Key Strategy: BPS sebut Sensus Ekonomi 2026 instrumen penting potret ekonomi riil

555340

BPS sebut Sensus Ekonomi 2026 instrumen penting potret ekonomi riil

Key Strategy – Bandarlampung, Sabtu – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan Sensus Ekonomi (SE) 2026 adalah alat penting untuk menggambarkan kondisi perekonomian nasional maupun daerah secara objektif. Dalam acara Apel Siaga dan Penguatan Komitmen Bersama Sensus Ekonomi 2026 di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, ia menekankan bahwa sensus ini seperti “medical check-up” bagi sektor ekonomi. “Sensus ekonomi berperan sebagai instrumen kunci untuk memahami realitas perekonomian secara menyeluruh, baik di tingkat nasional maupun regional,” ujarnya.

Potret Kondisi Ekonomi dengan Data Akurat

Menurut Amalia, data yang diperoleh dari SE 2026 akan menjadi dasar dalam merancang kebijakan pembangunan yang lebih tepat. Ia menjelaskan bahwa informasi tersebut tidak hanya membantu dalam pengembangan investasi, tetapi juga memperkuat usaha-usaha kecil dan menengah (UMKM) serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Keberhasilan pengambilan keputusan kebijakan bergantung pada kualitas data, karena informasi akurat akan mengarah pada kebijakan yang efektif dan inklusif,” tambahnya.

“Sensus ekonomi ibarat medical check-up atau rekam medis perekonomian. Ini memberi gambaran jelas tentang kondisi ekonomi saat ini dan membantu memprediksi arah perkembangannya ke depan,” kata Amalia.

Kemitraan dengan Pemerintah Daerah

Aktivitas sensus ini tidak hanya bergantung pada BPS, tetapi juga memerlukan dukungan penuh dari pihak-pihak terkait. Amalia mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menyukseskan pelaksanaan SE 2026. Ia menyatakan bahwa keterlibatan aktif pemerintah daerah menjadi faktor penentu keberhasilan sensus. “Sinergi antara BPS dan pemerintah daerah sangat krusial untuk memastikan data yang dihimpun mencerminkan kondisi riil, termasuk keberagaman sektor ekonomi yang ada di Lampung,” jelasnya.

Penghimpunan Data: Tanggung Jawab Bersama

Amalia juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menyediakan data yang benar. Ia menekankan bahwa partisipasi warga adalah kunci utama agar hasil sensus dapat digunakan secara maksimal. “Setiap informasi yang diberikan oleh masyarakat akan menjadi fondasi penting dalam merancang kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat daya tahan ekonomi lokal,” tegasnya.

Gubernur Lampung: Data sebagai Dasar Pembangunan Berkualitas

Selain Amalia, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal juga memberikan pernyataan penting dalam acara tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan yang berkualitas tidak bisa terlepas dari keberadaan data yang valid. “Tanpa data yang lengkap dan akurat, sulit untuk mengambil keputusan atau menyusun kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.

“Kita sadari bersama bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dimulai dari keberhasilan dalam mengumpulkan informasi yang benar. Data ini tidak hanya memberi gambaran tentang kinerja sektor usaha, tetapi juga membantu memantau dampak kebijakan terhadap masyarakat,” kata Rahmat Mirzani Djausal.

Peran Sensus Ekonomi dalam Menyeluruhkan Pemantauan Ekonomi

Gubernur Lampung menilai Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam menggambarkan kondisi perekonomian daerah secara menyeluruh. Hasil sensus akan menjadi acuan utama dalam merumuskan kebijakan ekonomi yang lebih efektif, serta mendorong pemerataan pertumbuhan. “Pertumbuhan ekonomi bukan hanya diukur dari angka statistik, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaatnya melalui ketersediaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan,” tambahnya.

Potensi Ekonomi Lampung: Sektor-Konsentrasi yang Kaya

Lampung, yang memiliki banyak potensi ekonomi di berbagai sektor, menjadi fokus utama dalam pelaksanaan sensus ini. Gubernur menyoroti keberagaman usaha di provinsi tersebut, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, industri, perdagangan, pariwisata, hingga UMKM. “Banyak pelaku usaha mikro yang memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Mereka harus menjadi bagian dari sensus untuk diperhitungkan secara menyeluruh,” kata Rahmat Mirzani Djausal.

Komitmen Terhadap Kualitas Data

Dalam menyusun kebijakan, Pemerintah Provinsi Lampung memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan SE 2026. Dukungan ini mencakup fasilitasi infrastruktur, koordinasi dengan instansi terkait, serta penguatan kelembagaan. “Kami berkomitmen untuk menjadikan sensus ekonomi sebagai tolak ukur keberhasilan pembangunan di Lampung,” ujarnya.

Petugas Lapangan: “Pejuang Data” yang Berperan Penting

Amalia menyoroti peran 8.619 petugas lapangan yang akan menjadi ujung tombak pelaksanaan SE 2026 di 15 kabupaten/kota di Lampung. Ia menyebut mereka sebagai “pejuang data” karena tanggung jawab mereka sangat besar dalam mengumpulkan informasi yang andal. “Setiap angka yang dihimpun oleh petugas lapangan akan menjadi batu loncatan bagi pengambilan keputusan kebijakan di masa depan,” jelasnya.

Persiapan dan Harapan untuk Keberhasilan Sensus

Amalia menyampaikan pesan penting kepada petugas lapangan agar menjalankan tugas dengan profesional dan berintegritas. “Kami harap mereka dapat memberikan pelayanan yang ramah serta memastikan data yang dihimpun tepat dan akurat,” katanya. Gubernur juga meminta petugas untuk menjaga komunikasi yang baik dengan masyarakat agar proses pengumpulan data berjalan lancar.

“Petugas lapangan adalah garda depan dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap sensus. Mereka perlu menunjukkan dedikasi tinggi dan konsistensi dalam mengumpulkan informasi, karena setiap data yang diperoleh memiliki dampak besar terhadap kebijakan pemerintah,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Manfa