Rencana Khusus: AS ancam sanksi sekunder bagi pendukung Iran

AS Siapkan Sanksi Sekunder terhadap Pendukung Iran

Departemen Keuangan Amerika Serikat, Selasa, mengumumkan peringatan umum kepada seluruh lembaga keuangan global bahwa pihaknya siap menerapkan sanksi sekunder terhadap entitas yang dianggap mendukung tindakan Iran. Peringatan ini datang di tengah stagnasi perundingan langsung antara kedua negara.

Lembaga keuangan wajib memahami bahwa Departemen Keuangan AS akan mengaktifkan semua alat dan wewenang yang ada untuk menetapkan sanksi sekunder terhadap lembaga keuangan luar negeri yang terus memback up kegiatan Iran,” tulis pernyataan yang dipublikasikan di platform X.

Pengecualian sementara penjualan minyak Iran, yang berlaku selama 30 hari sejak 20 Maret, kini akan segera berakhir dalam beberapa hari ke depan. Kebijakan ini memungkinkan pengiriman minyak yang telah terperangkap di laut, dengan volume estimasi sekitar 140 juta barel. Izin tersebut akan habis pada 19 April.

Kebijakan sanksi tersebut bertujuan mengendalikan kenaikan harga energi global, yang terpicu oleh konflik antara AS dan Israel terhadap Iran. Sejumlah tindakan Iran, seperti menutup Selat Hormuz dan menargetkan infrastruktur energi di wilayah sekutu Arab Teluk, juga memperparah ketegangan tersebut.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

Perundingan langsung antara Amerika Serikat dan Iran, yang berlangsung intens, berakhir tanpa kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan rencana melanjutkan pembicaraan di Pakistan dalam dua hari ke depan, meskipun belum ada pengumuman resmi.