Meeting Results: COOCON Bergabung di Yayasan Agen AI Global (AAIF) untuk Memajukan Pembayaran Agen AI dan Bisnis Data Berbasis MCP

c18da91d-ce59-4a84-b38d-bae116bb06ec-0

COOCON Bergabung di Yayasan Agen AI Global (AAIF) untuk Memajukan Infrastruktur Pembayaran dan Data Berbasis MCP

Meeting Results – Seoul, Korea Selatan—(ANTARA/Business Wire)—Pada hari Jumat, 1 Juni, COOCON, perusahaan platform data bisnis terkemuka asal Korea Selatan yang dipimpin oleh Kim Jong-hyun, mengumumkan keanggotaan resmi sebagai Silver Member di Agentic AI Foundation (AAIF). Keikutsertaan ini memperkuat komitmen perusahaan untuk berpartisipasi dalam inisiatif global yang bertujuan mendorong pengembangan standar dan protokol terbuka untuk agen AI. AAIF, yang beroperasi sebagai konsorsium open-source di bawah Linux Foundation, telah mengumpulkan lebih dari 180 anggota, termasuk raksasa teknologi seperti Anthropic, OpenAI, Google, Microsoft, Circle, Tron, dan Stripe.

Kolaborasi Global untuk Standar Interoperabilitas

Dengan bergabung di AAIF, COOCON menargetkan memperluas jaringan kolaborasi global dan meningkatkan hubungan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang menjadi pionir di bidang agen AI. Yayasan ini fokus pada pembuatan standar terbuka yang meningkatkan interoperabilitas antar agen AI, serta berperan dalam penguatan standardisasi di seluruh sektor teknologi AI. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, COOCON akan berkontribusi dalam kelompok kerja terkait sistem pembayaran agen AI dan bisnis data berbasis Model Context Protocol (MCP).

Strategi Perluasan Bisnis di Era Agen AI

Mengikuti perkembangan pesat dalam bidang agen AI yang kini tidak hanya membantu proses pencarian produk atau memberikan rekomendasi, tetapi juga mampu melakukan transaksi pembayaran secara langsung, COOCON berharap menjadi mitra infrastruktur inti yang mendukung efisiensi dan keamanan transaksi bagi agen AI. Partisipasi di AAIF dianggap sebagai langkah strategis untuk menguatkan posisi perusahaan sebagai pionir di sektor pembayaran dan data. Kim Jong-hyun, CEO COOCON, menyatakan bahwa keanggotaan ini menjadi batu loncatan penting dalam perjalanan perusahaan menuju ekspansi global.

“Keikutsertaan kami di AAIF tidak hanya mengembangkan potensi COOCON di pasar internasional, tetapi juga mendukung visi perusahaan untuk bertransformasi dari platform data menjadi ekosistem yang berbasis AI,” kata Kim Jong-hyun. “Kolaborasi teknologi dengan anggota global akan membantu kami menyesuaikan inovasi dengan kebutuhan industri, serta memperkuat daya saing di bidang pembayaran dan data.”

COOCON saat ini menyediakan layanan pembayaran, penarikan, dan penyelesaian transaksi melalui jaringan infrastruktur yang luas. Perusahaan menaungi lebih dari 2 juta merchant QR, 100.000 mitra waralaba, serta 40.000 mesin ATM. Dalam upaya meningkatkan daya saing, COOCON terus memperkuat integrasi dengan jaringan pembayaran global seperti UnionPay, WeChat Pay, Alipay+, dan QRIS, standar pembayaran nasional Indonesia.

Selain itu, COOCON mengoperasikan platform data bisnis yang menghubungkan data dari sekitar 500 lembaga domestik dan 2.000 institusi keuangan di lebih dari 40 negara melalui lebih dari 300 API. Perusahaan sedang beralih ke arsitektur berbasis MCP (Model Context Protocol) guna meningkatkan efisiensi penggunaan data oleh sistem AI. Dengan adanya keanggotaan di AAIF, COOCON berupaya mempercepat ekspansi bisnis pembayaran global dan stablecoin, sekaligus mengimplementasikan standar internasional ke seluruh infrastruktur perusahaan.

Transformasi Teknologi dan Persiapan untuk Pasar Global

Kemitraan dengan AAIF juga bertujuan mendorong koordinasi teknologi yang lebih erat dengan perusahaan-perusahaan global, sehingga COOCON dapat merespons dinamika era agen AI yang semakin cepat. Dalam konteks ini, perusahaan berharap mengembangkan kemampuan baru dalam bidang pembayaran dan data, serta menguatkan posisi sebagai penyedia layanan infrastruktur utama.

“Melalui aktivitas AAIF, kami akan menjadikan standar teknologi sebagai fondasi strategis, yang selanjutnya mendorong transformasi COOCON menjadi perusahaan data berbasis AI,” tambah Kim Jong-hyun. “Ini bukan hanya keberhasilan lokal, tetapi juga melangkah ke pasar global dengan potensi pertumbuhan yang signifikan.”

Keanggotaan COOCON di AAIF diharapkan dapat meningkatkan kompatibilitas global layanan pembayaran dan platform data perusahaan. Dengan sistem standar terbuka yang dipromosikan oleh AAIF, COOCON berharap dapat membangun ekosistem yang lebih terintegrasi, di mana agen AI dapat beroperasi secara efisien dan aman di berbagai pasar. Partisipasi ini juga akan memperkuat kemampuan COOCON dalam menyediakan solusi yang terukur dan skalabel untuk bisnis di era digital.

Kontribusi dalam Standarisasi Teknologi Agen AI

Pengumuman keanggotaan COOCON di AAIF menandai langkah awal dalam mendukung inisiatif standar global untuk agen AI. Kelompok kerja yang menjadi fokus utama perusahaan akan mengembangkan protokol terbuka yang memungkinkan integrasi lebih mudah antar sistem pembayaran dan bisnis data. Hal ini membuka peluang ekspansi ke pasar pembayaran dan stablecoin yang lebih luas, serta mendorong adopsi MCP sebagai dasar pengelolaan data di sektor keuangan.

COOCON telah membangun fondasi yang kuat dalam infrastruktur pembayaran, yang terbukti melalui kolaborasi dengan berbagai jaringan global. Dengan memanfaatkan standar dan protokol yang diusulkan AAIF, perusahaan berharap dapat menciptakan ekosistem yang lebih terpadu, di mana layanan pembayaran dan data dapat diakses oleh agen AI secara lintas platform. Langkah ini juga menjadi penopang untuk penguatan tiga bidang pertumbuhan utama COOCON pada tahun ini: pembayaran global, stablecoin, dan bisnis data berbasis AI.

Perspektif ke Depan dan Harapan untuk Inovasi

Kim Jong-hyun menekankan bahwa keanggotaan di AAIF merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem yang lebih kompetitif di sektor teknologi AI. “Kami ingin menjadikan kolaborasi teknologi sebagai katalisator inovasi, sehingga dapat menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan industri dan pengguna,” jelasnya. “Dengan keanggotaan ini, COOCON akan menjadi bagian dari komunitas global yang mendorong perkembangan agen AI sebagai inti dari transformasi digital.”

Perusahaan juga mengharapkan partisipasi di AAIF dapat mempercepat penerapan MCP di berbagai aplikasi bisnis. Model Context Protocol, yang menjadi fondasi untuk pengelolaan data secara lebih efektif, diharapkan dapat menjadi alat utama untuk membangun sistem pembayaran dan layanan data yang konsisten di seluruh dunia. Dengan menggabungkan kekuatan kolaborasi global dan inovasi teknologi, COOCON berkomitmen untuk menjadi penggerak utama dalam evolusi infrastruktur AI.

Pengumuman ini dianggap sah dan berwenang hanya dalam versi bahasa aslinya. Terjemahan-terjemahan disediakan sebagai alat bantu, dan harus ditujukan ke versi asli teks yang menjadi satu-satunya versi yang memiliki kekuatan hukum. Tersedia Galeri Multimedia/Foto: Webcash untuk COOCON.

Peran COOCON sebagai Mitra Terdepan