Latest Program: KA Dharmawangsa Layani 180.784 Pelanggan, KAI Perkuat Akses Subang di Lintas Utara Jawa

WhatsApp-Image-2026-06-14-at-18.54.52

Perkuatan Akses Transportasi di Lintas Utara Jawa: KAI Melalui KA Dharmawangsa

Latest Program – Di tengah upaya meningkatkan konektivitas wilayah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mengembangkan layanan transportasi jarak jauh di lintas utara Jawa. Salah satu langkah strategisnya adalah melalui KA Dharmawangsa, rute Pasar Senen–Surabaya Pasarturi PP yang menghubungkan sejumlah kota penting seperti Bekasi, Subang, Cirebon, Semarang, dan Surabaya. Rute ini tidak hanya memperkuat aksesibilitas masyarakat Subang, tetapi juga menjadi bagian dari jaringan transportasi nasional yang terus tumbuh. Menurut data terbaru, pada Januari–Mei 2026, KA Dharmawangsa telah melayani 180.784 penumpang, naik 5,87 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 170.760 orang.

Kontribusi Stasiun Pegaden Baru

Stasiun Pegaden Baru menjadi titik penting dalam perjalanan masyarakat Kabupaten Subang. Wilayah dengan luas 2.051,76 km² dan populasi 1,67 juta ini terletak strategis di tengah zona geografis yang menghubungkan Pantura (Pantai Utara Jawa) dan daerah dataran tinggi. Stasiun ini tidak hanya melayani penumpang lokal, tetapi juga menjadi jalur utama bagi akses ke kota besar seperti Jakarta, Cirebon, Semarang, dan Surabaya. Sebagai informasi tambahan, jumlah penumpang yang naik dan turun di Pegaden Baru pada Januari–Mei 2026 mencapai 52.985 orang, meningkat 9,88 persen dibanding Januari–Mei 2025 sebanyak 48.222 orang.

“KA Dharmawangsa merupakan salah satu alternatif yang diminati masyarakat lintas Jakarta–Surabaya. Rute ini memudahkan mobilitas ke berbagai kota utama dan memenuhi kebutuhan transportasi untuk berbagai tujuan, seperti kegiatan pekerjaan, pendidikan, serta wisata,” ujar Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.

Dalam rangkaian KA Dharmawangsa, KAI menghadirkan dua kelas layanan yang berbeda: Eksekutif dan Ekonomi New Generation Modifikasi. Keduanya dirancang untuk memenuhi kebutuhan beragam pelanggan, baik dari segi kenyamanan maupun ketersediaan tarif. Kelas Eksekutif menyediakan 50 kursi dengan konfigurasi 2-2 searah perjalanan, lengkap dengan sandaran kursi yang bisa direbahkan, pemutar kursi, sandaran tangan yang fleksibel, dan pijakan kaki untuk meminimalkan kelelahan selama perjalanan. Sementara itu, kelas Ekonomi New Generation Modifikasi mengandalkan model captain seat yang diterapkan pada setiap kereta, dengan 72 kursi yang dipasang secara teratur dan didukung fitur seperti pendingin udara sentral serta ruang duduk yang lebih ergonomis.

Konektivitas Wilayah Lintas Utara Jawa

KA Dharmawangsa memperkuat jaringan perjalanan yang mencakup beberapa stasiun utama, seperti Surabaya Pasarturi, Lamongan, Babat, Bojonegoro, Cepu, Ngrombo, Semarang Poncol, Weleri, Pekalongan, Tegal, Brebes, Tanjung, Babakan, Cirebon Prujakan, Haurgeulis, Pegaden Baru, Bekasi, Jatinegara, dan Pasar Senen. Stasiun Pegaden Baru berperan kritis dalam menyokong mobilitas warga Subang, karena dari sini mereka bisa bepergian langsung ke Jakarta, Cirebon, Semarang, hingga Surabaya tanpa harus transit di kota lain yang jaraknya lebih jauh. Fakta ini menunjukkan pentingnya posisi geografis Subang yang menghubungkan wilayah utara, tengah, dan selatan Jawa.

Subang memiliki identitas unik sebagai daerah yang menggabungkan keberagaman wilayah: dari pantai utara yang dekat dengan lautan, kawasan tengah yang menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial, hingga daerah selatan yang kaya akan pertanian dan alam. Karakteristik ini membuat kebutuhan perjalanan warga Subang semakin beragam, mulai dari pergi ke kota besar untuk urusan pekerjaan, pendidikan, hingga kegiatan wisata. KA Dharmawangsa hadir sebagai solusi yang efektif, terutama dalam menghubungkan Subang dengan pusat-pusat utama di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Perkembangan Historis dan Strategi KAI

Dalam konteks sejarah, Subang dikenal sebagai wilayah yang memiliki akar panjang sebagai sentra pertanian dan perkebunan. Selain itu, daerah ini juga menjadi jalur logistik penting sejak masa kolonial. Peningkatan layanan KA Dharmawangsa dianggap sebagai upaya KAI untuk memperkuat peran Subang dalam jaringan transportasi nasional. Dengan adanya stasiun Pegaden Baru, mobilitas warga semakin optimal, terutama untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam berkunjung ke kota-kota besar.

Secara teknis, angka penumpang yang naik di Pegaden Baru pada Januari–Mei 2026 mencapai 26.369 orang, naik 9,10 persen dibanding tahun sebelumnya (24.169 orang). Sementara jumlah penumpang yang turun mencapai 26.616 orang, meningkat 10,66 persen dari 24.053 orang pada periode sama tahun 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI, terutama di daerah yang belum memiliki akses transportasi kereta api sebelumnya.

Ekonomi New Generation Modifikasi, yang digunakan dalam kelas ekonomi KA Dharmawangsa, merupakan hasil pengembangan internal KAI melalui Balai Yasa Manggarai. Fitur-fitur pada kursi captain seat ini dirancang untuk meningkatkan kenyamanan, termasuk pendingin udara sentral dan konfigurasi duduk yang lebih efisien. Adapun kelas Eksekutif memiliki desain ergonomis khusus, dengan kursi yang bisa diputar dan sandaran tangan yang dapat disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang berbeda.

Perspektif Masa Depan

Terlepas dari angka statistik, KAI juga fokus pada pengembangan infrastruktur dan fasilitas. Dengan menghadirkan KA Dharmawangsa, perusahaan berupaya memastikan keberlanjutan layanan transportasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan aksesibilitas. Stasiun Pegaden Baru tidak hanya menjadi titik transaksi, tetapi juga menjadi pusat penghubung yang mengutamakan kenyamanan dan kecepatan. Pertumbuhan penumpang yang signifikan menunjukkan bahwa penggunaan kereta api di Subang semakin meningkat, menandai pergeseran dari moda transportasi tradisional ke solusi modern.

Perluasan jaringan KA Dharmawangsa juga mencermink