Balap

Sirkuit Internasional Mandalika peroleh homologasi grade A dari FIM

1000547876
Foto : Rina Firmansyah - menggalangkebaikan.com
Daftar Isi
  1. Mandalika Kantongi Homologasi Grade A FIM untuk Musim Balap 2026
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Mandalika Kantongi Homologasi Grade A FIM untuk Musim Balap 2026

Menggalangkebaikan.com – Pertamina Mandalika International Circuit di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, telah memperoleh homologasi Grade A dari Federation Internationale de Motocyclisme (FIM) untuk musim 2026. Pengakuan ini menempatkan sirkuit di kawasan The Mandalika tersebut dalam standar yang diperlukan untuk menggelar FIM Grand Prix World Championship, termasuk MotoGP Indonesia 2026.

Homologasi menjadi penanda penting bagi kesiapan teknis dan keselamatan lintasan. Penilaian tersebut tidak hanya berkaitan dengan permukaan trek, tetapi juga mencakup berbagai perangkat operasional yang dibutuhkan agar kegiatan balap motor level dunia dapat berlangsung sesuai ketentuan FIM.

“Diperolehnya homologasi grade A dari FIM menjadi momentum penting sekaligus penegasan bahwa Pertamina Mandalika International Circuit telah memenuhi standar yang ditetapkan,” kata Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ananda Mikola.

Inspeksi akhir untuk lisensi baru

FIM menerbitkan homologasi tersebut setelah melakukan inspeksi final pada Kamis. Pemeriksaan itu merupakan bagian dari proses penerbitan lisensi baru bagi sirkuit yang akan menjadi lokasi putaran FIM Grand Prix World Championships 2026.

Lisensi yang diterbitkan untuk Mandalika bernomor 1277. Trek ini memiliki panjang 4.301 meter, dengan posisi pole position berada di sisi kiri lintasan. Dalam kategori solo, termasuk kelas MotoGP, jumlah pembalap yang dapat mengikuti sesi latihan maupun perlombaan ditetapkan maksimal 32 orang.

Kapasitas peserta merupakan salah satu unsur penting dalam regulasi sebuah sirkuit. Ketentuan tersebut berkaitan dengan pengelolaan ruang lintasan, prosedur start, respons petugas saat insiden, serta keselamatan pembalap selama sesi berlangsung.

Aspek keselamatan dan operasional diperiksa

Dalam proses evaluasi, FIM menelaah sejumlah bagian fisik dan operasional di sirkuit. Area run-off, gravel beds, tyre barriers, marka lintasan, pit lane, starting grid, serta marshal posts termasuk dalam elemen yang diperiksa.

Pemeriksaan juga mencakup sistem lampu atau panel LED, kondisi pemeliharaan trek, drainase, dan long lap penalty zone. Seluruh bagian tersebut memiliki fungsi berbeda, mulai dari membantu pembalap mengurangi risiko ketika keluar lintasan hingga mendukung kelancaran komunikasi dan pengawasan balapan.

Area run-off dan gravel beds, misalnya, dirancang sebagai zona pengaman ketika motor tidak dapat mengikuti jalur ideal. Sementara itu, tyre barriers berperan dalam perlindungan tambahan pada titik tertentu di sekitar sirkuit. Marka trek dan panel informasi juga diperlukan agar instruksi balapan dapat tersampaikan secara jelas kepada peserta.

Ananda menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja bersama untuk memastikan seluruh kebutuhan internasional dapat dipenuhi. Homologasi Grade A sekaligus memperkuat fondasi persiapan Mandalika dalam menerima ajang MotoGP Indonesia pada 2026.

“Homologasi tersebut juga menjadi dasar kesiapan penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026, sekaligus menegaskan pemenuhan standard teknis dan keselamatan yang ditetapkan FIM,” ujar Ananda.

Kesiapan tidak berhenti pada kondisi lintasan

Persyaratan FIM turut meliputi pemeliharaan dan persiapan operasional selama sebuah event berlangsung. Artinya, kesiapan penyelenggaraan tidak hanya dinilai dari trek yang telah memenuhi spesifikasi, tetapi juga dari kemampuan pengelola untuk menjaga fasilitas tetap berfungsi sepanjang rangkaian balapan.

Perangkat keselamatan, peralatan cadangan, dan kesiapan tim teknis menjadi bagian dari perhatian dalam ketentuan tersebut. Tim di sirkuit perlu mampu melakukan intervensi jika terjadi gangguan atau kerusakan pada perangkat pendukung balapan, sehingga jalannya kegiatan dapat ditangani sesuai prosedur yang berlaku.

Dengan adanya homologasi baru, fokus berikutnya adalah menjaga standar itu dalam pelaksanaan operasional. Perawatan lintasan, kesiapan petugas, kelengkapan fasilitas, serta koordinasi di area balap tetap menjadi unsur yang menentukan ketika sirkuit digunakan untuk kejuaraan dunia.

Rangkaian balap pada 9-11 Oktober

Pertamina Mandalika International Circuit juga menyiapkan rangkaian kegiatan balap yang berlangsung Jumat hingga Minggu, 9-11 Oktober. Agenda tersebut mencakup kelas MotoGP, Moto2, Moto3, dan Idemitsu Moto4 Asia Cup.

Kehadiran beberapa kelas dalam satu rangkaian membuat kebutuhan operasional sirkuit semakin luas. Setiap kategori memiliki karakter peserta dan jadwal sesi yang berbeda, tetapi semuanya memerlukan tata kelola lintasan, pit lane, perangkat keselamatan, serta sistem pendukung yang konsisten.

Homologasi Grade A FIM memberi kepastian bahwa Mandalika telah melalui pemeriksaan untuk memenuhi standar kejuaraan balap motor paling tinggi. Bagi penyelenggaraan MotoGP Indonesia 2026, status tersebut menjadi bagian penting dari kesiapan sirkuit untuk kembali menyambut pembalap, tim, dan rangkaian kompetisi dunia.

Frequently Asked Questions

What is Sirkuit Internasional Mandalika peroleh homologasi grade?

Sirkuit Internasional Mandalika peroleh homologasi grade is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sirkuit Internasional Mandalika peroleh homologasi grade matter?

Sirkuit Internasional Mandalika peroleh homologasi grade matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Rina Firmansyah - menggalangkebaikan.com

Rina Firmansyah - menggalangkebaikan.com

Rina Firmansyah adalah penulis dan aktivis sosial yang telah terlibat dalam berbagai gerakan kemanusiaan di tingkat lokal. Ia memiliki ketertarikan khusus pada isu pemberdayaan ekonomi dan bantuan sosial berbasis komunitas.

Rina menulis untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya solidaritas dan peran kecil yang bisa berdampak besar.