pelatihan dan Diskusi untuk Memperkuat Kreativitas Generasi Muda
Program ini menggabungkan elemen pelatihan teknis dan diskusi strategis, dengan fokus pada pengembangan produk berbasis kekayaan intelektual (IP) dari aset budaya. Melalui Topics Covered, peserta belajar cara mengubah warisan budaya menjadi bentuk kreatif yang relevan dengan pasar modern, seperti maskot, animasi, suvenir, komik, film pendek, atau merchandise resmi. Yu Yingfu, Wakil Direktur China International Communications Group, menekankan bahwa kegiatan ini memperkuat mekanisme pertukaran jangka panjang antara generasi muda kedua belah pihak.
“Kami mengajak pemuda dari berbagai negara untuk merasakan langsung bentuk perlindungan budaya yang kami lakukan secara turun-temurun. Topics Covered ini bertujuan membangun platform pertukaran yang inklusif untuk memicu kolaborasi kreatif,” kata Yu Yingfu.
Strategi Memaksimalkan Nilai Budaya dalam Ekonomi Kreatif
Pelatihan tidak hanya menekankan pemanfaatan teknik desain, tetapi juga membahas langkah-langkah untuk mengintegrasikan nilai-nilai budaya tanpa mengorbankan daya tarik pasar. Salah satu contoh yang dijelaskan adalah pemanfaatan Gua Mogao, kompleks kuil Buddha Dunhuang, sebagai inspirasi untuk menciptakan produk seperti pameran interaktif atau wisata budaya. Dengan memanfaatkan teknologi digital, program ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas warisan budaya dan memperluas keberlanjutan ekonomi kreatif.
Komunitas kreatif di Indonesia, termasuk Ikram Rizal, menyampaikan bahwa generasi muda lebih mengutamakan konten yang cepat dan menarik. “Melalui Topics Covered, kita bisa menggali potensi budaya untuk dijadikan produk yang efektif mencapai audiens luas,” tambah Ikram, yang menyoroti pentingnya “hook” di awal video agar tetap menarik penonton.
Collaboration untuk Mendukung Akses dan Partisipasi Pemuda
Program ini juga mencakup rekomendasi pengembangan relawan yang akan membantu pemuda ASEAN dalam mengakses budaya asing. Liu Chao, Direktur Penerbit Kekayaan Intelektual China, menegaskan bahwa hingga 2025, jumlah produk IP berbasis geografis di China akan mencapai lebih dari 5.000 jenis. Angka ini mencerminkan komitmen pemerintah Tiongkok dalam menggali nilai ekonomi dari warisan budaya melalui Topics Covered.
Dalam keseluruhan acara, sekitar 150 peserta dari China, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Filipina, dan Kamboja hadir untuk menegaskan pentingnya kerja sama antar negara. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa Topics Covered tidak hanya menjadi inisiatif teknis, tetapi juga mendorong kolaborasi dalam membangun ekosistem kreatif yang inklusif. Dengan memadukan digitalisasi dan kearifan lokal, program ini berharap meningkatkan daya saing ekonomi melalui ekspor produk budaya.
