Latest Program: 130 SMK di Jatim kembangkan kendaraan listrik berbasis konversi BBM

130 SMK di Jatim Kembangkan Kendaraan Listrik dari Konversi BBM

Latest Program – Surabaya menjadi panggung utama untuk menampilkan inovasi terbaru dari sejumlah sekolah menengah kejuruan (SMK) di Jawa Timur. Dalam perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Gedung Negara Grahadi, sebanyak 130 SMK berpartisipasi dalam pameran kendaraan listrik yang dikembangkan dari konversi bahan bakar minyak (BBM). Inisiatif ini menunjukkan kompetensi teknis dan kreativitas siswa SMK, yang diakui oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, yang mengungkapkan antusiasme tinggi terhadap keberhasilan proyek tersebut.

Momen Hardiknas sebagai Platform Inovasi

Kehadiran kendaraan listrik hasil karya para siswa SMK ini tidak hanya menyoroti kemampuan teknologi, tetapi juga menggambarkan peran penting pendidikan vokasi dalam mendorong transformasi ekonomi dan lingkungan. Khofifah mengungkapkan bahwa proyek konversi BBM ke energi listrik ini bukan sekadar tugas akademik, melainkan bentuk nyata kontribusi dari generasi muda menuju kesadaran lingkungan. “Ini menunjukkan bagaimana keberlanjutan bisa dimulai dari tingkat sekolah, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil,” katanya.

“Luar biasa. Anak-anak SMK Jawa Timur membuktikan bahwa mereka memiliki kompetensi, kreativitas, dan kemampuan teknologi yang sangat membanggakan,” ujar Khofifah saat membuka acara di Surabaya, Jumat (18/5/2026).

Dalam wawancara tambahan, Khofifah menekankan bahwa konversi BBM ke listrik bukan hanya memenuhi kebutuhan transportasi modern, tetapi juga menegaskan komitmen Jawa Timur terhadap ekonomi hijau. “Kendaraan listrik ini siap digunakan oleh pasar, dan sejumlah SMK bahkan sudah menerima pesanan dari perusahaan-perusahaan besar,” imbuhnya. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan proyek ini bukan hanya dalam konteks pendidikan, tetapi juga memiliki dampak nyata di bidang industri.

Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Keberlanjutan Teknologi

Pemimpin Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menambahkan bahwa pameran ini menjadi bukti keterampilan siswa SMK yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri. “Kendaraan listrik yang dipresentasikan tidak hanya produk dari praktik pembelajaran, tetapi juga menunjukkan kapasitas kompetitif yang mumpuni,” kata Aries. Ia menyoroti bahwa TKDN dari kendaraan listrik yang dikembangkan rata-rata mencapai 50 persen, artinya sebagian besar komponen berasal dari dalam negeri.

“Yang menarik, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kendaraan listrik ini rata-rata sudah mencapai 50 persen. Hanya beberapa komponen tertentu yang masih impor,” ujarnya.

Aries menjelaskan bahwa proses konversi BBM ke listrik membutuhkan pengetahuan teknis yang tinggi, serta kolaborasi antara guru, siswa, dan industri. “Momen Hardiknas ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa SMK tidak hanya menghasilkan lulusan yang terampil, tetapi juga mampu menciptakan solusi inovatif,” tambahnya. Ia juga menyebutkan bahwa konversi kendaraan BBM ke listrik bisa menjadi alternatif yang ramah lingkungan, terutama di tengah upaya global menuju Net Zero Emission 2060.

Peluang Industri dan Pendidikan Vokasi

Dari total 481 SMK yang memiliki jurusan otomotif di Jawa Timur, sebanyak 130 sekolah telah menerapkan konversi bahan bakar minyak ke energi listrik. Proyek ini melibatkan penggunaan sumber daya lokal, seperti komponen elektronik, sistem penggerak, dan material baterai yang diproduksi oleh perusahaan dalam negeri. Aries menjelaskan bahwa proyek ini mendorong SMK untuk menjadi mitra strategis dalam industri otomotif, terutama dalam pengembangan teknologi green energy.

“Ini bukti nyata bahwa keterampilan dan kompetensi para siswa kita tidak kalah dengan buatan industri. Yang dibuat para siswa ini bukan lagi sekadar alat praktik, tetapi sudah bisa digunakan oleh pasar,” kata Aries.

Keberhasilan 130 SMK tersebut menunjukkan potensi besar pendidikan vokasi dalam menjawab tantangan ekonomi dan lingkungan. Aries menambahkan bahwa konversi BBM ke listrik juga memungkinkan siswa memahami proses produksi sekaligus pengelolaan sumber daya, yang menjadi nilai tambah dalam pembelajaran mereka. “Dengan inisiatif ini, SMK tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesadaran tentang pengurangan emisi karbon,” ujarnya.

Kolaborasi dengan Industri dan Persiapan Masa Depan

Dalam rangka meningkatkan kualitas hasil produksi, beberapa SMK telah bekerja sama dengan perusahaan otomotif lokal untuk memperbaiki komponen-komponen yang masih diimpor. “Kolaborasi ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk mempelajari standar industri sekaligus meningkatkan nilai TKDN,” kata Aries. Karya kelas menengah kejuruan ini juga menjadi bagian dari program pemerintah dalam memperkuat hubungan antara pendidikan dan dunia kerja.

Pameran di Hardiknas 2026 menunjukkan peran SMK sebagai penyokong utama transformasi industri di Indonesia. Khofifah menegaskan bahwa inovasi dari sekolah-sekolah tersebut akan menjadi fondasi bagi ekonomi hijau di Jawa Timur. “Anak SMK ini mampu memikirkan solusi yang sederhana namun efektif, seperti konversi BBM ke listrik. Prosesnya membutuhkan keahlian khusus, tetapi hasilnya sangat menginspirasi,” ujarnya.

Daftar Sekolah yang Menampilkan Kendaraan Listrik

  • SMK Wijaya Putra Surabaya

  • SMK Darma Siswa 1 Sidoarjo

  • SMK Antartika 1 Sidoarjo

  • SMK Krian 2 Sidoarjo