What Happened During: Gubernur DKI harap jumlah transaksi Jakarta Fair lampaui Rp8 triliun

IMG_2785

Harapan Gubernur DKI untuk Jakarta Fair 2026 Melebihi Rp8 Triliun

What Happened During – Di tengah antusiasme masyarakat Jakarta untuk menyambut acara tahunan Jakarta Fair Kemayoran, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengungkapkan target transaksi yang lebih ambisius. Ia berharap nilai transaksi selama penyelenggaraan Jakarta Fair 2026 dapat mencapai angka di atas Rp8 triliun. Target ini menjadi peningkatan dari capaian tahun sebelumnya, di mana transaksi sebesar Rp7,3 triliun berhasil dicatatkan dengan jumlah pengunjung mencapai 5,9 juta orang.

Dalam pidato pembukaan acara yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta Pusat, Pramono menyampaikan harapan tersebut. “Saya dengar tahun ini mudah-mudahan bisa Rp8 triliun. Kalau bisa Rp8 triliun, dari tahun ke tahun rekor itu terpecahkan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa perayaan Jakarta Fair 2026 bukan hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga sarana untuk mendorong perekonomian daerah melalui peningkatan aktivitas perdagangan.

“Saya sungguh berharap mudah-mudahan tahun depan lebih meriah, yang hadir lebih banyak, dan juga transaksinya buat UMKM lebih dari Rp9 triliun,” kata Pramono. Target transaksi yang ditetapkan bukan hanya sebagai angka, tetapi juga sebagai indikator kemajuan sektor usaha kecil menengah (UMKM) yang menjadi fokus utama acara ini.

Pramono juga mengharapkan jumlah pengunjung Jakarta Fair 2026 dapat meningkat signifikan. “Tahun lalu pengunjungnya 5,9 juta, transaksinya Rp7,3 triliun. Mudah-mudahan tahun ini di atas Rp8 triliun, yang hadir di atas 6 juta orang,” tambahnya. Dengan peningkatan jumlah pengunjung, ia yakin akan ada dampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di sektor perdagangan dan jasa.

Kemajuan Infrastruktur Transportasi sebagai Dukungan Acara

Selain berfokus pada transaksi dan pengunjung, Pramono juga menyoroti perbaikan sistem transportasi publik di Jakarta. Menurutnya, infrastruktur transportasi yang terus berkembang telah menciptakan koneksi antarmoda yang lebih efektif. “Konektivitas antarmoda transportasi di Jakarta kini mencapai 93 persen, berkat dukungan MRT, LRT, TransJakarta, Transjabodetabek, JakLingko, hingga Mikrotrans,” jelasnya. Ia menyarankan masyarakat untuk menggunakan transportasi umum dalam menghadiri acara tersebut, karena kualitasnya kini semakin memadai.

Dalam kesempatan ini, Pramono juga mempromosikan aksesibilitas ke Jakarta Fair. Ia mengatakan bahwa penggunaan transportasi umum tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga mendorong partisipasi lebih luas dari berbagai kalangan. “Kalau ada kegiatan bisa menggunakan transportasi umum. Transportasi umum di Jakarta sudah relatif lebih baik,” tambahnya. Harapan ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk membangun Jakarta sebagai pusat ekonomi yang ramah lingkungan dan terjangkau.

Panitia Jakarta Fair 2026 Optimis Menghadirkan Beragam Kegiatan

Di sisi lain, Direktur Utama PT Jakarta International Expo yang juga menjadi Ketua Umum Panitia Jakarta Fair Kemayoran 2026, Siti Hartati Murdaya, mengungkapkan bahwa acara ini akan berlangsung dari 11 Juni hingga 12 Juli 2026. Menurutnya, penyelenggaraan tahun ini bertujuan merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta. “Jakarta Fair Kemayoran bisa berkembang di seluruh Indonesia dan memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Hartati.

Hartati menjelaskan bahwa Jakarta Fair 2026 akan dihadiri oleh 2.800 perusahaan dari berbagai sektor, termasuk UMKM, perusahaan nasional, hingga internasional. Sebanyak 1.800 stan akan menampilkan produk yang beragam, mulai dari barang kebutuhan sehari-hari hingga inovasi teknologi terkini. “Selain pameran multiproduk, Jakarta Fair juga menghadirkan berbagai hiburan, termasuk konser musik yang menampilkan sekitar 150 band selama 32 hari penyelenggaraan,” ujarnya.

Menurut Hartati, Jakarta Fair 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan promosi sektor usaha kecil menengah. “Acara ini menjadi platform bagi UMKM untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” tambahnya. Ia menilai kehadiran 150 band dalam konser musik memberikan dimensi hiburan yang menarik, sehingga dapat menarik perhatian lebih banyak pengunjung dari seluruh wilayah Indonesia.

Penyelenggaraan Jakarta Fair Kemayoran 2026 dianggap sebagai langkah strategis dalam rangka memperkuat keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi lokal. Dengan jumlah transaksi dan pengunjung yang lebih besar, acara ini diharapkan dapat menjadi ikon utama dalam perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027. Pramono menyatakan bahwa ketenaran acara ini akan semakin meluas, terutama jika pengunjung meningkat secara signifikan.

Dalam wawancara tambahan, Hartati menambahkan bahwa pihak panitia telah melakukan persiapan yang matang untuk memastikan kelancaran acara. Ia berharap partisipasi 2.800 perusahaan dapat memperkaya pengalaman pengunjung, sekaligus mendorong ekspor dan investasi. “Semua upaya yang telah dilakukan bertujuan menciptakan suasana yang lebih dinamis dan menarik bagi masyarakat,” ujarnya. Dengan konsep yang lebih inovatif, Jakarta Fair 2026 diharapkan menjadi referensi bagi acara serupa di Indonesia.

Pramono juga menyoroti peran Jakarta Fair dalam memperkuat hubungan antara pemerintah dan pelaku usaha. “Transaksi yang tinggi selama acara ini akan menjadi bukti kesuksesan kebijakan pemerintah dalam mendukung UMKM,” katanya. Harapan tersebut selaras dengan kebijakan pemerintah DKI Jakarta untuk mendorong pertumbuhan sektor usaha kecil menengah sebagai bagian dari ekonomi lokal.

Dengan rangkaian kegiatan yang menarik dan sistem transportasi yang lebih efisien, Jakarta Fair 2026 diharapkan menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi pengunjung. Hartati menegaskan bahwa acara ini merupakan langkah nyata untuk membangun ekonomi Indonesia sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota yang kreatif dan berinovasi.