Special Plan: Khofifah nilai BSPS turunkan kemiskinan dan perkuat ekonomi
Khofifah Nilai BSPS Turunkan Kemiskinan dan Perkuat Ekonomi
Special Plan – Surabaya menjadi pusat perhatian dalam diskusi tentang dampak program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dianggap mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi tingkat kemiskinan di Jawa Timur. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan bahwa inisiatif ini memberikan kontribusi strategis bagi perbaikan kondisi ekonomi sekaligus kualitas hidup warga berpenghasilan rendah. “BSPS adalah alat efektif untuk memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat, yaitu akses ke hunian layak. Manfaatnya tak hanya terbatas pada peningkatan kualitas kehidupan, tetapi juga secara langsung berdampak pada penurunan angka kemiskinan,” jelas Khofifah dalam pernyataan resmi di Surabaya, Senin.
Perkembangan Angka Penerima BSPS
Peningkatan signifikan dalam jumlah pelaksanaan program BSPS di Jawa Timur menjadi sorotan. Menurut Khofifah, jumlah renovasi rumah yang dilakukan melalui BSPS tahun lalu mencapai sekitar 2.914 unit, namun di tahun 2026, angka tersebut melonjak menjadi 33.000 unit. “Ini menunjukkan momentum yang baik, di mana partisipasi masyarakat dalam pembangunan perumahan berkelanjutan meningkat secara signifikan,” tambahnya. Ia menekankan bahwa peningkatan tersebut merupakan bukti keberhasilan program yang menargetkan pengadaan rumah layak huni bagi keluarga miskin.
Ekonomi Keluarga dan Kesejahteraan Masyarakat
Khofifah menjelaskan bahwa rumah layak huni menjadi faktor kunci dalam memperkuat daya beli masyarakat dan memperbaiki kondisi ekonomi. “Dengan memiliki tempat tinggal yang layak, tingkat kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, sehingga mereka dapat fokus pada peningkatan produktivitas dan pengembangan usaha,” kata mantan Menteri Sosial RI itu. Ia menyoroti bahwa keberadaan hunian yang memadai tidak hanya meningkatkan kesehatan dan akses pendidikan, tetapi juga menciptakan stabilitas sosial yang berkelanjutan.
Penguatan Ekosistem Ekonomi
Menurut Khofifah, integrasi antara program perumahan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi strategi komprehensif dalam mengurangi kemiskinan. “BSPS tidak hanya memberikan solusi tempat tinggal, tetapi juga mendorong keterlibatan sektor usaha lokal,” tuturnya. Ia menekankan bahwa keberhasilan program ini melibatkan banyak pihak, mulai dari kontraktor, pedagang bahan bangunan, hingga pengusaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Dengan bekerja sama, BSPS menciptakan ripple effect yang positif, baik secara langsung maupun tidak langsung,” jelasnya.
Peran Maruarar Sirait dalam Program BSPS
Menyambut pertumbuhan program BSPS, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan bahwa inisiatif ini telah terintegrasi dengan berbagai instrumen kebijakan perekonomian. “Kita menyatukan BSPS dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan dan pembiayaan Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar, khususnya untuk memperkuat peran perempuan pelaku usaha,” ujarnya. Sirait menambahkan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara holistik, yaitu memperbaiki kondisi hunian sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Dampak Ekonomi Terhadap Sektor Konstruksi
Maruarar Sirait menyoroti potensi program BSPS dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan sektor terkait. Menurutnya, pembangunan 33.000 unit rumah di Jawa Timur pada 2026 diperkirakan akan menyerap sekitar 100 ribu tenaga kerja. “Ini melibatkan seluruh rantai industri, mulai dari tenaga konstruksi, pengusaha bahan bangunan, hingga jasa transportasi. Ekosistem perumahan yang terbentuk memiliki daya tahan ekonomi yang tinggi,” katanya. Ia menekankan bahwa kontribusi ini tidak hanya terbatas pada penerima manfaat langsung, tetapi juga berdampak pada masyarakat luas melalui peningkatan ekonomi lokal.
Kebutuhan Masyarakat dan Ketersediaan Akses
Maruarar Sirait juga menyoroti pentingnya akses yang adil bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Program ini dirancang agar semua lapisan masyarakat memiliki kesempatan meraih kualitas hidup yang lebih baik. Selain memberikan hunian, BSPS juga memberikan stimulus ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya. Dengan bantuan ini, keluarga miskin diharapkan mampu meningkatkan usaha mereka, baik melalui pemanfaatan fasilitas perumahan maupun peningkatan akses ke modal usaha. “Ini menjadi jembatan untuk menciptakan ekonomi yang inklusif,” tambahnya.
Verifikasi Penerima BSPS di Surabaya
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Haryo Soekartono memberikan data tambahan mengenai pelaksanaan BSPS di Surabaya. Ia menyebut sekitar 1.252 kepala keluarga di kota tersebut menjadi penerima manfaat program tersebut. “Sampai awal Mei 2026, sebanyak 600 dari jumlah tersebut telah terverifikasi,” ujarnya. Bambang mengapresiasi upaya pemerintah dalam menciptakan akses yang mudah bagi masyarakat miskin. “Program ini menjadi salah satu dari beberapa inisiatif penting yang diusung oleh pemerintah untuk mendukung kesejahteraan rakyat,” katanya.
Kebijakan Jangka Panjang dan Visi Nasional
Bambang juga menyoroti visi nasional yang diusung oleh Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya target pembangunan tiga juta rumah. “Program ini bukan hanya untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk mencapai kesejahteraan jangka panjang,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa dengan keberhasilan BSPS di Jawa Timur, kebijakan serupa dapat diterapkan di daerah lain untuk menciptakan dampak yang lebih luas.
Komitmen untuk Pembangunan Berkelanjutan
Khofifah menegaskan bahwa BSPS harus terus ditingkatkan untuk mencapai hasil yang maksimal. “Kita perlu melanjutkan momentum ini dengan memastikan bahwa bantuan ini terdistribusi secara adil dan berkelanjutan,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam memastikan program ini berjalan optimal. “Dengan komitmen bersama, BSPS dapat menjadi penggerak utama untuk mengurangi kemiskinan dan membangun ekonomi yang lebih kuat,” pungkas Khofifah.
Dalam rangka menegaskan komitmen tersebut, pemerintah Jawa Timur berencana mengoptimalkan mekanisme penerimaan BSPS agar lebih transparan dan efisien. “Kita juga perlu memperkuat sistem verifikasi dan pengawasan untuk memastikan bahwa bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya. Dengan penguatan ini, Khofifah berharap bahwa BSPS akan menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan Jawa Timur yang inklusif dan berkelanjutan.
Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi
Dalam konteks pemberdayaan ekonomi, Maruarar Sirait menekankan peran khusus perempuan pelaku usaha dalam program BSPS. “Pemberdayaan ekonomi masyarakat harus mencakup semua lapisan, termasuk perempuan. Dengan BSPS, kita memberikan peluang untuk mengembangkan usaha mereka, sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa
