Historic Moment: 4.077 sertifikat halal telah terbit dalam lima bulan di Kalsel
Historic Moment: 4.077 Sertifikat Halal Terbit dalam 5 Bulan di Kalsel
Historic Moment – Program sertifikasi halal di Kalimantan Selatan (Kalsel) mencatat pencapaian luar biasa dalam lima bulan terakhir, dengan total 4.077 sertifikat yang telah diterbitkan. Angka ini menjadi bukti kemajuan signifikan dalam pengembangan industri halal di daerah tersebut, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekosistem usaha kecil dan menengah (UKMK) melalui pengakuan nasional. Sertifikasi halal, sebagai simbol kualitas dan kepercayaan, semakin dihargai oleh pelaku usaha lokal sebagai kunci untuk meraih pasar lebih luas.
Kemitraan dan Strategi Sosialisasi BPJPH Kalsel
Distribusi Sertifikat ke Berbagai Sektor
Dalam upaya meningkatkan jumlah sertifikasi halal, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kalsel fokus pada sektor UKMK yang mencakup makanan, minuman, dan kosmetik. Angka 4.077 sertifikat mencerminkan keberagaman produk yang telah memenuhi standar nasional. Pemimpin program ini mengatakan bahwa distribusi sertifikat dilakukan secara transparan, sehingga bisa diakui oleh konsumen di seluruh Indonesia.
Kebijakan Gratis untuk Meningkatkan Partisipasi
BPJPH Kalsel juga menyediakan kuota sertifikasi halal gratis hingga akhir tahun 2023, dengan total 8.422 sertifikat yang tersedia. Sertifikat ini diberikan untuk mendorong partisipasi lebih luas, terutama dari UKMK yang belum menyadari manfaatnya. “Historic Moment ini menunjukkan keberhasilan kami dalam mengakses seluruh lapisan masyarakat,” tambah salah satu perwakilan BPJPH Kalsel.
“Sertifikasi halal bukan hanya label, tapi juga jaminan kualitas produk. Kami terus memastikan prosesnya mudah dan mempercepat pengajuan dari pelaku usaha,” ujar Latif Thohir, anggota tim BPJPH Kalsel.
Meski sebagian besar kuota sudah terpakai, masih ada peluang untuk pelaku usaha yang belum mengajukan. Proses ini didukung oleh kolaborasi dengan instansi pemerintah daerah, asosiasi UMKM, serta komunitas lokal. Arif Prada, pengusaha yang telah memperoleh sertifikasi, menegaskan bahwa label halal membantu bisnisnya menembus pasar internasional dan meningkatkan daya tarik konsumen.
BPJPH Kalsel juga menyebutkan bahwa sekitar 15.000 UKMK masih belum terakreditasi. Rijalul Vikry, direktur BPJPH Kalsel, menuturkan bahwa kuota gratis hanya berlaku sampai akhir tahun, sehingga pelaku usaha diminta segera memanfaatkan peluang ini. “Kami ingin menghindari penundaan yang berpotensi mengurangi dampak ekonomi,” imbuhnya.
Seiring peningkatan keberhasilan sertifikasi, BPJPH Kalsel mencatat peningkatan kesadaran masyarakat tentang produk halal. Data terkini menunjukkan 35% UKMK di Kalsel kini memahami pentingnya sertifikasi. “Historic Moment ini membuktikan bahwa masyarakat semakin responsif terhadap standar halal,” tambah Rijalul Vikry.
Pelatihan dan Persiapan untuk Masa Depan
Untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan, BPJPH Kalsel merencanakan pelatihan lanjutan pada akhir tahun 2023. Pelatihan ini akan fokus pada teknis kebersihan produksi dan penegakan standar halal. “Target kami adalah mendorong 50% UKMK terdaftar dalam sistem sertifikasi,” ujar Rijalul Vikry. Ia menekankan bahwa pelatihan ini berperan penting dalam memperkuat
