Facing Challenges: BRI: 16,46 juta UMKM manfaatkan “LinkUMKM” untuk perluas akses pasar

WhatsApp-Image-2026-06-07-at-09.18.54

BRI: 16,46 Juta UMKM Manfaatkan “LinkUMKM” untuk Perluas Akses Pasar

Facing Challenges – Menurut PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, hingga April 2026, telah ada sebanyak 16,46 juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memanfaatkan platform LinkUMKM untuk mengembangkan usaha mereka. Platform ini menjadi bagian dari upaya BRI dalam meningkatkan akses pasar, kemampuan operasional, serta mendorong percepatan kenaikan kelas usaha kecil dan menengah di Indonesia.

LinkUMKM sebagai Solusi Digital bagi UMKM

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, mengungkapkan bahwa LinkUMKM hadir untuk memenuhi tantangan utama yang dihadapi pelaku usaha. “Platform ini dirancang agar para pengusaha mendapatkan informasi pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kemampuan administrasi dan pengelolaan usaha mereka,” jelas Akhmad.

Perseroan menyatakan bahwa penggunaan LinkUMKM tidak hanya sekadar memperluas jaringan bisnis, tetapi juga memberikan akses terhadap pelatihan berkualitas serta pendukung pengembangan. Hal ini sejalan dengan visi presiden untuk membangun ekonomi mandiri dan memperkuat sektor UMKM nasional. Dengan adanya platform ini, BRI berharap mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendorong ekonomi kerakyatan.

“Di dalam LinkUMKM terdapat berbagai fitur yang membantu UMKM untuk terus berkembang, seperti modul, konsultasi dengan pakar UMKM, serta berbagai event yang diselenggarakan setiap minggunya. Pelaku usaha tentunya sangat terbantu dalam pengelolaan bisnis untuk berkembang,” kata Akhmad.

Seiring berjalannya waktu, aplikasi LinkUMKM kini menjadi sarana digital yang semakin diminati oleh pelaku usaha. Fitur-fitur yang disediakan di platform ini dinilai efektif dalam meningkatkan daya saing UMKM di berbagai daerah. Akhmad Purwakajaya menekankan bahwa LinkUMKM bertujuan untuk mempermudah proses pemasaran, pengelolaan administrasi, dan konsultasi bisnis bagi para pengusaha.

Fungsi Utama dan Manfaat LinkUMKM

Dalam perjalanannya, LinkUMKM dianggap sebagai alat penting dalam mengatasi keterbatasan akses informasi dan sumber daya yang sering dialami UMKM. Platform ini menyediakan berbagai layanan, seperti pelatihan untuk meningkatkan keterampilan manajerial, akses ke sumber daya digital, serta komunitas yang menjadi ruang berbagi pengalaman dan ide antar pelaku usaha.

Akhmad menambahkan bahwa LinkUMKM terus berinovasi untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna. “Kami berusaha membuat fitur-fitur yang relevan dengan tahapan perkembangan usaha masing-masing pengusaha,” ujarnya. Tujuan utama dari platform ini adalah mendorong UMKM untuk berkembang secara bertahap, baik dari segi kualitas produk maupun kapasitas bisnis.

Saat ini, LinkUMKM menyediakan enam fitur utama yang ditujukan untuk mempermudah pengelolaan bisnis. Fitur pertama adalah UMKM Smart, yang membantu pelaku usaha dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran. Kedua, Rumah BUMN, yang menjadi ruang kolaborasi antara UMKM dengan perusahaan-perusahaan milik negara (BUMN). Ketiga, UMKM Media, yang menyediakan akses ke informasi pasar serta berbagai pengumuman terkini.

Keempat, Komunitas, yang memungkinkan pengusaha untuk saling berbagi pengalaman dan solusi dalam menghadapi tantangan bisnis. Kelima, Etalase Digital, yang memudahkan akses ke produk dan layanan UMKM dari berbagai daerah. Terakhir, layanan Register Nomor Induk Berusaha (NIB), yang mempercepat proses pendaftaran usaha untuk memenuhi kebutuhan regulasi.

Pertumbuhan dan Pengembangan UMKM Nasional

Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa penggunaan LinkUMKM tidak hanya menjadi alat digital, tetapi juga menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan UMKM. “Dengan fitur ini, UMKM tidak hanya bisa mengakses pasar lokal, tetapi juga nasional dan internasional,” tambahnya.

Kebijakan pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM memperkuat peran LinkUMKM sebagai salah satu pendukung utama. Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi pilihan utama bagi pelaku usaha yang ingin meningkatkan kualitas dan keberlanjutan bisnis mereka. “Selain itu, LinkUMKM juga mempercepat proses pemasaran dan pelayanan kepada pelanggan,” ujarnya.

Platform ini secara aktif memberikan pelatihan kepada UMKM, terutama dalam hal pemasaran online, manajemen keuangan, dan pengelolaan operasional. Akhmad menyatakan bahwa program pelatihan tersebut dirancang agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis masing-masing pengusaha. “Kami memastikan bahwa pelatihan yang diberikan selalu relevan dengan tren dan dinamika pasar saat ini,” katanya.

Kemudian, LinkUMKM juga memfasilitasi hubungan antar pelaku usaha, baik melalui komunitas maupun program kolaborasi dengan BUMN. Dengan adanya komunitas, para pengusaha bisa saling berdiskusi, berbagi pengalaman, serta mencari solusi bersama. Sementara itu, Rumah BUMN menjadi wadah untuk memperkuat kemitraan antara UMKM dan perusahaan besar yang bisa memberikan dukungan ekspor serta distribusi produk.

Sebagai bagian dari ekonomi kerakyatan, BRI berkomitmen untuk terus mengembangkan LinkUMKM agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi UMKM. Platform ini tidak hanya menjadi alat digital, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran dan pengembangan bagi pelaku usaha. “Dengan LinkUMKM, UMKM bisa lebih mudah mengakses sumber daya, informasi, dan peluang pasar yang selama ini sulit dicapai,” pungkas Akhmad.

Dengan jumlah pengguna yang terus bertambah, LinkUMKM dinilai sebagai solusi digital yang strategis dalam menghadapi tantangan persaingan global. Platform ini juga diharapkan bisa menjadi bentuk partisipasi BRI dalam mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya bagi sektor UMKM yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Dengan demikian, BRI berharap LinkUMKM terus menjadi partner yang andal bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di berbagai wilayah.