Brimob Polda Metro kerahkan “water cannon” tangani kebakaran di Jaktim
Daftar Isi
Brimob Polda Metro Kerahkan Water Cannon untuk Tangani Kebakaran di Jakarta Timur
Menggalangkebaikan.com – Brimob Polda Metro kerahkan water cannon untuk membantu penanganan kebakaran yang terjadi di sebuah rumah makan Padang di kawasan Rawamangun, Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Jumat pagi. Tim SAR Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya mengoperasikan dua unit kendaraan armoured water cannon (AWC) dalam upaya mendukung penanganan di lokasi.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto menyampaikan bahwa tim SAR tiba di lokasi kebakaran di Jalan Penggambiran Nomor 45B sekitar pukul 07.30 WIB. Ketika petugas datang, api telah berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melanjutkan pekerjaan dengan proses pendinginan untuk memastikan area sekitar tidak lagi berisiko.
Pendinginan Dilakukan untuk Menjaga Kondisi Lokasi Tetap Aman
Proses pendinginan menjadi bagian penting setelah api padam karena titik panas dapat tersisa di sejumlah bagian bangunan. Dalam kejadian ini, Brimob Polda Metro kerahkan water cannon sebagai dukungan terhadap upaya penanganan kebakaran bersama petugas pemadam kebakaran dan unsur terkait.
"Saat petugas tiba, api telah berhasil dipadamkan dan penanganan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman," kata Henik.
Situasi di lokasi dilaporkan kondusif setelah pendinginan selesai sekitar pukul 08.30 WIB. Personel SAR Batalyon B Pelopor juga melakukan pengecekan terhadap anggota dan perlengkapan sebelum kembali ke markas.
Enam Orang Dilaporkan Mengalami Luka
Peristiwa kebakaran tersebut mengakibatkan enam orang mengalami luka. Empat orang dilaporkan menderita luka bakar, sedangkan dua korban lainnya mengalami terkilir. Seluruh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan di Jakarta Timur untuk memperoleh penanganan medis lebih lanjut.
Henik menegaskan bahwa respons cepat saat keadaan darurat merupakan bagian dari komitmen Brimob Polri untuk hadir melindungi masyarakat. Menurutnya, kerja sama antara Brimob, petugas pemadam kebakaran, serta unsur lain diperlukan agar penanganan berlangsung efektif dan dampak kejadian dapat ditekan.
Dalam kondisi darurat seperti kebakaran, keselamatan warga dan korban menjadi prioritas. Masyarakat juga perlu memberi ruang bagi kendaraan serta petugas yang menuju lokasi agar proses evakuasi, pemadaman, dan pendinginan dapat berjalan tanpa hambatan.
Imbauan Pencegahan Kebakaran di Tempat Usaha Kuliner
Kebakaran di tempat usaha kuliner dapat dipicu oleh berbagai risiko, termasuk gangguan pada instalasi listrik, penggunaan kompor, maupun peralatan memasak. Kepolisian mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar lebih memperhatikan keamanan peralatan tersebut untuk mengurangi potensi kebakaran.
Pemeriksaan berkala pada kabel, stopkontak, kompor, regulator, dan peralatan dapur dapat membantu mendeteksi kondisi yang berbahaya lebih awal. Peralatan yang rusak atau menunjukkan tanda tidak normal perlu segera diperiksa dan ditangani dengan tepat.
Pelaku usaha juga perlu memastikan lingkungan dapur tetap tertata, terutama dengan menjauhkan bahan yang mudah terbakar dari sumber panas. Kesiapan untuk bertindak cepat saat muncul asap, percikan api, atau bau gas dapat membantu mencegah keadaan menjadi lebih besar.
FAQ Penanganan Kebakaran
Apa yang harus dilakukan saat melihat kebakaran?
Segera menjauh dari sumber api, beri tahu orang di sekitar, dan hubungi petugas yang berwenang. Jangan mengambil risiko memasuki bangunan yang terbakar untuk mengambil barang pribadi.
Ke mana masyarakat dapat menghubungi kepolisian saat keadaan darurat?
Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dalam keadaan darurat dapat menghubungi Pusat Panggilan Polri melalui nomor 110.
Mengapa proses pendinginan tetap diperlukan setelah api padam?
Pendinginan diperlukan untuk memastikan tidak ada sisa panas atau titik api yang dapat memicu kebakaran kembali. Dalam penanganan kebakaran di Rawamangun, proses ini dilakukan hingga kondisi lokasi dinyatakan aman dan kondusif.