Special Plan: Bulog pastikan stok beras 10 juta kg aman buat sambut Galungan

0c5832c5-6ac3-4444-be69-564a9d219f00_1

Bulog Pastikan Stok Beras 10 Juta Kilogram Aman untuk Galungan

Special Plan – Denpasar, 16 Juni 2026 – Perusahaan Umum BULOG (BULOG) Wilayah Bali mengklaim bahwa pasokan beras yang tersimpan di gudang mereka mencapai lebih dari 10 juta kilogram dan siap digunakan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat selama perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan. Jumlah stok yang dimiliki saat ini mencapai 10.795.581 kilogram, menunjukkan bahwa ketersediaan beras di Bali cukup stabil hingga 10 bulan ke depan.

Ketersediaan Pangan Terjaga Meski Permintaan Meningkat

Pemimpin Wilayah BULOG Bali, Simon Melkisedek Lakapu, menyatakan bahwa kondisi pasokan pangan tetap terjaga meskipun permintaan selama masa perayaan Galungan meningkat. Ia menjelaskan bahwa lembaga tersebut terus memantau harga di berbagai pasar dan menemukan bahwa beras serta komoditas strategis lainnya berada pada tingkat yang stabil. “Kami memastikan bahwa pasokan pangan tidak akan mengalami gangguan meski terjadi lonjakan permintaan,” ujar Simon.

“Stok pangan yang dikuasai BULOG Bali saat ini cukup memadai, sehingga masyarakat tidak perlu cemas mengenai ketersediaan beras selama rangkaian perayaan Galungan. Kami telah menyiapkan cadangan yang siap dipakai, baik untuk kebutuhan umum maupun untuk program bantuan pangan,” imbuh Simon.

Dalam menjelaskan lebih lanjut, Simon menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat tidak akan terganggu karena stok beras dan komoditas strategis lainnya berada di level yang memadai. Ia mengingatkan bahwa masyarakat bisa tenang menghadapi perayaan besar tersebut karena pasokan tetap terjaga. “Kami mengimbau warga tidak membeli berlebihan, karena stok pangan terus dijaga agar tidak mengalami kelangkaan,” lanjutnya.

Program Bantuan Pangan: Fokus pada Distribusi

BULOG Bali juga menyoroti program bantuan pangan yang menjadi prioritas saat ini. Dalam beberapa bulan terakhir, lembaga tersebut tengah mempercepat distribusi beras ke sejumlah kelompok penerima, termasuk Penerima Bantuan Pangan (PBP). Sampai pertengahan Juni 2026, jumlah warga yang telah menerima bantuan mencapai 287.347 orang, atau setara 96,5 persen dari total kuota yang ditetapkan di Provinsi Bali.

“Program bantuan pangan bertujuan memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap beras pokok, terutama di tengah tantangan perekonomian yang terjadi. Kami terus menyalurkan bantuan agar seluruh penerima dapat memanfaatkan haknya tepat waktu,” kata Simon.

Selain itu, BULOG juga fokus pada penyaluran beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga aksesibilitas harga. Sampai saat ini, total beras yang telah didistribusikan melalui SPHP mencapai 3.028.010 kilogram. Upaya ini dilakukan agar masyarakat bisa mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau, terlebih menjelang hari besar keagamaan.

Rangkaian Galungan: Penampahan hingga Umanis Kuningan

Masa perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan di Bali berlangsung dari Penampahan Galungan pada Selasa, 16 Juni hingga Umanis Kuningan pada Jumat, 28 Juni 2026. Simon memperkirakan bahwa selama periode tersebut, kebutuhan makanan akan meningkat, tetapi stok beras yang cukup memadai akan memastikan kelancaran konsumsi warga.

Menurut Simon, BULOG telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, seperti satgas pangan, pemerintah daerah, dan pengusaha lokal, untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan. “Kami terus memastikan distribusi beras berjalan lancar, baik ke pasar tradisional, kios pengecer, maupun Koperasi Desa Merah Putih (KDMP),” jelasnya. Ia menambahkan bahwa penyaluran ke berbagai saluran juga mencakup Rumah Pangan Kita (RPK) yang dikelola oleh masyarakat.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat untuk Ketersediaan Pasokan

Simon yakin bahwa dengan sinergi yang baik antara pemerintah, pengusaha, dan warga, ketersediaan pangan di Bali akan tetap aman selama perayaan Galungan. “Kami percaya bahwa kolaborasi yang berjalan efektif akan membantu menjaga kondisi pasokan tetap kondusif, bahkan dalam kondisi ekonomi yang fluktuatif,” tuturnya.

Program SPHP, yang merupakan salah satu instrumen pemerintah untuk menstabilkan harga, sudah dijalankan secara masif dan merata. Dengan distribusi yang terencana, BULOG berharap masyarakat bisa merasakan manfaat langsung dari kebijakan tersebut. Simon juga menekankan bahwa keberhasilan penyaluran beras bergantung pada koordinasi terus-menerus dengan semua pihak terkait.

Kebutuhan Masyarakat dan Strategi Bulog

Menyambut Galungan, BULOG Bali mengungkapkan bahwa mereka tidak hanya memperkuat stok beras tetapi juga memastikan penyaluran ke berbagai wilayah terlaksana secara optimal. Dalam pernyataannya, Simon memastikan bahwa pasokan beras di tingkat konsumen tetap terjangkau, terutama bagi kelompok rentan. “Dengan stok yang mencukupi, harga yang stabil, serta program intervensi pemerintah yang berjalan baik, masyarakat bisa merayakan Galungan dengan tenang dan penuh kebahagiaan,” pungkas Simon.

Dalam keseluruhan kegiatan, BULOG juga mengharapkan partisipasi aktif masyarakat. Ia menekankan bahwa distribusi beras tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga melibatkan peran warga dalam memastikan keberlanjutan program tersebut. “Kami meminta masyarakat mendukung upaya penyaluran bantuan, karena distribusi yang lancar akan memberikan manfaat maksimal,” tambahnya.

Dengan persiapan yang matang dan kerja sama yang harmonis, Simon yakin bahwa ketersediaan beras dan komoditas pangan pokok di Bali akan tetap terjaga hingga akhir perayaan. Ini menjadi dasar bagi masyarakat untuk menjalani hari besar Galungan dengan rasa aman dan kenyamanan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi.