Banjir masih genangi 11 RT di Jaksel – ketinggian capai 1,3 meter

Banjir Masih Genangi 11 RT di Jakarta Selatan, Ketinggian Capai 1,3 Meter

Update Kondisi Banjir di Jakarta Selatan

Banjir masih genangi 11 RT di Jaksel – Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan bahwa hingga saat ini, 11 rukun tetangga (RT) di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel) masih terendam banjir. Tinggi air yang mencapai 30 hingga 130 sentimeter atau setara dengan 1,3 meter, menyebabkan kesulitan bagi warga setempat dalam beraktivitas sehari-hari. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan banjir ini terjadi karena curah hujan yang sangat tinggi, serta luapan dari tiga sungai yaitu Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, dan Kali Krukut.

“Banjir disebabkan oleh curah hujan tinggi, luapan Kali Ciliwung, Kali Pesanggrahan, dan Kali Krukut,” ujar Yohan di Jakarta, Jumat.

Dalam pernyataannya, Yohan menjelaskan bahwa hujan deras yang melanda DKI Jakarta dan sekitarnya pada Kamis (30/4) menjadi penyebab munculnya genangan air di sejumlah wilayah. Meski air mulai surut, kondisi banjir masih menjadi perhatian utama pihak BPBD. Ia juga menyebutkan bahwa pada Jumat pagi, sebanyak 31 RT di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur sempat tergenang, namun untuk wilayah Jakarta Timur, air sudah mulai menghilang.

Yohan menambahkan bahwa BPBD DKI Jakarta terus berupaya untuk memantau kondisi genangan di setiap RT secara rutin. Tim yang dikerahkan tidak hanya mengamati tinggi air, tetapi juga mengevaluasi dampaknya terhadap warga dan fasilitas umum. Selain itu, instansi terkait seperti Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan dikoordinasikan guna melakukan penyedotan air dan memastikan sistem drainase berjalan optimal. Langkah-langkah ini diambil untuk mencegah risiko peningkatan ketinggian air yang bisa membahayakan warga.

Bencana alam ini menimbulkan perubahan drastis di beberapa area yang sebelumnya kering. Beberapa jalan tergenang air hingga mencapai setengah meter, membuat kendaraan kesulitan melintas dan warga terpaksa berjalan kaki. Dampaknya pun terasa pada kegiatan sehari-hari, seperti pendidikan, transportasi, dan akses ke tempat kerja. Pihak BPBD juga memastikan bahwa tali-tali air yang ada di sekitar wilayah banjir berfungsi dengan baik, serta melakukan pengecekan terhadap kebocoran atau pengaliran air yang tidak normal.

Menurut Yohan, banjir ini tidak hanya menyebabkan peningkatan ketinggian air, tetapi juga memicu risiko banjir kembali dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, BPBD DKI Jakarta menekankan pentingnya kewaspadaan dari masyarakat terutama di daerah yang rawan banjir. Ia menambahkan bahwa kondisi lingkungan yang basah bisa berpotensi menyebabkan terjadinya genangan lebih dalam jika hujan terus mengguyur. “Masyarakat diimbau tetap waspada dan memantau perubahan kondisi lingkungan setiap hari,” imbuhnya.

Respons BPBD DKI Jakarta terhadap Banjir

Dalam rangka mengatasi dampak banjir, BPBD DKI Jakarta telah melakukan sejumlah langkah responsif. Selain mengirimkan personel untuk mengamati genangan di setiap RT, pihak BPBD juga bekerja sama dengan berbagai dinas terkait untuk mempercepat proses penanganan. Dinas Sumber Daya Air bertugas mengatur aliran air sungai, sementara Dinas Bina Marga fokus pada perbaikan infrastruktur drainase dan jalan raya yang tergenang.

Yohan menjelaskan bahwa setiap RT yang tergenang diberi perhatian khusus, dengan memastikan aksesibilitas dan memudahkan warga untuk menyampaikan kebutuhan mereka. Pihak BPBD juga melakukan pemantauan terhadap titik-titik rawan terutama di sekitar alur sungai yang berpotensi mengalami luapan. “Kami memastikan bahwa semua titik kritis diperhatikan dan dikelola secara maksimal,” kata Yohan.

Selain itu, BPBD DKI Jakarta memberikan imbauan kepada warga agar tetap berhati-hati dan tidak terburu-buru saat beraktivitas di area yang masih basah. Ia menekankan bahwa kesadaran masyarakat menjadi kunci dalam mencegah terjadinya kecelakaan akibat banjir. “Dalam keadaan darurat, warga disarankan segera menghubungi layanan 112 yang selalu siaga 24 jam,” tambah Yohan.

BPBD DKI Jakarta juga mengimbau warga untuk mengambil langkah pencegahan sejak dini, seperti memindahkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih aman, serta mengatur kebutuhan kebutuhan pokok selama masa banjir. Selain itu, pihak BPBD juga memberikan bantuan kepada warga yang terdampak, termasuk distribusi makanan, air minum, serta alat-alat kebersihan untuk mengatasi genangan. “Kami berharap kerja sama dari warga dalam mengatasi masalah banjir ini,” ujar Yohan.

Daftar RT yang Masih Terendam Banjir

Daftar RT yang masih mengalami genangan banjir di Jakarta Selatan meliputi:

Kelurahan Cipulir: 1 RT

Kelurahan Pondok Pinang: 8 RT

Kelurahan Kebayoran Lama Utara: 1 RT

Kelurahan Bintaro: 1 RT

Yohan menambahkan bahwa tinggi air yang mencapai 30 hingga 130 sentimeter memerlukan upaya yang lebih intensif dalam penanganan. “Kami terus memantau dan melakukan tindakan responsif guna meminimalkan dampak negatif pada masyarakat,” kata Yohan.

Bencana ini mengingatkan kembali pentingnya sistem pengelolaan air yang baik, terutama di area rawan banjir. Meski banjir saat ini sedang surut, pihak BPBD DKI Jakarta memperkirakan bahwa kondisi yang memburuk bisa terjadi jika hujan terus berlangsung. “Kami berharap hujan berhenti segera agar proses pemulihan bisa lebih cepat,” pungkas Yohan.