Yang Dibahas: Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga, tetapi Tegaskan Tak Akan Menyerah kepada Israel dan AS

Presiden Iran Minta Maaf ke Negara Tetangga, tetapi Tegaskan Tak Akan Menyerah kepada Israel dan AS

Konflik Timur Tengah semakin memanas setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Iran. Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah, Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tetap berdiri teguh dan tidak akan menyerah kepada kedua negara tersebut.

“Musuh-musuh Iran harus membawa keinginan mereka agar rakyat Iran menyerah tanpa syarat ke kuburan mereka,” ujar Pezeshkian, dikutip dari AFP.

Situasi ini memicu respons tajam dari Iran, yang menyerang fasilitas militer dan instalasi nuklir Israel serta Amerika Serikat di wilayah Teluk. Pezeshkian, salah satu anggota dewan kepemimpinan sementara setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei, juga menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan yang terjadi.

Cara Mendaftar untuk Donor Darah pada 22 Juni 2025
Klik pada gambar untuk daftar donor darah 22 juni 2025

“Saya harus meminta maaf atas nama sendiri dan atas nama Iran kepada negara-negara tetangga yang diserang,” katanya.

Menurut Pezeshkian, Iran tidak berniat menjadikan negara-negara tetangga sebagai target utama. Ia menegaskan bahwa serangan baru akan diluncurkan jika ancaman berasal dari wilayah tersebut. Pernyataan ini dikeluarkan setelah dewan kepemimpinan sementara memutuskan untuk mengubah strategi militer.

Serangan gabungan Israel dan AS ke Iran berlangsung pada 28 Februari 2026. Operasi itu disebut “Operation Epic Fury” oleh AS dan “Roaring Lion” oleh Israel. Serangan udara serta rudal terkoordinasi mengenai lokasi strategis, termasuk pusat komando dan kota-kota seperti Teheran, Isfahan, Qom, dan Kermanshah.

Sejumlah ledakan terjadi di wilayah Iran setelah rudal menghantam ibu kota. Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Republik Islam Iran, menjadi korban serangan tersebut. Langkah Israel dinilai sebagai upaya awal untuk menangkal ancaman dari Iran, yang telah dirancang secara intensif selama berbulan-bulan.

Ketegangan yang meningkat memicu kekhawatiran global terhadap perluasannya ke wilayah lain. Serangan balasan Iran ke Israel dan target AS memperburuk situasi, mengakibatkan ketidakstabilan keamanan kawasan serta tekanan terhadap pasar energi dunia.

Prabowo dan Pemimpin Pakistan Rencanakan Kunjungan ke Iran

Ketegangan di Timur Tengah juga menarik perhatian diplomatik internasional. Prabowo dan pemimpin Pakistan berencana melakukan kunjungan ke Iran untuk membahas mediasi konflik. Langkah ini diharapkan bisa mendinginkan hubungan antar-negara sebelum eskalasi lebih jauh.